Produsen kini semakin aktif memperbarui desain kemasan produknya. Alasannya, kemasan punya peran penting dalam mendongkrak penjualan.
Sayangnya, tidak semua produsen berhasil membuat desain yang menarik meski konsepnya sudah matang. Karena itu, banyak yang akhirnya memakai jasa desain kemasan produk profesional.
Sebenarnya, ada banyak hal penting sebelum membuat desain kemasan yang perlu diperhitungkan, namun sering terlewat. Berikut tiga hal penting yang perlu dipertimbangkan saat membuat desain kemasan produk, lengkap dengan kesalahan yang sebaiknya dihindari.
3 Hal Penting dalam Desain Kemasan Produk
Bagaimana Kemasan Mewakili Produk

Tugas utama desainer kemasan adalah membuat desain yang mampu mewakili karakter dan manfaat produk. Gunakan warna, huruf, dan tekstur yang sesuai dengan citra produkmu.
Jangan lupa pertimbangkan juga bentuk kemasannya, apakah berupa kotak, botol, atau bentuk lain yang lebih cocok untuk produkmu.
Biaya yang Akan Dikeluarkan

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah biaya. Calon pembeli biasanya sudah memperkirakan harga produk sebelum melihat label harga sebenarnya.
Banyak yang mengira desain kemasan pasti memakan biaya besar. Padahal, tidak semua produsen perlu mengeluarkan biaya setinggi itu untuk mendapat desain yang bagus.
Jenis Bahan yang Digunakan

Jenis bahan adalah poin penting berikutnya. Bahan kemasan memengaruhi daya tahan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.
Plastik, aluminium, dan kaca adalah bahan dasar yang umum dipakai untuk kemasan produk. Pemilihan bahan tetap harus disesuaikan dengan target pasar bisnismu.
Seiring meningkatnya kesadaran akan lingkungan, kemasan berbahan ramah lingkungan dan bisa didaur ulang kini makin diminati. Memakai ulang kemasan setelah produk habis juga jadi nilai tambah tersendiri bagi konsumen.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mendesain Kemasan
Selain tiga hal di atas, banyak produsen pemula juga terjebak pada beberapa kesalahan yang sebenarnya mudah dihindari. Berikut beberapa di antaranya.
- Terlalu banyak elemen visual. Kemasan yang penuh warna, font, dan ilustrasi justru membuat pesan produk sulit ditangkap konsumen dalam sekali lihat.
- Mengabaikan keterbacaan informasi produk. Nama produk, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa harus tetap mudah dibaca meski desainnya kreatif.
- Tidak menyesuaikan dengan target pasar. Desain yang cocok untuk anak muda belum tentu cocok untuk segmen keluarga atau korporat.
- Melupakan uji coba fisik. Desain yang bagus di layar komputer belum tentu nyaman digenggam atau kuat menahan isi produk saat dicetak dan dipakai sungguhan.
Cara Memilih Bentuk dan Ukuran Kemasan yang Tepat
Selain tiga hal utama, bentuk dan ukuran kemasan juga tidak boleh diabaikan. Sesuaikan volume kemasan dengan kuantitas produk agar tidak terlihat terlalu longgar atau justru terlalu sesak.
Jika bisnismu bergerak di bidang kuliner atau minuman, pelajari dulu panduan memilih jenis kemasan yang tepat untuk produk sebelum menentukan desain akhirnya. Langkah ini membantu memastikan desain dan fungsi kemasan berjalan seiring.
Warna kemasan juga berperan besar dalam menarik perhatian pembeli. Pelajari lebih lanjut soal psikologi warna kemasan dalam memengaruhi pilihan pembeli agar warna yang kamu pilih benar-benar mendukung strategi branding.
Desain kemasan juga sebaiknya mengikuti tren desain kemasan terbaru agar produkmu tetap relevan, baik di rak toko maupun di etalase online.
Manfaat Berinvestasi pada Desain Kemasan yang Baik
Desain kemasan yang direncanakan matang bukan sekadar mempercantik tampilan produk. Kemasan yang baik juga membantu produk lebih mudah dikenali di antara banyak kompetitor di rak toko maupun marketplace.
Selain itu, kemasan yang konsisten dari segi warna dan bentuk memperkuat identitas merek di benak konsumen. Semakin sering konsumen melihat kemasan yang sama, semakin mudah mereka mengenali produk Anda tanpa harus membaca nama mereknya lebih dulu.
Investasi pada desain kemasan juga berdampak pada kepercayaan konsumen. Kemasan yang rapi dan terlihat profesional membuat calon pembeli lebih yakin dengan kualitas produk di dalamnya, bahkan sebelum mereka mencobanya.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
Apa saja 3 hal penting sebelum membuat desain kemasan produk?Tiga hal penting itu adalah bagaimana kemasan mewakili produk, biaya yang akan dikeluarkan, dan jenis bahan yang digunakan.
Apakah desain kemasan pasti mahal?Tidak, tidak semua produsen perlu mengeluarkan biaya besar untuk mendapatkan desain kemasan yang bagus.
Bahan apa saja yang umum dipakai untuk kemasan produk?Plastik, aluminium, dan kaca adalah bahan dasar yang umum dipakai, dengan pemilihan bahan disesuaikan dengan target pasar bisnis.
Kenapa kemasan ramah lingkungan semakin diminati?Karena kesadaran akan lingkungan meningkat, sehingga kemasan yang bisa didaur ulang atau dipakai ulang menjadi nilai tambah bagi konsumen.