Panduan Umum Kemasan

4 Tips Memilih Bahan Kemasan yang Tepat untuk Produk

26 Jul 2022 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 9 bagian
  1. 01 1. Aman dan Tahan Lama
  2. 02 2. Terjangkau dan Mudah Digunakan
  3. 03 3. Selalu Tersedia Kapan Saja
  4. 04 4. Ramah Lingkungan dan Sesuai Regulasi
  5. 05 Perbandingan Singkat Jenis Bahan Kemasan
  6. 06 Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Memilih Bahan Kemasan
  7. 07 Cara Menguji Kemasan Sebelum Produksi Massal
  8. 08 Menghitung Biaya Kemasan sebagai Persentase Harga Jual
  9. 09 Kepatuhan Regulasi Bahan Kemasan Pangan di Indonesia

Memilih bahan kemasan yang tepat menjadi langkah penting bagi produk ritel. Produk harus melewati banyak tahap sebelum sampai ke tangan pembeli, mulai dari produsen, tim logistik, distributor, hingga rak toko.

Setiap tahap ini membutuhkan kemasan yang mampu menjaga kualitas produk. Banyak pilihan bahan dan jenis kemasan tersedia di pasaran, sehingga terkadang sulit menentukan mana yang paling sesuai.

Berikut rangkuman panduan memilih kemasan terbaik untuk produk Anda.

1. Aman dan Tahan Lama

Semua kemasan harus cukup kuat. Namun, tingkat perlindungan yang dibutuhkan tergantung pada daya tahan produk Anda.

Jika Anda menjual makanan seperti roti, sayuran, irisan daging, atau kue, kesegaran menjadi prioritas utama. Produk ini harus disimpan dengan baik agar tidak cepat teroksidasi dan kedaluwarsa. Kemasan kedap udara menjadi pilihan tepat karena mampu menahan produk tetap aman.

2. Terjangkau dan Mudah Digunakan

Semakin rumit kemasannya, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan produk sebelum dijual. Pelanggan juga kurang menyukai kemasan yang terlalu ribet.

Buat kemasan tetap sederhana, misalnya dengan tas “pull open” yang tersegel atau plastik bening yang tidak mencolok. Jika kemasan belum terintegrasi dengan desain merek Anda, pastikan tampilannya tetap rapi dan tidak mengganggu produk di dalamnya.

Hal ini penting terutama untuk produk seperti sampul buku, yang perlu dilindungi tanpa menutupi detail produknya.

3. Selalu Tersedia Kapan Saja

Ketersediaan stok kemasan juga penting untuk dipertimbangkan. Data penjualan bisa membantu memperkirakan kebutuhan kemasan, tetapi tidak ada cara pasti untuk memprediksi lonjakan permintaan.

Karena itu, sebaiknya Anda bekerja sama dengan satu pemasok kemasan secara konsisten. Hubungan kerja sama yang baik membuat ketersediaan kemasan lebih terjamin, sehingga Anda tidak kesulitan memenuhi permintaan pelanggan.

Jika Anda mencari supplier kemasan botol untuk produk makanan, minuman, hingga kesehatan, kunjungi halaman kontak kami untuk informasi lebih lanjut.

4. Ramah Lingkungan dan Sesuai Regulasi

Pastikan pemasok kemasan Anda mematuhi semua regulasi pemerintah yang berlaku. Misalnya, kemasan untuk produk makanan harus bebas dari bahan kimia berbahaya.

Di GudangKemasan, kami hanya menggunakan bahan berkualitas agar kemasan lebih kuat dan aman. Kemasan ini juga memberikan perlindungan optimal dengan dampak lingkungan yang lebih rendah. Anda bisa mempelajari lebih lanjut pilihan botol kemasan ramah lingkungan untuk bisnis sebagai bagian dari langkah ini.

Perbandingan Singkat Jenis Bahan Kemasan

  • Plastik (PET/HDPE/PP): ringan, murah, dan fleksibel dibentuk, tapi perlu dipilih dengan cermat agar tetap food grade.
  • Kaca: memberi kesan premium dan tidak bereaksi dengan isi produk, namun lebih berat dan rentan pecah.
  • Kardus atau kertas: ramah lingkungan dan mudah didaur ulang, tapi kurang cocok untuk produk cair tanpa lapisan tambahan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Memilih Bahan Kemasan

  • Memilih bahan hanya berdasarkan harga termurah tanpa memperhitungkan daya tahan produk.
  • Mengabaikan kesesuaian bahan dengan jenis produk, misalnya kemasan berpori untuk produk cair.
  • Tidak mengecek kepatuhan bahan terhadap regulasi keamanan pangan.

Untuk membantu Anda menentukan bentuk dan jenis botol yang paling sesuai dengan kebutuhan, baca juga 5 tips memilih produk kemasan botol yang tepat dan 6 tips memilih kemasan produk agar tampil menarik.

Cara Menguji Kemasan Sebelum Produksi Massal

Sebelum memutuskan memakai satu jenis bahan kemasan dalam jumlah besar, ada baiknya Anda melakukan pengujian kecil terlebih dahulu.

  • Uji ketahanan kemasan terhadap guncangan dengan simulasi pengiriman jarak dekat.
  • Simpan produk dalam kemasan tersebut selama beberapa hari untuk melihat perubahan kualitas produk di dalamnya.
  • Minta masukan dari beberapa pelanggan tentang kenyamanan membuka dan menggunakan kemasan.

Pengujian sederhana ini membantu Anda menghindari kerugian akibat salah pilih bahan kemasan setelah terlanjur diproduksi dalam jumlah banyak.

Melibatkan Tim Produksi dalam Proses Pemilihan Kemasan

Selain mempertimbangkan sisi konsumen, libatkan juga tim produksi saat memilih bahan kemasan. Mereka lebih memahami tantangan teknis di lapangan, seperti kecepatan pengemasan dan kompatibilitas dengan mesin produksi yang sudah dimiliki.

Menyesuaikan Bahan Kemasan dengan Skala Bisnis

Bisnis skala kecil sebaiknya memulai dengan bahan kemasan yang fleksibel dan mudah didapat dalam jumlah kecil, sementara bisnis skala besar bisa mempertimbangkan kerja sama jangka panjang dengan pemasok untuk mendapatkan harga dan ketersediaan yang lebih stabil.

Menghitung Biaya Kemasan sebagai Persentase Harga Jual

Selain memilih bahan yang tepat, penting juga menghitung berapa besar porsi biaya kemasan terhadap harga jual produk. Untuk produk dengan margin tipis seperti makanan ringan, biaya kemasan sebaiknya ditekan seefisien mungkin tanpa mengorbankan fungsi perlindungan dasarnya. Sebaliknya, untuk produk premium, biaya kemasan yang sedikit lebih tinggi biasanya sepadan karena turut mendongkrak persepsi nilai produk di mata konsumen.

Kepatuhan Regulasi Bahan Kemasan Pangan di Indonesia

Bahan kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan wajib memenuhi standar food grade yang diatur oleh BPOM. Beberapa bahan plastik daur ulang misalnya tidak disarankan untuk kemasan pangan karena berisiko mengandung residu dari pemakaian sebelumnya. Pastikan pemasok kemasan Anda bisa menunjukkan sertifikat atau hasil uji food grade, terutama jika produk Anda akan didaftarkan untuk mendapatkan izin edar PIRT atau BPOM.

Menyesuaikan Bahan Kemasan dengan Metode Penyimpanan Konsumen

Pertimbangkan juga bagaimana konsumen biasanya menyimpan produk Anda setelah dibeli. Produk yang sering disimpan di kulkas membutuhkan bahan kemasan yang tetap fleksibel dan tidak getas dalam suhu dingin, sementara produk yang disimpan di suhu ruang memerlukan kemasan dengan perlindungan lebih terhadap kelembapan udara.

#Desain kemasan #jenis-jenis kemasan #kemasan #kemasan produk #memilih kemasan produk