Desain & Branding Kemasan

5 Tren Desain Kemasan Produk yang Bakal Bertahan Lama

19 Feb 2022 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 7 bagian
  1. 01 1. Minimalis
  2. 02 2. Tipografi
  3. 03 3. Tampilan Berani dan Unik
  4. 04 4. Keberlanjutan
  5. 05 5. Perhatikan Generasi Konsumen Berikutnya
  6. 06 Menyesuaikan Tren Desain dengan Skala dan Anggaran Usaha
  7. 07 FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

Banyak orang salah kira bahwa produk “trendi” harus punya wadah berbentuk unik atau desain yang benar-benar baru. Padahal, sebagian besar produk bisa menarik perhatian hanya dengan kemasan simpel dan beberapa trik kecil.

Berikut lima tren desain kemasan yang akan tetap relevan dalam waktu lama.

1. Minimalis

“Less is more” berlaku juga untuk kemasan. Desain label yang bersih dan fokus tidak pernah ketinggalan zaman. Terlalu banyak elemen yang bersaing untuk perhatian justru membuat kemasan terlihat berantakan dan kurang menarik.

Jika pembeli tidak bisa mengenali produk dan merek Anda dalam 3 detik, mereka akan beralih ke produk lain. Manusia secara naluri memilih yang mudah dipahami. Karena itu, desain kemasan minimalis akan terus jadi pilihan.

2. Tipografi

Desain yang memanfaatkan teks secara strategis selalu jadi pilihan trendi. Tipografi membuat kemasan Anda bisa “berbicara” lebih banyak dengan elemen visual yang lebih sedikit. Menggunakan huruf dan kata secara artistik bukan hal baru — manusia sudah melakukannya sejak zaman hieroglif.

Tipografi juga membantu membangun pengenalan merek. Jika Anda belum punya anggaran untuk logo atau ikon khusus, logo berbasis jenis huruf bisa jadi solusi hemat biaya. Tipografi yang tepat juga berkaitan erat dengan tips membuat label kemasan botol yang efektif.

3. Tampilan Berani dan Unik

Jangan takut membuat produk Anda tampil beda. Di antara banyak produk serupa, keberanian tampil unik membantu menarik perhatian pelanggan. Tujuannya bukan tampil aneh, tapi cukup menonjol dari yang lain.

Coba gunakan warna unik, wadah tidak biasa, atau bahan kemasan berbeda dari kompetitor. Pemilihan warna yang berani sebaiknya tetap memperhatikan psikologi warna kemasan agar pesan merek tetap tersampaikan. Anda bahkan bisa mengemas produk secara terbalik. Solusi pengemasan yang berani akan selalu relevan selama ada persaingan di pasar.

4. Keberlanjutan

Tampilan kemasan memengaruhi cara pelanggan menilai keberlanjutan produk Anda. Desain bernuansa organik dan alami bisa memperkuat citra ramah lingkungan. Gunakan label dari kertas batu atau pulp daur ulang, atau bahan yang sepenuhnya ramah lingkungan untuk tutup dan wadah.

Tren ini sejalan dengan tren sustainability kemasan 2026 yang makin banyak diadopsi bisnis di Bali. Sebagian besar bahan kemasan populer saat ini bisa didaur ulang, seperti PET, PP, HDPE, kaca, karton, timah, dan aluminium. Tambahkan tulisan “tolong daur ulang” pada label untuk mendorong pelanggan mengurangi limbah. Tren keberlanjutan sudah bertahan lebih dari dua dekade dan diperkirakan akan terus berlanjut.

5. Perhatikan Generasi Konsumen Berikutnya

Tren terakhir yang tak kalah penting adalah selalu memperhatikan gelombang konsumen baru. Ini memang bukan tren desain, tapi tetap penting untuk diperhatikan. Mengikuti kebutuhan dan harapan pasar akan menjaga produk Anda tetap relevan.

Anda tidak perlu mengubah citra merek sepenuhnya setiap beberapa tahun demi mengikuti tren anak muda. Namun, sisihkan waktu setiap satu atau dua tahun untuk meninjau ulang kemasan Anda dan membandingkannya dengan kompetitor yang sudah sukses di industri sama.

Langkah ini membantu Anda memahami apa yang benar-benar diinginkan pelanggan, sehingga merek Anda tetap mengikuti tren desain kemasan selama bertahun-tahun ke depan.

Temukan informasi menarik lainnya hanya di GudangKemasan.com, situs terlengkap penyedia kemasan botol se-Bali-Nusra. Dapatkan harga terbaik di katalog yang tersedia, hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Menyesuaikan Tren Desain dengan Skala dan Anggaran Usaha

Tidak semua tren di atas perlu diterapkan sekaligus, apalagi jika Anda baru merintis usaha. Coba pilih satu atau dua tren yang paling relevan dengan karakter produk Anda, misalnya kombinasi desain minimalis dengan tipografi kuat untuk produk makanan ringan, atau sentuhan keberlanjutan untuk produk perawatan tubuh berbahan alami.

Mengejar semua tren sekaligus justru berisiko membuat kemasan terlihat tidak konsisten dan menambah biaya cetak yang tidak perlu. Bagi UKM di Bali yang baru mulai memasarkan produk ke toko oleh-oleh atau minimarket lokal, lebih baik fokus pada satu identitas visual yang kuat dan konsisten di semua varian produk.

Kesalahan Umum saat Mengikuti Tren Desain Kemasan

  • Mengganti desain kemasan terlalu sering hanya karena mengikuti tren terbaru, sehingga pelanggan lama kesulitan mengenali produk.
  • Meniru desain kompetitor besar tanpa menyesuaikan dengan kapasitas produksi dan skala usaha sendiri.
  • Terlalu fokus pada estetika hingga melupakan fungsi kemasan, seperti kekuatan segel atau kemudahan dibuka konsumen.
  • Tidak menguji desain baru ke sebagian kecil pasar sebelum mencetak dalam jumlah besar.

Manfaat Bekerja Sama dengan Percetakan Lokal untuk Uji Coba Desain

Sebelum mencetak label dalam jumlah besar, pertimbangkan mencetak contoh dalam jumlah kecil terlebih dahulu lewat percetakan lokal di Denpasar. Cara ini memudahkan Anda menguji reaksi pasar terhadap desain baru sebelum berkomitmen pada volume cetak besar yang lebih murah per satuan namun berisiko jika desainnya kurang diterima pasar.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

Kenapa desain kemasan minimalis tetap jadi tren?Karena desain yang bersih dan fokus membuat pembeli bisa mengenali produk dalam 3 detik, sementara terlalu banyak elemen justru membuat kemasan terlihat berantakan.

Apa manfaat tipografi pada desain kemasan?Tipografi membuat kemasan bisa “berbicara” lebih banyak dengan elemen visual yang lebih sedikit, dan bisa jadi solusi hemat biaya pengganti logo atau ikon khusus.

Bagaimana cara membuat kemasan tampil berani dan unik?Gunakan warna unik, wadah tidak biasa, atau bahan kemasan berbeda dari kompetitor, bahkan bisa mengemas produk secara terbalik agar menonjol.

Bahan apa saja yang mendukung tren keberlanjutan kemasan?Bahan populer yang bisa didaur ulang antara lain PET, PP, HDPE, kaca, karton, timah, dan aluminium, ditambah label dari kertas batu atau pulp daur ulang.

Kenapa penting memperhatikan generasi konsumen berikutnya?Agar kemasan tetap relevan dengan kebutuhan pasar, disarankan meninjau ulang desain kemasan setiap satu atau dua tahun dibandingkan kompetitor yang sudah sukses.

#botol jar kaca #kemasan botol #tren kemasan botol