Membuat label kemasan tidak bisa sembarangan, ada beberapa aturan yang wajib diperhatikan. Berdasarkan fungsinya, label kemasan terbagi menjadi tiga, yaitu media identifikasi produk seperti jenis produk, nama produk, dan komposisi, media promosi yang dikemas dengan cara menarik, serta pemenuhan aturan hukum.
Karena itu, setiap label kemasan makanan wajib mengikuti sejumlah ketentuan berikut ini, khususnya yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999.
Peraturan Pemerintah No. 69 Tahun 1999

Aturan dalam PP No. 69 Tahun 1999 ini sebenarnya sederhana, tapi sering luput dari perhatian pelaku usaha. Berikut poin-poin utamanya.
Wajib Menggunakan Bahasa Indonesia
Label kemasan wajib menggunakan bahasa Indonesia. Jika ada istilah asing yang belum ada padanan katanya, istilah tersebut masih boleh dipakai.
Namun, jika kamu ingin menambahkan bahasa asing pada label, bahasa Indonesia tetap harus dicantumkan sebagai bahasa utama.
Informasi Harus Benar dan Tidak Menyesatkan

Klaim superlatif atau informasi yang tidak bisa dibuktikan sebaiknya tidak dicantumkan pada label. Contohnya klaim seperti “super halal”, “100% asli”, atau “dipilih dari bahan berkualitas tinggi” tanpa bukti pendukung.
Hal-hal seperti ini sebaiknya dihindari karena bisa menyesatkan konsumen.
Hindari Klaim Produk sebagai Obat
Kasus ini sering terjadi pada produk yang berada di area abu-abu antara obat dan makanan. Contohnya produk madu, yang memang dikenal punya berbagai khasiat.
Namun, jika madu didaftarkan sebagai makanan atau minuman, produsen tidak boleh mencantumkan klaim khasiat tertentu, seperti “menghaluskan wajah” atau “menambah stamina”. Klaim semacam itu hanya boleh dicantumkan jika produk didaftarkan sebagai obat tradisional ke BPOM.
Klaim khasiat juga berkaitan dengan dosis, aturan minum, serta efek samping yang mungkin timbul. Klaim seperti itu punya konsekuensi hukum tersendiri dan berbeda dari klaim sebagai makanan atau minuman biasa.
Jangan Cantumkan Logo atau Nama Institusi Sembarangan
Jika kamu mencantumkan hasil uji laboratorium, misalnya soal kandungan gizi atau vitamin, pastikan nama institusi terkait juga dicantumkan sebagai bukti keabsahan klaim tersebut.
Elemen Wajib pada Label Kemasan Makanan
Selain mengikuti aturan hukum di atas, ada elemen dasar yang sebaiknya selalu ada di label kemasan makanan agar konsumen mendapat informasi lengkap. Berikut beberapa di antaranya.
- Nama produk dan merek dagang yang jelas terbaca.
- Daftar komposisi bahan, termasuk bahan tambahan seperti pengawet atau pewarna.
- Berat bersih atau isi bersih produk.
- Tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa.
- Nomor izin edar (P-IRT atau BPOM) sesuai skala usaha.
- Nama dan alamat produsen atau importir.
Kelengkapan elemen ini penting terutama jika kamu menjual produk memakai kemasan food grade untuk industri kuliner, karena label yang lengkap menambah kepercayaan konsumen sekaligus mempermudah proses perizinan.
Kesalahan Umum dalam Membuat Label Kemasan Makanan
Banyak pelaku usaha kecil membuat label seadanya tanpa memperhatikan keterbacaan atau kelengkapan informasi. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.
- Ukuran font terlalu kecil sehingga sulit dibaca konsumen.
- Tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa secara jelas.
- Menggunakan klaim berlebihan tanpa bukti, seperti dijelaskan pada aturan di atas.
- Label mudah luntur atau terkelupas karena bahan cetak tidak sesuai dengan jenis kemasan, misalnya kemasan frozen food yang disimpan dalam freezer memerlukan label tahan air dan suhu dingin.
Menghindari kesalahan di atas membuat label kemasan makananmu lebih profesional sekaligus sesuai aturan.
Sanksi Jika Melanggar Aturan Label
Pelanggaran terhadap aturan label kemasan makanan bisa berakibat pada teguran, penarikan produk dari pasaran, hingga sanksi administratif dari instansi berwenang. Karena itu, sebaiknya periksa ulang label produkmu sebelum diedarkan secara luas.
Selain aspek hukum, label yang salah juga bisa merusak kepercayaan konsumen terhadap brand, yang dampaknya sering lebih sulit dipulihkan dibanding sekadar sanksi administratif.
Aturan label kemasan makanan memang cukup detail, tapi mematuhinya penting untuk melindungi konsumen sekaligus usahamu dari masalah hukum. Kalau kamu ingin memahami lebih jauh soal peran dan fungsi label kemasan secara umum, kamu bisa membacanya sebagai referensi tambahan. Pastikan juga kemasan yang kamu pakai mendukung kualitas produk dan label agar tetap awet sampai ke tangan konsumen.