Memilih kemasan yang tepat sering terlupakan oleh para pebisnis. Padahal, memilih kemasan produk yang tepat sangat penting bagi kelangsungan produk Anda di pasaran.
Kesalahan memilih kemasan bisa membuat produk yang sudah susah payah melewati proses produksi justru cepat kadaluarsa sebelum waktunya. Lalu, bagaimana cara memilih kemasan yang tepat bagi produk Anda?
Cara Memilih Kemasan Produk yang Tepat
1. Sesuaikan Ukuran Produk dengan Kemasan
Sebelum mengemas produk, sesuaikan dulu ukurannya dengan kemasan. Jangan terlalu besar atau terlalu kecil.
Usahakan masih ada sedikit ruang kosong pada kemasan, bukan supaya isi produk terlihat lebih banyak, tapi untuk menghindari kemasan rusak akibat terlalu penuh. Biasanya penjual kemasan menyediakan beberapa pilihan ukuran yang bisa Anda sesuaikan.
2. Pilih Jenis Kemasan Sesuai Kebutuhan
Selain ukuran, perhatikan juga jenis kemasannya. Anda bisa memilih kemasan transparan, kombinasi, atau full foil sesuai kebutuhan produk Anda.
3. Pilih Fitur yang Tepat
Fitur kemasan juga menentukan apakah kemasan Anda sudah tepat atau belum. Kemasan umumnya punya tiga fitur, yaitu vacuum, zipper, dan valve.
Fitur vacuum biasa digunakan untuk meningkatkan daya tahan atau masa kadaluarsa produk. Fitur zipper melindungi produk dari sinar matahari dan oksigen, biasanya pada kemasan berbahan aluminium foil.
Sementara fitur valve cocok untuk produk yang mengeluarkan gas. Fitur ini membiarkan gas keluar dari kemasan, namun udara dari luar tidak bisa masuk ke dalamnya.
4. Tentukan Material Kemasan yang Tepat
Jika Anda ingin produk tidak cepat basi, gunakan kemasan berbahan nylon. Material ini membuat udara yang sudah keluar tidak bisa masuk kembali, sehingga kemasan bebas dari kuman penyebab basi.
Karena kuman tidak bisa berkembang biak di dalamnya, makanan bisa awet hingga berbulan-bulan.
5. Beberapa Pilihan Material Kemasan untuk Produk Anda
- Stand Up Pouch cocok untuk produk berbentuk cairan. Kemasan ini tebal dan dilengkapi seal dari mesin canggih sehingga cairan tidak mudah bocor. Kemasan ini juga bisa divakum untuk menghilangkan gelembung udara.
- Material Metal OPP mengombinasikan metal di bagian belakang dengan plastik OPP di bagian depan. Tampilannya lebih eksklusif dan mampu menghalau sinar matahari serta oksigen.
- Kombinasi Aluminium Foil dan PET memadukan aluminium foil di bagian belakang dengan plastik OPP di bagian depan. Kombinasi ini juga menghalau sinar matahari dan oksigen sekaligus memberi kesan eksklusif.
- Kombinasi Aluminium Foil dan Zipper menggabungkan keunggulan dari beberapa jenis kemasan sekaligus. Produk tetap terlihat karena bagian depannya transparan, dan zipper memudahkan Anda membuka-tutup kemasan.
- Kombinasi Super Clear dan PP sangat bening sehingga produk terlihat jelas saat dipajang. Kemasan ini juga dilengkapi zipper yang bisa dibuka tutup.
- Kombinasi Pouch Super Clear dan Zipper juga sangat bening sehingga Anda bisa memamerkan produk dengan jelas, ditambah zipper untuk kemudahan buka-tutup.
- Kombinasi Pouch Full Foil terbuat dari plastik aluminium foil yang mampu mencegah sinar matahari dan oksigen masuk. Kemasan ini cocok untuk produk berbentuk bubuk seperti susu.
- Aluminium Foil paling cocok untuk kemasan kopi karena mampu mencegah sinar matahari dan oksigen masuk sehingga aroma kopi tetap terjaga.
Kalau Anda ingin panduan lebih lengkap seputar topik ini, baca juga cara memilih kemasan yang tepat untuk produk bisnis agar keputusan kemasan Anda makin matang.
Pertimbangkan Biaya dan Skala Produksi
Selain jenis, fitur, dan material, faktor biaya kemasan juga harus dihitung secara cermat sebelum menentukan pilihan akhir. Kemasan dengan fitur lengkap seperti kombinasi aluminium foil dan zipper memang menawarkan perlindungan terbaik, tapi harganya juga lebih tinggi dibanding kemasan standar. Untuk usaha yang baru merintis, sebaiknya mulai dari kemasan fungsional yang sesuai kebutuhan dasar produk, lalu tingkatkan kualitas kemasan seiring bertambahnya skala produksi dan omzet.
Perhitungkan juga biaya kemasan per unit terhadap harga jual akhir produk. Jika biaya kemasan terlalu tinggi dibanding nilai produk di dalamnya, margin keuntungan bisa tergerus meski penjualan tetap ramai. Sebaliknya, kemasan yang terlalu murah dan tidak sesuai kebutuhan produk berisiko membuat produk cepat rusak sehingga justru menimbulkan kerugian lebih besar akibat komplain atau retur dari pelanggan.
Kesalahan Umum Saat Memilih Kemasan Produk
Kesalahan yang sering terjadi adalah menyamaratakan kebutuhan kemasan untuk semua jenis produk. Padahal, produk kering seperti kerupuk membutuhkan kemasan yang berbeda dari produk basah seperti sambal atau saus, terutama dari sisi ketahanan terhadap kelembapan dan minyak. Menggunakan satu jenis kemasan untuk semua produk demi menghemat biaya justru bisa menurunkan kualitas dan daya tahan sebagian produk.
Kesalahan lain adalah tidak melakukan uji coba kemasan sebelum produksi massal. Selalu sisihkan waktu untuk menguji kemasan dalam kondisi nyata, misalnya menyimpannya selama beberapa hari pada suhu ruang atau mengirimkannya dalam jarak jauh, agar Anda tahu pasti apakah kemasan tersebut benar-benar sesuai kebutuhan sebelum memesan dalam jumlah besar.
Memilih Pemasok Kemasan yang Bisa Diajak Konsultasi
Bagi pelaku usaha yang belum berpengalaman dalam dunia kemasan, memilih pemasok yang bersedia memberi konsultasi jauh lebih berharga dibanding sekadar mencari harga termurah. Pemasok yang paham karakteristik berbagai jenis produk bisa membantu Anda menghindari kesalahan pemilihan kemasan yang berpotensi merugikan di kemudian hari, misalnya memilih fitur zipper padahal produk sebenarnya lebih cocok dengan fitur vacuum.
Selain itu, pemasok yang berpengalaman biasanya juga bisa memberi rekomendasi berdasarkan tren pasar terkini, termasuk material kemasan baru yang lebih ramah lingkungan atau lebih efisien dari segi biaya. Membangun hubungan kerja sama jangka panjang dengan pemasok semacam ini akan sangat membantu perkembangan bisnis Anda, terutama saat harus melakukan penyesuaian kemasan seiring bertambahnya jenis atau varian produk yang dijual.