Panduan Umum Kemasan

5 Tips Cetak Kemasan Berkualitas untuk Produk Anda

25 Okt 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 3 bagian
  1. 01 Tips Cetak Kemasan Berkualitas untuk Produk Anda
  2. 02 Pastikan Tinta Cetak Aman untuk Kemasan Pangan
  3. 03 Manajemen Warna agar Hasil Cetak Konsisten

tips-cetak-kemasan-berkualitas-untuk-produk

Kemasan yang rapi dan berkualitas bikin produk Anda lebih menarik di mata calon pembeli. Kemasan melindungi isi dari cuaca dan benturan, sekaligus membangun kesan pertama tentang produk Anda.

Karena itu, penting untuk memperhatikan tips cetak kemasan berkualitas sebelum mencetak kemasan produk Anda. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Tips Cetak Kemasan Berkualitas untuk Produk Anda

# Desain

Desain adalah hal pertama yang perlu Anda perhatikan saat mencetak kemasan. Kemasan yang menarik bukan hanya soal isi di dalamnya, tapi juga tampilan luarnya.

Pembeli bisa malas membeli produk Anda lagi kalau kemasannya terlihat kurang menarik. Jadi, pastikan desain kemasan Anda memikat sejak pandangan pertama.

# Kreativitas

Selain desain yang indah, kreativitas juga penting saat merancang kemasan. Kemasan yang kreatif meninggalkan kesan positif bagi orang yang menerimanya.

Anda bisa menuangkan kreativitas lewat bentuk dan ukuran kemasan. Produk yang Anda jual bahkan bisa menjadi inspirasi bentuk kemasannya sendiri.

# Kepraktisan

Kreativitas memang penting, tapi jangan sampai berlebihan hingga mengorbankan kepraktisan. Coba tempatkan diri Anda sebagai pembeli.

Apakah pembeli akan kesulitan membuka kemasan Anda? Apakah kemasan merepotkan proses pengiriman? Jika ya, berarti kemasan Anda kurang praktis.

# Kualitas

Jangan pernah berkompromi soal kualitas cetak kemasan. Sebelum menilai produk di dalamnya, pembeli biasanya menilai kemasannya lebih dulu.

Produk berkualitas tinggi bisa dinilai buruk kalau kemasannya asal-asalan. Karena itu, pilih percetakan kemasan yang mengutamakan kualitas di atas segalanya.

# Pilih Teknik Cetak yang Tepat

Teknik cetak memengaruhi hasil akhir dan biaya produksi kemasan Anda. Kenali dulu beberapa pilihan yang umum dipakai:

  • Cetak digital: cocok untuk jumlah kecil, waktu produksi cepat, tapi biaya per satuan lebih mahal.
  • Cetak offset: lebih hemat untuk jumlah besar, hasil warna lebih presisi dan konsisten.
  • Cetak flexo: pilihan populer untuk kemasan plastik dan label dalam skala menengah hingga besar.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Cetak Kemasan

Banyak pelaku usaha terburu-buru mencetak dalam jumlah besar sebelum menguji desain dan warna pada sampel. Kesalahan lain adalah memilih bahan kemasan yang tidak sesuai dengan jenis produk, sehingga tinta mudah luntur atau kemasan cepat rusak.

Sebaiknya minta contoh cetak (proofing) terlebih dahulu sebelum produksi massal, agar hasil akhir sesuai harapan dan tidak boros biaya cetak ulang.

Pilih Bahan Kemasan yang Cocok dengan Tinta Cetak

Tidak semua bahan kemasan bisa dicetak dengan hasil yang sama bagusnya. Plastik mengkilap misalnya, butuh jenis tinta khusus agar warna tidak mudah luntur atau tergores.

Kertas dan karton biasanya lebih mudah menyerap tinta sehingga warnanya tampak lebih tajam, tapi kurang tahan air dibanding plastik atau laminasi. Konsultasikan pilihan bahan dengan percetakan agar hasil cetak sesuai kebutuhan produk Anda.

Perhatikan Warna dan Kontras agar Mudah Dibaca

Warna kemasan yang kontras dengan teks membuat informasi produk lebih mudah terbaca dari jarak jauh. Hindari kombinasi warna yang terlalu mirip karena bisa membuat logo atau nama produk sulit terlihat di rak yang penuh dengan produk lain.

Berapa Jumlah Minimal Cetak yang Efisien?

Setiap teknik cetak punya jumlah minimal order yang berbeda-beda. Cetak digital cocok untuk kebutuhan kecil karena tidak mengharuskan Anda mencetak dalam jumlah ribuan, sementara cetak offset baru terasa hemat jika volume pesanan cukup besar.

Sebelum memutuskan teknik cetak, hitung dulu proyeksi kebutuhan kemasan Anda dalam beberapa bulan ke depan agar biaya produksi tetap efisien dan tidak ada stok kemasan yang menumpuk terlalu lama.

Simpan Hasil Cetak dengan Benar

Kemasan yang sudah dicetak sebaiknya disimpan di tempat kering dan tidak lembap agar warna dan tinta tidak mudah pudar. Hindari juga menumpuk kemasan cetak terlalu tinggi karena bisa membuat permukaannya tergores atau penyok sebelum sempat dipakai.

Pastikan Tinta Cetak Aman untuk Kemasan Pangan

Jika kemasan Anda bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman, pastikan tinta yang dipakai food grade dan tidak mudah luntur atau bermigrasi ke dalam produk. Tinta berbasis pelarut tertentu bisa berbahaya jika kontak langsung dengan makanan, jadi tanyakan kepada percetakan apakah tinta yang dipakai sudah memenuhi standar keamanan pangan, terutama untuk kemasan yang tidak dilapisi plastik pelindung tambahan.

Manajemen Warna agar Hasil Cetak Konsisten

Warna kemasan yang berbeda-beda antar batch produksi bisa membingungkan konsumen dan menurunkan kesan profesional brand Anda. Gunakan panduan warna standar seperti kode Pantone saat berkomunikasi dengan percetakan, agar warna logo dan kemasan tetap konsisten meski Anda mencetak ulang di waktu maupun percetakan yang berbeda.

Kapan Waktu Tepat Beralih dari Cetak Digital ke Offset?

Selama volume produksi Anda masih kecil dan sering berganti desain, cetak digital tetap jadi pilihan paling fleksibel. Namun begitu permintaan mulai stabil dan volume produksi meningkat signifikan, beralih ke cetak offset bisa menekan biaya per satuan kemasan secara signifikan dalam jangka panjang.

Itulah beberapa tips cetak kemasan berkualitas untuk produk Anda. Jika Anda pelaku usaha minuman kemasan dan membutuhkan botol kemasan berkualitas, cek pilihan botol kemasan aneka minuman atau pelajari tips desain kemasan makanan agar hasil cetak dan desain kemasan Anda semakin maksimal.

Gudang Kemasan siap membantu. Hubungi kami atau datang langsung ke toko untuk konsultasi kemasan yang sesuai kebutuhan usaha Anda.

Pilih Jenis Laminasi Sesuai Kesan yang Diinginkan

Laminasi doff memberi kesan elegan dan minim pantulan cahaya, cocok untuk produk kelas premium. Sebaliknya, laminasi glossy memberi kesan cerah dan mencolok, lebih cocok untuk produk yang menyasar segmen anak muda. Pertimbangkan juga bahwa laminasi doff cenderung lebih tahan terhadap noda sidik jari dibanding glossy.