Peringatan Keamanan: Nomor WhatsApp lama 0877-0206-3388 telah diretas dan tidak lagi kami gunakan — mohon abaikan pesan dari nomor tersebut. Nomor resmi kami sekarang: 0819-2999-9363.
Panduan Umum Kemasan

6 Tips Memilih Kemasan Produk agar Tampil Menarik

01 Jan 2020 • Oleh Heni Nurhayati

Keberhasilan sebuah produk bukan hanya soal kualitas isinya, tapi juga cara mengemasnya. Kemasan yang asal-asalan bisa menurunkan nilai jual meski produknya sebenarnya berkualitas.

Kemasan punya peran penting dalam penjualan. Sebelum tertarik membeli, calon konsumen biasanya melihat kemasan terlebih dahulu.

Kemasan yang baik tidak hanya menarik calon konsumen, tapi juga meningkatkan nilai jual produk. Kemasan bisa menjadi identitas atau ikon dari produk yang sedang Anda kembangkan, sehingga pelanggan selalu mengingatnya.

Tips Memilih Kemasan Produk agar Lebih Menarik

1. Sesuaikan dengan Target Market

Saat mengembangkan produk, tentu Anda punya target market tertentu. Dari sana, Anda bisa menentukan kemasan yang paling cocok digunakan.

Kemasan untuk segmen anak-anak tentu berbeda dengan kemasan untuk remaja atau orang dewasa. Kemasan yang tidak sesuai target konsumen bisa membuat penjualan tidak sesuai harapan, jadi perhatikan betul target pasar produk Anda.

2. Tonjolkan Estetika dan Kenyamanan

Selain kualitas produk, tampilan kemasan botol yang menarik juga harus menonjol secara estetika agar konsumen tertarik. Nilai estetika kemasan mampu meningkatkan nilai jual produk.

Kemasan juga perlu punya nilai ergonomis yang nyaman, baik bagi konsumen maupun penjual. Kemasan yang praktis dibawa dan dipegang membuat konsumen lebih mudah menikmati produk Anda.

3. Punya Ciri Khas Tersendiri

Pilih kemasan dengan bentuk unik dan berbeda agar produk lebih menarik di mata konsumen. Misalnya untuk produk cair, ada beragam jenis botol kemasan dengan bentuk khas yang bisa jadi inspirasi. Ciri khas ini bisa datang dari desain maupun bentuk kemasan yang Anda pilih.

4. Perhatikan Ukurannya

Pilih ukuran kemasan yang sesuai dengan produk dan target market yang dibidik. Misalnya, jika target konsumen adalah anak-anak, pastikan ukuran kemasan tidak terlalu besar.

Kemasan yang terlalu besar atau terlalu kecil berisiko membuat produk mudah rusak. Pastikan ukuran kemasan benar-benar pas untuk produk yang ditawarkan.

5. Buat Edisi Spesial

Manfaatkan momen spesial yang banyak dinantikan orang dengan membuat kemasan edisi terbatas atau limited edition. Berkreasilah dengan ide-ide segar agar kemasan edisi spesial ini makin menarik perhatian konsumen.

Momen seperti Lebaran, hari kemerdekaan, Natal, dan tahun baru bisa jadi ide menarik perhatian konsumen.

6. Cantumkan Informasi yang Lengkap

Setelah kemasan produk Anda punya desain dan bentuk yang menarik, jangan lupa tambahkan informasi penting secara jelas dan detail.

Informasi ini membantu konsumen mengetahui produk Anda secara lebih detail, termasuk kelebihan dan keunikannya dibanding produk lain. Informasi tersebut meliputi nama produk, tanggal kedaluwarsa, manfaat, kandungan, komposisi bahan, dan nomor izin edar.

7. Pertimbangkan Kemasan Ramah Lingkungan

Selain menarik secara visual, kemasan yang ramah lingkungan kini menjadi nilai tambah tersendiri di mata konsumen. Bahan seperti kertas kraft, plastik daur ulang, atau kemasan biodegradable menunjukkan bahwa bisnis Anda peduli terhadap dampak lingkungan, sekaligus bisa menjadi pembeda dari kompetitor yang masih memakai kemasan konvensional.

Anda tidak harus mengubah seluruh lini kemasan sekaligus. Mulai dari produk andalan Anda terlebih dahulu, lalu evaluasi respons pasar sebelum menerapkannya ke produk lain.

8. Sesuaikan Anggaran Kemasan dengan Harga Jual Produk

Kemasan yang bagus memang penting, tapi biayanya perlu proporsional dengan harga jual produk. Sebagai patokan sederhana, biaya kemasan sebaiknya tidak menghabiskan porsi terlalu besar dari margin keuntungan, agar bisnis tetap sehat secara finansial.

Lakukan simulasi biaya kemasan terhadap harga jual sebelum memutuskan jenis kemasan yang akan dipakai secara rutin dalam produksi.

9. Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memilih Kemasan Produk

Beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari antara lain memilih kemasan hanya berdasarkan tren tanpa mempertimbangkan karakter produk, mengabaikan uji coba kemasan sebelum produksi massal, serta tidak memperhitungkan biaya kemasan dalam struktur harga jual sejak awal.

10. Perhatikan Kenyamanan Penyimpanan bagi Konsumen

Selain menarik dilihat, kemasan yang baik juga perlu mudah disimpan oleh konsumen di rumah, misalnya bisa berdiri tegak di rak atau lemari, serta mudah ditutup kembali setelah dibuka. Kemasan yang merepotkan saat disimpan berisiko membuat konsumen beralih ke produk kompetitor yang lebih praktis.

11. Lakukan Riset Kemasan Kompetitor Secara Berkala

Mengamati tren kemasan dari kompetitor sejenis membantu Anda mendapatkan inspirasi sekaligus mengetahui standar yang berlaku di industri Anda. Namun, jadikan riset ini sebagai referensi, bukan untuk meniru persis, agar produk Anda tetap punya ciri khas yang membedakannya dari kompetitor.

12. Sesuaikan Kemasan dengan Musim atau Momen Penjualan

Beberapa produk mengalami lonjakan penjualan pada momen tertentu, seperti musim liburan di Bali yang ramai wisatawan. Manfaatkan momen ini dengan kemasan bertema khusus yang relevan dengan suasana, sehingga produk Anda lebih menonjol dibanding hari-hari biasa.

13. Jangan Lupa Uji Ketahanan Kemasan terhadap Cuaca

Khusus untuk produk yang dijual di area luar ruangan atau destinasi wisata, pastikan kemasan tahan terhadap kelembapan dan panas, karena kemasan yang cepat rusak akibat cuaca bisa menurunkan kesan pertama konsumen terhadap produk Anda.

14. Libatkan Tim Produksi dalam Proses Pemilihan Kemasan

Sebelum menetapkan kemasan baru, libatkan tim produksi untuk menilai kepraktisan kemasan dari sisi teknis, misalnya kemudahan pengisian dan penyegelan. Kemasan yang menarik secara desain namun sulit diproduksi secara efisien justru bisa memperlambat operasional bisnis Anda sehari-hari.

15. Perbarui Kemasan Secara Berkala Mengikuti Tren

Tren desain kemasan terus berkembang dari waktu ke waktu. Lakukan pembaruan kemasan secara berkala, misalnya setiap satu hingga dua tahun sekali, agar produk Anda tidak terkesan ketinggalan zaman dibanding kompetitor yang terus berinovasi.

Itulah beberapa tips memilih kemasan produk agar tampil lebih menarik dan bernilai jual tinggi. Untuk produk kosmetik, simak juga cara membuat desain kemasan kosmetik yang lebih menjual agar semakin sesuai target pasar. Jika Anda sedang mencari kemasan yang cocok untuk produk Anda, kunjungi laman gudangkemasan.com. Di sana tersedia berbagai jenis kemasan dengan aneka bentuk dan ukuran, harga bersaing. Semoga bermanfaat!