Kemasan Makanan

Cara Memilih Kemasan Usaha Kuliner yang Aman dan Tepat

24 Apr 2019 Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 3 bagian
  1. 01 Tips Memilih Kemasan Usaha Kuliner yang Aman
  2. 02 Memilih Kemasan Berdasarkan Jenis Makanan
  3. 03 Manfaat Kemasan yang Tepat bagi Reputasi Usaha Kuliner

Usaha kuliner menjadi salah satu peluang bisnis yang banyak diminati karena berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, yaitu pangan.

Coba perhatikan sekitar Anda. Ada banyak pedagang makanan, mulai dari gerobak gorengan, warung, hingga depot kecil. Persaingan di bidang ini pun semakin ketat.

Konsumen kini semakin cerdas dan selektif dalam memilih makanan. Variasi menu dan rasa saja tidak cukup jika tidak dibarengi kebersihan dan keamanan pangan.

Salah satu faktor yang diperhatikan konsumen adalah kemasan usaha kuliner yang digunakan untuk membungkus makanan.

Tips Memilih Kemasan Usaha Kuliner yang Aman

Bagi Anda yang berencana membuka usaha kuliner, kenali dulu beberapa jenis kemasan yang aman digunakan berikut ini.

Pilih Kemasan yang Kedap Udara

Kemasan kedap udara mencegah kontaminasi dari debu atau udara luar sehingga kualitas makanan tetap terjaga.

Pilih Kemasan yang Tahan Air

Kemasan berbahan plastik paling banyak digunakan dalam usaha kuliner karena tahan air dan fleksibel.

Namun tidak semua plastik aman untuk makanan. Gunakan kemasan plastik bening atau putih, terutama untuk makanan panas.

Hindari kemasan plastik berwarna, khususnya hitam, karena mengandung zat kimia yang bisa mengganggu kesehatan jika terkena panas.

Beri Lapisan pada Kemasan Styrofoam

Kemasan styrofoam tidak sepenuhnya aman karena berisiko melarutkan zat kimia ke dalam makanan.

Untuk mengurangi risiko ini, gunakan alas tambahan seperti daun atau kertas minyak sebelum makanan dimasukkan ke styrofoam.

Pastikan Ada Sirkulasi Udara

Makanan yang bersuhu tinggi setelah diolah membutuhkan sirkulasi udara. Sesuaikan sirkulasi ini dengan jenis makanan yang dikemas.

Hindari Kertas Koran atau Bekas Cetakan

Jangan gunakan kertas koran, majalah, atau kertas bekas cetakan sebagai pembungkus makanan langsung, terutama makanan panas.

Selain kebersihannya diragukan, tinta yang terkena panas bisa terurai menjadi zat kimia berbahaya bagi kesehatan.

Sebagai gantinya, gunakan kertas minyak atau tisu khusus makanan sebagai alas penyerap minyak.

Memilih Kemasan Berdasarkan Jenis Makanan

Selain memperhatikan bahan kemasan secara umum, penting juga menyesuaikan jenis kemasan dengan karakter makanan yang dijual.

  • Makanan berkuah panas – gunakan wadah tahan panas dan kedap bocor agar kuah tidak tumpah selama pengiriman.
  • Makanan beku atau frozen food – butuh kemasan yang tahan suhu rendah dan tidak mudah robek. Referensi lengkapnya ada di artikel kemasan frozen food anti bocor dan tahan beku.
  • Makanan kering atau bubuk – pilih kemasan kedap udara seperti toples plastik agar produk tidak mudah lembap. Anda bisa melihat pilihannya di katalog toples dan jar plastik kami.
  • Minuman kemasan – pastikan botol yang dipakai food grade dan sesuai kode plastik yang aman, seperti dijelaskan pada artikel panduan kode plastik food grade 1-7.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pelaku Usaha Kuliner Baru

Banyak pelaku usaha baru memilih kemasan hanya berdasarkan harga termurah tanpa memeriksa apakah kemasan tersebut aman untuk makanan. Kesalahan lain adalah menggunakan satu jenis kemasan untuk semua produk, padahal setiap jenis makanan punya kebutuhan perlindungan yang berbeda. Terlalu sering menggunakan kembali kemasan sekali pakai juga berisiko menurunkan kualitas dan keamanan makanan yang dijual.

Dengan memperhatikan kemasan usaha kuliner yang digunakan, Anda tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjaga kesehatan konsumen. Hal ini akan meningkatkan kredibilitas bisnis Anda di mata pelanggan.

Manfaat Kemasan yang Tepat bagi Reputasi Usaha Kuliner

Kemasan yang aman dan rapi tidak hanya melindungi makanan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pelanggan saat menerima pesanan. Kemasan yang bersih dan tidak bocor memberi kesan bahwa usaha Anda serius menjaga kualitas dan higienitas produk.

Dalam jangka panjang, konsistensi dalam memilih kemasan yang aman dapat membangun kepercayaan pelanggan, mendorong repeat order, dan bahkan menjadi nilai jual tersendiri dibanding kompetitor yang kurang memperhatikan aspek ini.

Melabeli Kemasan dengan Informasi yang Jelas

Selain memilih bahan kemasan yang aman, cantumkan juga informasi dasar seperti nama produk, tanggal produksi, dan cara penyimpanan pada kemasan. Informasi ini membantu konsumen menilai kesegaran makanan sekaligus menambah kesan profesional pada usaha kuliner Anda.

Kemasan untuk Usaha Kuliner yang Melayani Pesanan Online dan Delivery

Sejak layanan ojek online semakin populer, kebutuhan kemasan makanan pun ikut berubah. Kemasan yang dulu hanya perlu tahan di lokasi penjualan, kini juga harus tahan perjalanan yang bisa memakan waktu belasan hingga puluhan menit, melewati guncangan kendaraan, dan perbedaan posisi selama pengiriman.

  • Gunakan wadah dengan penutup rapat atau sistem kunci (locking system) agar kuah atau saus tidak tumpah saat kendaraan melewati jalan tidak rata.
  • Pisahkan kemasan untuk makanan dan saus atau sambal, sehingga tekstur makanan tidak menjadi lembek selama perjalanan.
  • Tambahkan segel stiker pada kemasan sebagai bukti bahwa makanan belum dibuka sejak dikemas, sekaligus menambah kesan higienis di mata pelanggan.
  • Pertimbangkan kemasan yang bisa ditumpuk rapi di dalam tas pengiriman driver, agar makanan sampai dalam kondisi tidak tumpah atau tertindih.

Menyesuaikan Ukuran Kemasan dengan Porsi Makanan

Kesalahan yang sering luput dari perhatian adalah menggunakan satu ukuran kemasan untuk semua jenis porsi. Kemasan yang terlalu besar dibanding isinya membuat makanan mudah bergeser dan tumpah, sementara kemasan yang terlalu kecil berisiko meluber saat ditutup.

Idealnya, sediakan beberapa varian ukuran kemasan sesuai porsi menu yang dijual, misalnya ukuran kecil untuk porsi anak atau camilan, dan ukuran sedang hingga besar untuk menu utama. Selain membuat tampilan lebih rapi, penyesuaian ukuran kemasan ini juga membantu mengontrol biaya, karena Anda tidak perlu memakai kemasan besar dan mahal untuk porsi yang sebenarnya kecil.