
Menciptakan produk yang layak dijual di ritel adalah pencapaian membanggakan. Tapi bagaimana cara mengemas produk agar mendapat keuntungan terbaik saat dijual?
Desain kemasan produk yang tepat dapat meningkatkan penjualan untuk seluruh bisnis Anda. Berikut tiga langkah yang perlu Anda ikuti saat bekerja sama dengan desainer kemasan untuk pertama kalinya.
Cara Membuat Desain Kemasan Produk agar Tampak Memukau
Langkah 1: Pilih Bahan yang Tepat
Saat memilih jenis kemasan, pilihannya bisa sangat banyak. Perusahaan pengemasan berpengalaman bisa membantu Anda menentukan mana yang paling sesuai. Pilihan umum meliputi kotak kardus, kemasan bergelombang, polybag dengan topper, kartu pendukung, dan kotak bening.
Jika desain kemasan berkelanjutan menjadi perhatian Anda, ikuti tren sustainability kemasan yang mengedepankan reuse dan recycle dan tanyakan bahan mana yang dapat terurai atau jenis kemasan apa yang bisa dibuat dari bahan daur ulang. Hindari juga menggunakan kemasan yang lebih besar dari yang sebenarnya diperlukan.
Reseller biasanya menuntut kemasan produk yang seefisien mungkin agar rak mereka bisa memuat lebih banyak barang. Pastikan pengurangan bahan kemasan tidak membuat produk lebih mudah rusak.
Jika kemasan Anda menggunakan bahan daur ulang dalam jumlah besar, tambahkan simbol daur ulang dan informasi kandungannya agar pelanggan tahu pilihan bahan yang Anda gunakan.
Langkah 2: Perhatikan Copy dengan Cermat
Desain kemasan yang kreatif tidak hanya bergantung pada psikologi warna kemasan atau gambar yang eye-catching. Keduanya penting, tapi copy atau tulisan yang jelas dan tepat sasaran juga sama pentingnya agar kemasan bisa menjual produk Anda.
Dibutuhkan keseimbangan elemen yang tepat agar produk menonjol di rak yang ramai. Desain yang baik langsung mengenalkan merek dan menuntun pembeli memahami pesannya secara bertahap.
Kuncinya adalah melibatkan audiens utama dan sekunder Anda lewat visual dan tulisan yang meyakinkan mereka bahwa produk Anda bisa menyelesaikan masalah mereka.
Kemasan sebaiknya menjelaskan semua yang perlu diketahui konsumen agar mereka yakin membeli produk Anda. Namun jika konsumen memang tidak membutuhkan produk tersebut, kemasan sebaik apa pun tidak akan mengubah pikiran mereka.
Saat menentukan konten yang perlu ditampilkan, hati-hati agar tidak membebani kemasan dengan terlalu banyak informasi. Anda hanya punya sekitar 3 detik untuk menarik perhatian pembeli.
Ruang kosong adalah teman Anda. Mengisi setiap sudut kemasan dengan tulisan dan foto memang membuat semua informasi tersampaikan, tapi justru membuatnya sulit dibaca sehingga pelanggan mengabaikannya dan beralih ke produk lain.
Langkah 3: Jaga Konsistensi Brand
Branding adalah bagian penting dari desain kemasan produk, dan cara memaksimalkan branding lewat kemasan yang menonjol perlu dipikirkan sejak awal. Jika Anda memiliki merek yang sudah dikenal secara online, tampilkan secara jelas pada kemasan ritel agar pembeli memilih produk Anda dibanding produk serupa lainnya.
Menurut Forrester Reports, sejak tahun 2011 web sudah memengaruhi lebih dari 1 triliun dolar AS dalam penjualan ritel, dan angka ini terus meningkat.
Pengalaman produk dan merek yang baik membantu mengarahkan pengunjung ke situs web Anda, dan membuat pelanggan lebih mungkin membeli produk atau layanan lain dari Anda.
Bangun branding perusahaan secara konsisten, mulai dari kemasan produk hingga desain situs web. Ini cara cerdas untuk memaksimalkan penjualan dari pelanggan yang sudah ada.
Cara mudahnya adalah bekerja sama dengan perusahaan yang memahami branding serta menawarkan desain kemasan khusus dan pengembangan situs web.
Uji Coba Kemasan Sebelum Produksi Massal
Setelah tiga langkah di atas selesai, jangan langsung memesan kemasan dalam jumlah besar. Buat dulu sampel atau prototipe kemasan untuk menguji bagaimana tampilannya di rak, seberapa mudah dibuka konsumen, dan apakah ukurannya cukup melindungi produk selama pengiriman.
Uji coba ini juga membantu Anda menghitung ulang anggaran, karena harga kemasan bisa berubah signifikan tergantung jenis bahan, teknik cetak, dan jumlah minimum pemesanan (MOQ) dari pemasok kemasan.
Mempertimbangkan Biaya dan Minimum Order Kemasan
Setiap pemasok kemasan biasanya punya minimum order berbeda-beda, mulai dari ratusan hingga ribuan pcs, tergantung tingkat kustomisasi desainnya. Kemasan dengan cetakan sederhana pada bahan standar umumnya punya MOQ lebih rendah dibanding kemasan dengan bentuk khusus atau warna custom.
Bagi bisnis yang baru merintis, mulailah dengan kemasan semi-custom, misalnya botol atau kotak standar yang diberi label dan stiker desain sendiri. Setelah skala penjualan bertambah dan arus kas lebih stabil, baru pertimbangkan investasi kemasan full custom dengan cetakan langsung pada badan kemasan.
Waktu Produksi yang Perlu Diperhitungkan
Lead time produksi kemasan custom biasanya lebih lama dibanding kemasan stok, apalagi jika melibatkan proses cetak atau pembuatan cetakan (mold) baru. Rencanakan pemesanan kemasan jauh-jauh hari sebelum target peluncuran produk, agar Anda tidak terburu-buru dan tetap punya waktu untuk revisi desain jika diperlukan.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
Apa tiga langkah membuat desain kemasan produk?Tiga langkahnya adalah memilih bahan kemasan yang tepat, memperhatikan copy atau tulisan dengan cermat, dan menjaga konsistensi brand.
Bahan kemasan apa saja yang umum digunakan untuk produk ritel?Pilihan umum meliputi kotak kardus, kemasan bergelombang, polybag dengan topper, kartu pendukung, dan kotak bening.
Kenapa copy atau tulisan pada kemasan itu penting?Copy yang jelas membantu menjelaskan produk dan menarik perhatian pembeli, mengingat Anda hanya punya sekitar 3 detik sebelum pembeli beralih ke produk lain.
Kenapa konsistensi brand penting dalam desain kemasan?Branding yang konsisten mulai dari kemasan hingga situs web membantu pembeli mengenali produk dan meningkatkan kemungkinan mereka membeli produk lain dari merek yang sama.