Kemasan Makanan

Cara Membuat Kemasan Makanan Ringan yang Menarik

29 Apr 2019 Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Cara Membuat Kemasan Makanan Ringan
  2. 02 Perbandingan Jenis Kemasan untuk Makanan Ringan

Dalam bisnis kuliner, kemasan makanan ringan adalah hal pertama yang dilihat konsumen dan sering menjadi daya tarik utama produk Anda.

Karena itu, pemilihan dan pembuatan kemasan makanan ringan harus benar-benar diperhatikan agar hasil akhirnya menampilkan desain unik kemasan makanan ringan yang mampu bersaing di pasaran.

Makanan ringan digemari banyak orang, mulai dari camilan gurih seperti keripik hingga camilan manis seperti biskuit. Sayangnya, banyak yang masih dikemas dengan cara biasa saja, seperti plastik polos berlabel.

Berikut beberapa tips membuat kemasan makanan ringan agar tampak lebih menarik.

Cara Membuat Kemasan Makanan Ringan

Buat Desain yang Menarik dan Unik

Desain adalah hal pertama yang harus diperhatikan. Buat desain seunik dan semenarik mungkin agar konsumen tertarik membeli produk Anda dalam sekali lihat.

Misalnya, kemasan keripik dengan desain bergambar celana jeans atau kemasan bergambar senyum lebar. Contoh kemasan seperti ini sedang populer di Indonesia.

Pilih Warna Cerah untuk Menarik Perhatian

Selain desain, pemilihan warna kemasan juga memengaruhi minat konsumen. Warna cerah cenderung lebih menarik perhatian pembeli.

Anda juga bisa menggunakan kemasan berwarna mengkilat agar produk terlihat lebih menonjol dan berkesan mewah.

Pastikan Kemasan Praktis Digunakan

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, kemasan makanan ringan sebaiknya praktis dan mudah dibawa ke mana-mana.

Buat kemasan yang memungkinkan konsumen menyimpannya kembali jika makanan ringan tidak habis dalam sekali konsumsi, misalnya dengan memakai standing pouch dengan zipper yang mudah dibuka tutup berulang kali.

Cantumkan Informasi Produk pada Kemasan

Cantumkan komposisi produk pada kemasan makanan ringan Anda. Selain itu, sertakan juga kandungan gizi, izin BPOM, dan tanggal kedaluwarsa.

Informasi ini memberikan jaminan keamanan bagi konsumen. Anda juga bisa menambahkan kutipan menarik atau fakta ringan seputar produk sebagai nilai tambah.

Perhatikan Pemilihan Bahan Kemasan

Hal terakhir dan paling penting adalah memilih bahan kemasan yang aman untuk makanan.

Pilih kemasan yang mampu melindungi makanan di dalamnya agar tahan lebih lama, sehingga kualitas produk tetap terjaga. Untuk produk beku atau camilan yang perlu disimpan dingin, pertimbangkan juga kemasan anti bocor dan tahan beku agar tekstur makanan tetap terjaga.

Perbandingan Jenis Kemasan untuk Makanan Ringan

  • Plastik standing pouch: praktis, bisa berdiri sendiri di rak, dan mudah ditambahkan zipper untuk dibuka tutup ulang.
  • Plastik polos dengan sealer: lebih murah, tapi kurang praktis karena harus dibuka dengan gunting dan sulit ditutup ulang.
  • Kemasan aluminium foil: melindungi produk dari cahaya dan udara lebih baik, cocok untuk camilan yang mudah tengik atau melempem.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kemasan Makanan Ringan

  • Pastikan bahan kemasan tidak bereaksi dengan minyak atau bumbu pada camilan Anda.
  • Perhatikan ketebalan plastik agar kemasan tidak mudah sobek selama pengiriman.
  • Sesuaikan ukuran kemasan dengan porsi yang ingin Anda jual, baik ukuran kecil untuk snack maupun ukuran besar untuk keluarga.

Kesalahan Umum dalam Mengemas Makanan Ringan

  • Menggunakan kemasan yang tidak kedap udara sehingga camilan cepat melempem.
  • Desain terlalu ramai sehingga nama produk justru kurang menonjol.
  • Lupa mencantumkan tanggal produksi dan kedaluwarsa pada kemasan.

Menentukan Ukuran Kemasan yang Tepat untuk Berbagai Segmen

Ukuran kemasan juga memengaruhi keputusan pembelian. Kemasan kecil sekali makan cocok untuk konsumen yang ingin mencoba produk baru atau sebagai camilan perjalanan. Sementara kemasan besar lebih cocok untuk konsumsi keluarga atau acara berkumpul. Menyediakan beberapa pilihan ukuran bisa membantu Anda menjangkau lebih banyak segmen konsumen sekaligus.

Perhatikan juga bagaimana kemasan akan dipajang, baik di rak toko fisik maupun dalam foto produk untuk penjualan online. Kemasan yang bisa berdiri tegak dan terlihat rapi saat dipajang umumnya lebih mudah menarik perhatian dibanding kemasan yang mudah kempes atau miring.

Menentukan Minimum Order untuk Kemasan Custom Makanan Ringan

Salah satu pertimbangan penting saat ingin mencetak kemasan custom adalah jumlah minimum order yang disyaratkan supplier. Kemasan dengan cetakan penuh warna biasanya membutuhkan jumlah pesanan lebih besar agar biaya produksinya efisien, sementara kemasan polos dengan stiker label terpisah bisa dipesan dalam jumlah lebih kecil. Bagi usaha rumahan yang baru mulai, memakai kombinasi kemasan standing pouch polos dengan stiker custom sering kali jadi solusi paling hemat sebelum beralih ke kemasan cetak penuh saat skala produksi sudah lebih besar.

Menghitung proyeksi penjualan bulanan sebelum memesan kemasan dalam jumlah besar juga penting, agar stok kemasan tidak menumpuk dan modal usaha tidak tertahan pada bahan baku yang belum terpakai.

Kemasan Ramah Lingkungan untuk Makanan Ringan

Semakin banyak konsumen yang memperhatikan dampak lingkungan dari kemasan sekali pakai, termasuk untuk produk makanan ringan. Beberapa alternatif yang mulai populer antara lain kemasan berbahan plastik daur ulang, kertas kraft berlapis food grade, atau plastik biodegradable yang lebih mudah terurai. Meski harganya cenderung sedikit lebih mahal dibanding plastik konvensional, kemasan ramah lingkungan bisa menjadi nilai jual tambahan, terutama untuk menyasar segmen konsumen yang peduli terhadap isu keberlanjutan.

Sebelum beralih sepenuhnya, pastikan kemasan ramah lingkungan yang dipilih tetap mampu menjaga kerenyahan dan kesegaran produk, karena fungsi utama kemasan tetap harus diutamakan di atas pertimbangan tren semata.

Menjaga Konsistensi Kualitas Cetak Kemasan di Setiap Produksi

Perbedaan hasil cetak antar batch produksi kemasan, seperti warna yang lebih pudar atau posisi logo yang bergeser, bisa membuat tampilan produk Anda terlihat kurang profesional jika dipajang berdampingan di rak toko. Simpan file desain final dengan spesifikasi warna yang jelas, dan gunakan supplier percetakan yang sama secara konsisten untuk menjaga keseragaman hasil cetak di setiap kali pemesanan.

Melakukan pengecekan kualitas sederhana pada setiap batch kemasan yang baru datang juga membantu Anda menghindari kemasan cacat cetak lolos ke tangan konsumen.

Bisnis makanan ringan terus berkembang, baik dalam skala besar maupun rumahan. Persaingannya pun semakin ketat, sehingga setiap pengusaha perlu terus berinovasi.

Salah satu bentuk inovasi bisa dilakukan lewat kemasan. Kini kemasan makanan ringan tidak terbatas pada plastik transparan atau aluminium foil saja, tetapi juga semakin beragam desainnya.