Membuat label kemasan makanan ringan yang tepat menjadi salah satu strategi penting untuk menunjang keberhasilan pemasaran produk Anda.
Label yang jelas menunjukkan kualitas produk sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap merek Anda.
Saat ini ada berbagai jenis makanan ringan dengan aneka rasa yang sering disebut snack. Sebagian besar produk ini berasal dari usaha rumahan atau UKM.
Banyak produk makanan ringan kini mulai memperhatikan tampilan kemasan yang menarik, lengkap dengan nama produk, label, atau stiker. Diperlukan keterampilan dalam membuat logo dan desain yang menarik perhatian konsumen.
Hal yang Harus Dicantumkan pada Label Kemasan Makanan
Ada empat poin utama yang perlu diperhatikan pemilik usaha saat mendesain label kemasan makanan ringan.
- Sertifikasi halal
- Izin Depkes
- Izin PIRT
- Izin dari BPOM
Sertifikasi Halal
Nama brand produk makanan ringan sebaiknya disertai sertifikasi halal dari MUI. Sertifikasi ini memberi ketenangan bagi konsumen saat mengonsumsi produk Anda.
Izin Depkes
Izin Depkes dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan daerah setempat, ditulis sebagai Depkes RI P-IRT No. XXXXX pada label kemasan. Artinya, Departemen Kesehatan RI Pangan Industri Rumah Tangga nomor sekian.
Izin PIRT
Izin PIRT diberikan untuk produk makanan dari usaha rumah tangga atau Industri Skala Rumahan (ISR) dengan omzet di bawah Rp10.000.000. Contoh produknya seperti keripik, kerupuk, atau sambal.
Izin BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi peredaran obat-obatan dan makanan di Indonesia.
BPOM memeriksa apakah makanan yang beredar sudah memenuhi standar keamanan, manfaat, dan mutu produk sebelum beredar luas di masyarakat.
Izin ini dikeluarkan untuk produsen skala besar dengan tulisan BPOM RI MD No. XXXXX untuk produk dalam negeri, dan BPOM RI ML No. XXXXX untuk produk luar negeri.
Sablon Plastik atau Sablon Kertas, Mana yang Lebih Baik?
Label dengan Sablon Plastik
Sablon plastik adalah teknik mencetak gambar langsung pada media plastik. Teknik ini biasa digunakan untuk wadah makanan.
Kemasan hasil sablon plastik terlihat lebih rapi dan higienis karena tidak ada kertas atau benda lain di dalam kemasan makanan.
Namun, sablon plastik membutuhkan biaya lebih mahal dibandingkan sablon kertas. Ini bisa menambah beban biaya produksi, terutama bagi usaha rumahan yang baru mulai.
Label dengan Sablon Kertas
Mencetak label di atas kertas dengan sablon kertas biayanya lebih murah dibandingkan sablon plastik.
Sayangnya, banyak makanan ringan diolah dengan cara digoreng. Jika kandungan minyak meresap ke label kertas, tinta bisa luntur dan berbahaya bagi kesehatan.
Solusinya, masukkan label kertas ke dalam plastik kecil dan tipis, lalu letakkan di bagian depan kemasan makanan Anda.
Itulah penjelasan cara membuat label kemasan makanan ringan. Jika Anda memiliki usaha makanan ringan dan membutuhkan kemasan yang sesuai, silakan pesan di Gudang Kemasan kami. Kami siap menjadi solusi kemasan untuk bisnis Anda.