Apakah Anda masih bingung bagaimana cara mendesain kemasan produk agar terlihat menarik? Banyak pelaku bisnis pemula mengalami kebingungan yang sama, apalagi saat baru merintis usaha kemasan.
Jangan khawatir, kali ini kami akan membahas cara mendesain kemasan produk Anda dengan cara yang sederhana dan mudah dipraktikkan. Berikut penjelasannya.
Tips Cara Mendesain Kemasan Produk agar Menarik
1. Gaya Origami untuk Kemasan Unik
Kemasan dengan lipatan ala origami selalu berhasil mencuri perhatian. Desain berlipat yang terinspirasi origami bisa mengubah kemasan biasa menjadi karya seni yang unik.
Banyak desain origami justru sederhana di bagian intinya, namun tampil beda dari kemasan pada umumnya. Contohnya kemasan garam mandi yang dilipat rapi, terasa nyaman dipegang, mudah dibawa, dan tampak cantik dengan hiasan irisan jeruk kering.
Jika Anda ingin membuat desain origami sendiri, coba dulu dengan kertas biasa sebelum mengerjakannya di komputer. Cara ini membantu Anda membayangkan bagaimana bentuk 2D akan berubah menjadi kemasan 3D yang nyata.
Gaya origami memang tidak selalu paling praktis atau paling murah untuk diproduksi. Namun gaya ini unggul jika Anda ingin kemasan tampil maksimal secara visual.
2. Kemasan Sederhana dengan Label Simpel
Jika origami mengutamakan keindahan bentuk, label sederhana menawarkan kepraktisan. Anda bisa menempelkan label langsung ke botol, atau membungkusnya longgar di sekitar produk.
Cara ini mudah didesain karena tidak perlu memikirkan lipatan rumit. Biayanya juga murah, sehingga cocok jika anggaran kemasan Anda terbatas.
Bukan berarti label sederhana kekurangan nilai jual. Label yang didesain dengan baik tetap bisa memberi kesan mewah, seperti pada kemasan sabun buatan rumahan.
Label jenis ini pas untuk toko kecil atau usaha rumahan yang ingin kemasan bermerek dengan biaya hemat. Anda juga bisa mengedit dan mengubah ukurannya dengan cepat untuk berbagai varian produk.
3. Biarkan Tipografi Menjual Produk Anda
Pemilihan huruf ternyata bisa mengubah kesan sebuah produk. Huruf serif klasik membuat produk terasa mewah, sementara huruf sans serif memberi kesan modern dan trendi.
Kemasan botol wine dan bir sering menjadi contoh terbaik soal ini. Label sampanye biasanya memakai huruf serif tradisional agar terkesan mewah dan berkualitas tinggi.
Sebaliknya, banyak label bir memakai huruf sans serif yang santai agar terasa lebih akrab. Botol anggur mahal cenderung memakai serif klasik, sedangkan anggur baru sering memakai huruf modern untuk menarik konsumen muda.
Saat mendesain kemasan, coba beberapa gaya huruf berbeda terlebih dahulu. Tunjukkan pilihan tersebut ke calon pembeli, teman, atau keluarga, lalu perhatikan gaya mana yang paling menarik perhatian target pasar Anda.
4. Gunakan Palet Warna Alami
Kemasan dengan warna yang terlalu mencolok kini mulai ditinggalkan. Agar tetap relevan di pasar modern, Anda perlu menurunkan intensitas warna menjadi lebih lembut dan natural.
Warna yang terinspirasi alam memberi kesan tenang. Warna seperti ini juga sesuai dengan tren produk yang lebih ramah lingkungan dan beretika.
Anda bisa memakai warna cerah untuk memberi efek segar pada kemasan, atau memilih warna cokelat alami seperti pada kemasan sabun herbal. Bahkan jika produk Anda belum sepenuhnya organik, palet warna alami tetap bisa memberi kesan produk yang lebih sehat.
5. Kombinasikan Fotografi dengan Gaya Minimalis
Tren desain kemasan terus berubah dari waktu ke waktu. Saat ini, ilustrasi grafis dan tipografi sederhana justru lebih digemari dibanding foto produk.
Meski begitu, foto produk tetap bisa terlihat menarik jika dirancang dengan tepat. Agar tampak modern, padukan foto dengan tipografi hitam putih yang tegas.
Anda juga bisa mengambil inspirasi dari template kemasan kosmetik yang minimalis. Padukan foto sederhana dengan warna senada, lalu tambahkan sedikit warna solid di bagian teks agar desain terlihat modern seperti tampilan aplikasi.
6. Berani Tampil Artistik
Label memang berukuran kecil, tapi bukan berarti tidak bisa tampil maksimal. Bagian label justru sering menjadi tempat paling kreatif bagi desainer grafis.
Banyak merek berlomba membuat kemasan tampil unik, termasuk dengan merilis edisi spesial untuk pelanggan setia. Kolaborasi dengan seniman pun kini semakin umum, terutama untuk kemasan wine, kosmetik, dan pakaian.
Sentuhan seni membuat sebuah produk terasa unik dan eksklusif. Jika Anda tidak punya desainer khusus, coba gunakan ilustrasi tangan atau seni vektor digital yang kini banyak diminati pada kemasan modern.
7. Kesan Maskulin dengan Hitam Putih
Meski makin banyak produk mengusung konsep unisex, perbedaan visual untuk produk pria dan wanita masih terasa jelas. Produk pria seperti krim cukur atau parfum pria biasanya memakai warna dan gaya huruf yang lebih tegas.
Anda bisa menambahkan kesan maskulin atau netral pada kemasan dengan kombinasi warna hitam putih yang kuat. Kombinasi ini terlihat sangat kuat secara visual dan cocok untuk kesan maskulin modern.
Padukan warna hitam putih dengan huruf sans-serif tegas untuk mendapatkan gaya kemasan maskulin yang tetap terlihat modern.
8. Tambahkan Sentuhan Feminin dengan Pola
Desain feminin bukan berarti produk hanya menarik untuk wanita. Menambahkan unsur feminin justru sering memberi daya tarik yang lebih luas, termasuk kesan elegan dan cantik.
Menambahkan motif atau pola pada kemasan adalah cara mudah untuk memberi kesan cantik. Pola bergaya vintage misalnya, bisa menambah daya tarik retro pada produk apa pun.
Pola pada kemasan juga membantu menyeragamkan tampilan satu koleksi produk. Anda cukup mengganti warna pola untuk membedakan varian, tanpa perlu mengubah desain polanya sendiri, sehingga lebih mudah dan hemat waktu untuk dikerjakan.
9. Pikirkan Pengalaman Kemasan Secara Menyeluruh
Desain kemasan Anda tidak berhenti di kotak luar saja. Saat produk dibuka, pertimbangkan juga bagaimana label dalam dan sub-kemasan bisa memperkuat kesan yang sama.
Misalnya, saat mendesain kotak untuk produk retail, bagaimana tampilan produk saat kotak dibuka? Anda juga bisa menambahkan stiker bermerek pada kertas tisu pembungkus, atau tag khusus pada produk di dalamnya.
Ingat, kemasan bukan hanya soal tampilan luar. Pengalaman membuka kemasan yang menyenangkan justru bisa mendorong pelanggan untuk membeli lagi.
10. Ubah Kemasan Menjadi Iklan Berjalan
Kemasan biasanya terlihat di etalase toko atau rak supermarket. Namun Anda bisa memperluas fungsinya menjadi iklan berjalan untuk produk atau bisnis Anda.
Membuat tas belanja bermerek adalah salah satu caranya. Tas ini membawa nama merek Anda ke lebih banyak orang, melampaui interaksi dengan satu pelanggan saja.
Jika bisnis Anda mengikuti pameran atau konferensi, tas bermerek yang menarik juga efektif sebagai media promosi di sekitar lokasi acara. Jika anggaran terbatas, Anda bisa membuat stiker sederhana untuk ditempel di tas kanvas atau kertas polos.
Itulah beberapa cara mendesain kemasan produk agar tampil lebih menarik dan sesuai target pasar Anda. Jika Anda sedang mencari kemasan untuk bisnis dan masih bingung memilih agen yang tepat, kami siap membantu.
Sebagai agen botol dan kemasan, Anda bisa memesan langsung sesuai kebutuhan usaha Anda. Jika belum menemukan kemasan yang cocok, silakan hubungi kami atau datang langsung ke toko Gudang Kemasan kami untuk memesan kemasan yang Anda butuhkan.