
Kemasan jar kini banyak dipakai untuk berbagai jenis produk karena tampilannya yang menarik dan praktis. Namun, tidak semua produk cocok dikemas dengan cara ini.
Berikut beberapa produk dalam kemasan jar yang paling banyak diminati konsumen dan cocok untuk dikembangkan jadi bisnis.
6 Produk yang Cocok untuk Kemasan Jar
# Salad Sayuran
Salad sayuran dalam jar banyak dipilih pekerja kantoran yang tidak sempat menyiapkan makan siang sendiri. Kemasan ini praktis dan tidak makan banyak tempat saat disimpan.
# Aneka Tumisan
Tumisan seperti ayam, ikan, dan daging juga bisa dikemas dalam jar, contohnya konsep meals in a jar. Selain praktis, cara ini diklaim mampu menjaga cita rasa dan aroma masakan tetap terjaga.
# Selai Cokelat dengan Topping
Selai cokelat dalam jar terinspirasi dari selai nutela yang populer sebagai topping makanan manis. Anda bisa memodifikasinya dengan tambahan marshmallow, permen, atau sereal.
# Sambal
Sambal dalam jar lebih praktis untuk konsumen karena mereka tidak perlu menuangkannya ke piring. Cukup buka tutup jar dan langsung cocol.
# Pasta
Selain pasta mentah, kini banyak juga pasta matang yang dikemas dalam jar. Salah satu contohnya diterapkan oleh Jamarine Wulanti, pemilik Dapur Cinuy.
# Yoghurt
Yoghurt biasanya dikemas dalam botol plastik biasa. Namun, mengemasnya dalam jar membuat tampilan minuman fermentasi susu ini terlihat lebih menarik.
Kenapa Kemasan Jar Cocok untuk Produk-Produk Ini?
Sebagian besar produk di atas punya kesamaan: bertekstur basah, butuh tampilan menarik, dan dikonsumsi dalam porsi tunggal. Karakter kemasan jar yang transparan membuat konsumen bisa langsung melihat isi produk sebelum membeli, sekaligus kelebihan botol kaca jar lainnya seperti tidak bereaksi dengan makanan dan aman dipakai berulang.
Kriteria Memilih Jar yang Tepat
- Ukuran mulut jar: pilih mulut lebar untuk produk padat seperti salad atau tumisan agar mudah diambil.
- Ketebalan kaca: jar yang lebih tebal lebih tahan benturan saat pengiriman.
- Jenis tutup: tutup vakum cocok untuk produk basah seperti sambal agar lebih awet.
- Kejernihan kaca: kaca bening membuat tampilan produk lebih menarik di rak atau etalase.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mengemas Produk dalam Jar
Banyak pelaku usaha lupa mensterilkan jar sebelum dipakai, padahal langkah ini penting agar produk tidak cepat basi. Anda bisa mempelajari cara mensterilkan kemasan jar supaya aman sebelum mengemas produk basah seperti sambal atau selai.
Kesalahan lain adalah mengisi jar terlalu penuh sehingga tutup sulit rapat, atau memilih bahan jar yang kurang cocok. Untuk itu, kenali dulu bahan-bahan kemasan jar yang tersedia agar sesuai kebutuhan produk Anda.
Tips Menyusun Tampilan Produk dalam Jar
Selain rasa, tampilan visual sangat memengaruhi daya tarik produk dalam jar, terutama untuk produk seperti salad atau meals in a jar. Susun bahan dari lapisan yang paling tahan lama di bagian bawah, seperti saus atau biji-bijian, lalu bahan yang mudah layu di bagian atas.
Teknik penyusunan berlapis ini bukan hanya membuat tampilan lebih menarik, tapi juga membantu bahan tetap segar lebih lama karena tidak langsung tercampur dengan saus.
Berapa Lama Produk dalam Jar Bisa Bertahan?
Daya tahan produk dalam jar tergantung jenis bahan dan cara pengemasannya. Produk yang dikemas dengan proses vakum dan sterilisasi yang tepat, seperti sambal atau selai, umumnya bertahan lebih lama dibanding produk segar seperti salad yang sebaiknya dikonsumsi dalam 1-2 hari.
Kemasan Jar sebagai Peluang Usaha Rumahan
Selain menarik secara tampilan, kemasan jar juga relatif mudah didapat dan dipakai ulang, sehingga cocok untuk pelaku usaha rumahan yang baru memulai. Anda bisa mulai dari skala kecil, misalnya menjual sambal atau selai dalam jar ukuran mini sebelum mengembangkan varian produk lain.
Modal awal untuk usaha berbasis kemasan jar juga cenderung lebih terjangkau dibanding kemasan khusus lain yang butuh mesin pengemas tertentu.
Legalitas yang Perlu Diperhatikan untuk Produk dalam Kemasan Jar
Bagi pelaku usaha rumahan yang menjual sambal, selai, atau produk basah lain dalam kemasan jar, mengurus izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) di dinas kesehatan setempat menjadi langkah awal yang penting sebelum memasarkan produk lebih luas. Jika produk sudah stabil dan ingin dipasarkan ke minimarket atau platform besar, pertimbangkan juga pendaftaran BPOM, terutama untuk produk dengan masa simpan lebih dari beberapa minggu.
Menetapkan Harga Jual Produk dalam Jar
Selain biaya bahan baku, harga kemasan jar juga perlu dihitung dalam struktur harga jual produk. Jar kaca umumnya lebih mahal dibanding kemasan plastik sekali pakai, tapi memberi kesan produk lebih premium sehingga bisa mendukung harga jual yang lebih tinggi. Pastikan margin keuntungan tetap sehat setelah memperhitungkan biaya kemasan, sterilisasi, dan pengemasan tambahan seperti label atau segel.
Tips Packing Jar agar Aman Selama Pengiriman
Jar berbahan kaca rawan pecah jika dikirim tanpa pelindung yang memadai. Bungkus tiap jar dengan bubble wrap atau kertas koran, lalu susun dalam kardus dengan pengisi tambahan seperti kertas kraft di sela-sela agar tidak saling berbenturan selama perjalanan, terutama untuk pengiriman ke luar kota atau luar pulau.
Itulah beberapa produk yang cocok dikemas menggunakan kemasan jar. Jika Anda ingin memulai usaha yang membutuhkan kemasan namun masih bingung mencari tempat yang tepat, Gudang Kemasanku siap menjadi solusinya. Silakan pesan kemasan di Gudang Kemasanku sesuai kebutuhan bisnis Anda. Jika kemasan yang Anda cari belum tersedia atau tidak sesuai kriteria, Anda bisa menghubungi kami di WA: +6287702063388 atau datang langsung ke toko Gudang Kemasanku.