Kemasan Makanan

Tips Memulai Bisnis Makanan Kemasan agar Cepat Sukses

05 Apr 2019 Oleh Gudang Kemasan

Bisnis makanan, mulai dari kue basah, kue kering, hingga makanan siap saji, selalu memiliki peluang dan pasar besar, terutama menjelang hari besar seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

Permintaan produk makanan meningkat, sementara tidak semua pebisnis makanan bisa memenuhi permintaan tersebut. Jadi, bagaimana caranya agar bisnis makanan kemasan Anda sukses?

Tips Memulai Bisnis Makanan Kemasan agar Sukses

Banyak yang bilang menjalankan bisnis makanan itu gampang-gampang susah. Ini benar. Bisnis makanan kemasan akan terasa susah jika Anda tidak tahu triknya, tapi jadi gampang begitu Anda tahu cara memikat konsumen.

Konsumen yang puas bahkan akan melakukan pembelian ulang di masa mendatang. Mari bahas satu per satu tips yang perlu dilakukan dalam berbisnis makanan.

Produksi Sendiri atau Jadi Reseller

Memulai bisnis makanan bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu memproduksi sendiri atau menjadi reseller. Memproduksi makanan sendiri memberi Anda kebebasan berkreasi dan menciptakan variasi menu yang berbeda dari pasaran.

Cara ini juga memungkinkan Anda memilih bahan-bahan terbaik dan proses pengolahan yang tepat demi menghasilkan produk berkualitas. Kualitas makanan inilah yang akan menentukan apakah konsumen mau membeli lagi.

Pastikan pula bahan baku dan kemasan yang digunakan memenuhi standar kemasan food grade untuk industri kuliner agar produk aman dikonsumsi dan lebih dipercaya pelanggan.

Jika Anda memilih menjadi reseller, pastikan produsen makanan yang Anda pilih mengutamakan kualitas, baik dari segi rasa maupun tampilan. Bisnis reseller biasanya lebih cocok untuk produk kue, sementara makanan siap saji jarang memakai sistem ini.

Perhatikan Lokasi Usaha dan Target Konsumen

Setelah menentukan sistem bisnis, pertimbangkan pula lokasi usaha dan target konsumen. Lokasi dekat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan, sekolah, atau kampus tergolong strategis.

Target konsumen pun bisa langsung disesuaikan dengan menu makanan yang akan dijual.

Jika lokasi usaha Anda jauh dari keramaian, pertimbangkan strategi “jemput bola”. Artinya, Anda tidak hanya menunggu konsumen datang, tetapi aktif menjangkau mereka lewat promosi yang tepat.

Ciptakan Produk dengan Ciri Khas

Agar bisa bersaing di pasar dan mendapatkan konsumen, produk makanan yang Anda jual harus punya ciri khas yang membedakannya dari produk lain.

Misalnya, untuk produk makanan siap saji, Anda bisa menonjolkan bahwa produk tanpa penyedap, menggunakan bahan alami dan segar, serta tanpa pengawet.

Untuk kue, Anda bisa menyebutkan bahan pembeda seperti mentega tertentu, cara pengolahan khusus, atau bebas pengawet dan pemanis buatan. Ciri khas inilah yang membuat konsumen menjadi pelanggan tetap, asalkan Anda menjaga kualitas produk.

Pilih Kemasan yang Tepat

Kemasan makanan memegang peranan penting dalam bisnis makanan kemasan karena kemasan yang menarik akan mengundang minat konsumen. Ada beberapa syarat dalam memilih kemasan, antara lain:

  • Kemasan terlihat menarik dan sesuai dengan isi produk.
  • Kemasan mencantumkan nama usaha sebagai identitas atau brand produk sekaligus upaya meningkatkan branding usaha.
  • Kemasan membuat tampilan produk lebih mudah dikenali, sehingga konsumen langsung tahu produk Anda saat ingin membeli lagi.
  • Pemilihan kemasan yang tepat meningkatkan kualitas produk sekaligus kepercayaan konsumen untuk membeli.

Untuk gambaran lebih lengkap, simak juga panduan memilih jenis kemasan untuk bisnis kuliner yang bisa Anda terapkan pada usaha makanan kemasan Anda.

Demi mendapatkan kemasan yang tepat, tentukan dulu desain kemasan makanan yang sesuai, atau berdiskusilah dengan orang yang memahami desain kemasan produk yang baik. Setelah itu, barulah pesan kemasan ke percetakan.

Lakukan Promosi yang Tepat

Jika bisnis Anda berada di lokasi strategis, upaya promosi tidak perlu terlalu berat. Orang yang lalu-lalang biasanya tertarik begitu tahu ada usaha baru buka, asalkan Anda memasang spanduk atau banner di depan tempat usaha.

Namun, jika lokasi usaha jauh dari keramaian, gunakan media sosial untuk berpromosi. Buatlah konten menarik seputar produk Anda agar calon konsumen penasaran, mencari tahu, dan akhirnya melakukan pembelian.

Perizinan dan Legalitas dalam Bisnis Makanan Kemasan

Selain rasa dan kemasan yang menarik, legalitas produk menjadi faktor yang sering diabaikan pelaku usaha makanan pemula. Izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) menjadi syarat dasar bagi produk makanan olahan rumahan yang ingin dijual lebih luas, terutama jika Anda berencana menitipkan produk ke minimarket atau toko oleh-oleh. Untuk produk dengan masa simpan lebih lama atau proses produksi skala besar, sertifikasi BPOM mungkin diperlukan.

Bagi pelaku usaha yang menyasar konsumen muslim, sertifikasi halal juga semakin menjadi pertimbangan penting, apalagi di destinasi wisata seperti Bali yang menerima wisatawan domestik dan mancanegara dengan latar belakang beragam. Mencantumkan informasi legalitas pada kemasan bukan hanya soal kepatuhan hukum, tetapi juga membangun rasa aman dan percaya di benak konsumen sebelum mereka memutuskan membeli.

Menjaga Kualitas dan Daya Tahan Produk Melalui Kemasan

Jenis kemasan yang dipilih juga menentukan seberapa lama produk makanan bisa bertahan tanpa kehilangan cita rasa. Makanan berminyak seperti keripik atau gorengan kering sebaiknya dikemas dengan bahan yang punya lapisan aluminium foil di bagian dalam agar tidak cepat tengik akibat paparan udara dan cahaya. Sementara kue basah dengan kadar air tinggi lebih cocok menggunakan kemasan yang memungkinkan sedikit sirkulasi udara agar tidak cepat berjamur akibat kelembapan yang terperangkap.

Untuk makanan siap saji yang dikirim melalui layanan antar, pastikan kemasan cukup kokoh agar tidak tumpah atau rusak selama perjalanan, sekaligus tetap menjaga suhu makanan senyaman mungkin saat sampai ke tangan konsumen. Kemasan yang bocor atau penyok saat diterima bisa merusak kesan pertama meski rasa makanannya sebenarnya enak.

Terakhir, pertimbangkan pula biaya kemasan terhadap harga jual produk secara keseluruhan. Kemasan yang terlalu mewah untuk produk dengan margin tipis justru bisa membuat harga jual kurang kompetitif, sementara kemasan yang terlalu sederhana untuk produk premium bisa menurunkan persepsi kualitas di mata konsumen. Menyeimbangkan kedua hal ini adalah kunci agar bisnis makanan kemasan Anda tetap sehat secara finansial sekaligus menarik di mata pembeli.