Desain & Branding Kemasan

5 Faktor Penting dalam Desain Kemasan Produk Anda

30 Jul 2022 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Kesalahan Umum UMKM Saat Mendesain Kemasan
  2. 02 FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

Desain kemasan produk adalah proses yang kompleks dengan banyak faktor penting. Desainer perlu mempertimbangkan dua sisi berbeda, yaitu fisik dan konstruksi, serta desain grafis.

Proyek desain kemasan yang berhasil mampu memadukan kedua sisi ini. Hasilnya adalah branding yang efektif sekaligus kemasan yang fungsional.

Berikut lima faktor yang perlu Anda pertimbangkan saat membuat desain kemasan.

1. Tampilan Fisik Luar

Tampilan fisik kemasan meliputi gambar, font, dan pilihan warna. Elemen ini sangat penting karena menentukan kesan pertama konsumen terhadap produk Anda.

Desain kemasan harus menyampaikan esensi produk secara langsung. Mulai dari nilai produk hingga pengalaman positif yang akan didapatkan konsumen saat menggunakannya.

Desain ini juga perlu selaras dengan identitas merek Anda. Dengan begitu, kesan visual yang baik dari kemasan akan memperkuat identitas merek secara keseluruhan.

2. Proses Pengiriman Produk

Kemasan produk selalu berisiko rusak selama perjalanan. Karena itu, Anda perlu memahami alur rantai pasokan produk Anda dengan baik.

Pertimbangkan bentuk dan ukuran produk, serta tahapan pengiriman dari pabrik hingga ke tangan konsumen. Kemasan harus didesain agar tetap kuat sepanjang perjalanan.

Artinya, kemasan untuk produk e-commerce membutuhkan pertimbangan berbeda dibandingkan kemasan yang dipajang di etalase toko. Tujuannya agar kualitas produk tetap terjaga sampai ke tangan konsumen.

3. Pilihan Bahan Kemasan

Faktor selanjutnya adalah bahan kemasan yang digunakan. Apakah produk Anda cocok menggunakan foil, plastik, kotak kardus, atau kombinasi beberapa bahan?

Kotak kemasan yang dirancang khusus sering menggabungkan beberapa jenis bahan sekaligus. Pilihan bahan ini memengaruhi hasil cetak pada kemasan, jadi pertimbangkan juga proses pencetakan dan perakitannya.

4. Biaya Pengemasan Produk

Setiap elemen desain kemasan menambah biaya produksi, mulai dari desain, bahan, pencetakan, hingga perakitan. Total biaya ini harus sesuai dengan target ROI dan anggaran Anda.

Untuk produk dengan perputaran cepat dan margin tipis, ruang untuk kesalahan biaya sangat kecil. Karena itu, sebaiknya Anda bekerja sama dengan spesialis desain kemasan sejak awal proses.

5. Kemasan yang Berkelanjutan

Desain kemasan berkelanjutan menjadi perhatian besar bagi konsumen saat ini. Tren ini memengaruhi strategi desain kemasan di setiap tingkatan.

Dari sisi konstruksi, kemasan berlebihan mulai ditinggalkan. Banyak merek kini beralih ke bahan daur ulang serta kemasan multiguna yang bisa dipakai kembali.

Dari sisi desain grafis, bahan yang berkelanjutan saja tidak cukup. Tampilan desainnya pun harus mencerminkan kesan ramah lingkungan, misalnya lewat pilihan font dan ilustrasi bertema alam, sejalan dengan tren desain kemasan terkini.

Temukan informasi menarik lainnya tentang kemasan hanya di GudangKemasan.com. Tersedia berbagai jenis kemasan botol dengan beragam bahan, mulai dari kaca hingga plastik dalam banyak ukuran. Masih bingung menentukan jenisnya? Simak panduan memilih jenis kemasan yang tepat untuk produk Anda.

6. Kepatuhan terhadap Regulasi dan Label Produk

Selain lima faktor di atas, desain kemasan juga wajib memperhatikan aspek regulasi, terutama untuk produk makanan, minuman, dan kosmetik. Kemasan perlu mencantumkan informasi wajib seperti komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, berat bersih, dan sertifikasi seperti izin edar BPOM atau label halal jika relevan dengan produk Anda.

Mengabaikan aspek regulasi bukan hanya berisiko dari sisi hukum, tetapi juga bisa menurunkan kepercayaan konsumen yang semakin teliti membaca label sebelum membeli. Sebaiknya libatkan tim legal atau konsultasi dengan pihak berwenang sejak tahap desain awal, bukan setelah kemasan selesai dicetak.

Kesalahan Umum UMKM Saat Mendesain Kemasan

Banyak pelaku UMKM yang baru merintis bisnis kemasan menghadapi kendala serupa saat mendesain kemasan produknya sendiri.

  • Terlalu fokus pada elemen visual tanpa mempertimbangkan biaya cetak, sehingga desain akhirnya sulit direalisasikan sesuai anggaran.
  • Mengubah desain kemasan terlalu sering tanpa riset yang matang, yang justru membingungkan konsumen dan melemahkan pengenalan brand.
  • Tidak menguji kemasan pada kondisi nyata, seperti suhu penyimpanan atau proses pengiriman, sehingga baru menyadari masalah setelah produk beredar di pasaran.

Menghindari kesalahan-kesalahan ini sejak tahap perencanaan membantu Anda menghasilkan desain kemasan yang tidak hanya menarik, tetapi juga efisien secara biaya dan aman dari sisi regulasi.

7. Kemudahan Produksi Massal dan Konsistensi Kualitas

Desain yang terlihat sempurna di atas kertas belum tentu mudah diproduksi secara konsisten dalam jumlah besar. Beberapa detail desain, seperti warna gradasi rumit atau bentuk cetakan yang terlalu presisi, bisa menimbulkan variasi hasil cetak antar batch produksi. Sebelum finalisasi desain, diskusikan dengan tim produksi atau percetakan mengenai batasan teknis yang realistis, agar kualitas kemasan tetap konsisten dari batch pertama hingga batch berikutnya.

8. Pengujian Kemasan di Kondisi Nyata Sebelum Produksi Massal

Sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar, uji dulu prototipe pada kondisi mendekati nyata, misalnya disimpan di suhu ruang selama beberapa hari, dikirim lewat jasa ekspedisi, atau dipajang di bawah pencahayaan toko. Pengujian sederhana ini membantu menemukan masalah kecil, seperti warna yang pudar terkena sinar matahari atau lem label yang kurang kuat, sebelum masalah tersebut terjadi pada ribuan unit produksi sekaligus.

Banyak bisnis kecil melewatkan tahap ini karena ingin mempercepat peluncuran produk, padahal biaya memperbaiki kesalahan setelah produksi massal jauh lebih besar dibanding biaya pengujian di awal. Sisihkan waktu dan anggaran khusus untuk tahap pengujian ini sebagai bagian dari proses desain kemasan yang matang.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

Apa saja faktor penting dalam desain kemasan produk?Lima faktor utamanya adalah tampilan fisik luar, proses pengiriman produk, pilihan bahan kemasan, biaya pengemasan, dan keberlanjutan kemasan.

Kenapa proses pengiriman memengaruhi desain kemasan?Karena kemasan berisiko rusak selama perjalanan, sehingga bentuk dan kekuatannya perlu disesuaikan dengan alur rantai pasokan dari pabrik hingga ke tangan konsumen.

Bagaimana biaya memengaruhi desain kemasan?Setiap elemen desain menambah biaya produksi mulai dari desain, bahan, pencetakan, hingga perakitan, sehingga totalnya harus sesuai target ROI dan anggaran, terutama untuk produk bermargin tipis.

Kenapa kemasan berkelanjutan penting saat ini?Karena konsumen semakin peduli lingkungan, sehingga banyak merek beralih ke bahan daur ulang dan kemasan multiguna dengan desain yang mencerminkan kesan ramah lingkungan.

#Desain kemasan #tips desain kemasan