Panduan Umum Kemasan

5 Tips Kemas Ikan Cupang Berstandar Ekspor yang Aman

06 Nov 2020 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 10 bagian
  1. 01 1. Tentukan Jenis Pengemasan
  2. 02 2. Siapkan Ikan yang Akan Dikirim
  3. 03 3. Kemas Ikan dengan Perbandingan Air dan Udara yang Tepat
  4. 04 4. Hindari Meniup Kemasan Ikan dengan Mulut
  5. 05 5. Sesuaikan Ukuran Box Styrofoam
  6. 06 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengemas Ikan Cupang
  7. 07 Musim dan Waktu Pengiriman yang Perlu Diperhitungkan
  8. 08 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kemasan Pengiriman
  9. 09 Dokumen dan Prosedur yang Perlu Disiapkan untuk Ekspor Ikan Cupang
  10. 10 Memilih Jasa Pengiriman yang Tepat untuk Ikan Hidup

Penjualan ikan cupang kini merambah tak hanya pasar domestik, tapi juga pasar internasional. Banyak penggemar ikan hias dari berbagai negara berburu ikan cupang hingga ke Indonesia.

Kemasan ikan cupang

Salah satu kendala terbesar penjual ikan hias adalah metode pengemasan ikan cupang ekspor agar ikan sampai ke tujuan dengan kondisi tetap aman. Jika Anda menjalankan bisnis ikan cupang, simak dulu tips pengemasan ikan cupang berstandar ekspor berikut ini.

1. Tentukan Jenis Pengemasan

Langkah pertama adalah memilih jenis plastik pengemasan yang tepat untuk pengiriman internasional. Umumnya, penjual menggunakan plastik berukuran 9 x 20 cm, meski ada juga yang memakai ukuran 10 x 25 cm atau lebih besar. Ukuran yang lebih besar biasanya dikenai biaya tambahan saat pengiriman.

Sesuaikan ukuran plastik dengan jenis ikan cupang yang akan Anda kirim. Ikan cupang jenis rosetail misalnya, umumnya memerlukan plastik berukuran sekitar 10 x 25 cm. Untuk pengiriman jarak dekat dengan waktu tempuh singkat, Anda bisa memakai plastik berukuran lebih kecil.

2. Siapkan Ikan yang Akan Dikirim

Puasakan ikan cupang minimal 12 hingga 24 jam sebelum dikirim jarak jauh. Ambil ikan dengan serok secara hati-hati, lalu masukkan ke dalam plastik yang sudah diisi air.

3. Kemas Ikan dengan Perbandingan Air dan Udara yang Tepat

Perhatikan komposisi air dan udara di dalam plastik kemasan, dengan perbandingan 30% air dan 70% udara. Ikat plastik hingga menggembung sebagai tanda oksigen di dalamnya sudah cukup untuk ikan selama perjalanan.

4. Hindari Meniup Kemasan Ikan dengan Mulut

Jangan mengisi udara dalam kemasan dengan cara meniupnya, karena udara dari mulut mengandung banyak karbondioksida. Hindari juga mengisi oksigen langsung dari tabung tanpa pengaturan yang tepat, karena bisa membuat kantong kemasan cepat kempis.

Lapisi plastik kemasan dengan lapisan plastik kedua, lalu ikat dengan kuat agar tidak bocor.

5. Sesuaikan Ukuran Box Styrofoam

Setelah kemasan plastik ikan cupang siap, susun ke dalam box styrofoam dan pisahkan tiap kantong dengan kertas. Pilih ukuran styrofoam yang sesuai dengan jumlah ikan cupang yang akan Anda kirim, jangan terlalu besar atau terlalu kecil.

Tutup styrofoam dan beri lakban di seluruh bagiannya dengan kuat. Setelah kemasan sampai ke tangan eksportir, mereka akan mengatur ulang kemasan agar sesuai standar ekspor.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengemas Ikan Cupang

Selain lima langkah di atas, ada beberapa kesalahan yang sering membuat ikan cupang stres atau bahkan mati selama perjalanan.

  • Memakai kantong plastik tipis yang mudah bocor atau robek saat proses pengiriman.
  • Tidak memberi jeda puasa sebelum pengiriman, sehingga kotoran ikan mencemari air dalam kemasan.
  • Mengikat plastik terlalu longgar sehingga oksigen cepat habis di tengah perjalanan.
  • Menumpuk terlalu banyak kantong ikan dalam satu box styrofoam tanpa pemisah yang cukup.
  • Mengabaikan segel kemasan yang rapat, padahal segel ini penting agar air tidak tumpah selama pengiriman.

Musim dan Waktu Pengiriman yang Perlu Diperhitungkan

Selain teknik pengemasan, waktu pengiriman juga memengaruhi keselamatan ikan cupang selama perjalanan. Hindari mengirim ikan saat cuaca ekstrem panas atau dingin tanpa perlindungan tambahan pada box styrofoam.

Jika pengiriman memakan waktu lebih dari 24 jam, pertimbangkan menambahkan ice pack atau heat pack di luar kantong plastik, tergantung suhu tujuan pengiriman, agar suhu air tetap stabil sepanjang perjalanan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Kemasan Pengiriman

Kualitas plastik dan segel kemasan sangat menentukan keberhasilan pengiriman ikan cupang, terutama untuk rute ekspor yang memakan waktu lebih lama. Pastikan plastik yang dipakai food grade dan bebas dari bahan berbahaya yang bisa mencemari air.

Sebagai referensi tambahan mengenai pentingnya segel yang rapat dalam menjaga kualitas kemasan, Anda bisa membaca ulasan tentang segel induction liner sebagai kunci keamanan kemasan. Untuk pengiriman dalam jumlah besar, Anda juga bisa mempertimbangkan kemasan sack yang kuat untuk produk skala besar sebagai pelindung tambahan di luar box styrofoam.

Dokumen dan Prosedur yang Perlu Disiapkan untuk Ekspor Ikan Cupang

Selain teknik pengemasan, pengiriman ikan cupang ke luar negeri juga memerlukan kelengkapan dokumen agar tidak tertahan di bea cukai atau karantina. Umumnya eksportir memerlukan surat keterangan sehat ikan dari dinas perikanan setempat, serta dokumen karantina ikan yang menyatakan ikan bebas dari penyakit dan layak dikirim ke negara tujuan.

Jika Anda baru merintis usaha ikan cupang skala rumahan dan berencana menembus pasar ekspor, sebaiknya jalin komunikasi dengan eksportir atau forwarder berpengalaman yang sudah terbiasa mengurus dokumen karantina. Mereka biasanya juga memahami syarat pengemasan yang berbeda-beda tergantung negara tujuan, termasuk larangan membawa media air tertentu.

Memilih Jasa Pengiriman yang Tepat untuk Ikan Hidup

Tidak semua jasa ekspedisi menerima pengiriman makhluk hidup, sehingga Anda perlu memilih jasa pengiriman yang memang melayani hewan hidup dan memahami penanganannya. Pastikan jasa pengiriman punya rekam jejak baik dalam mengirim ikan hias, karena penanganan yang kasar saat bongkar muat bisa membuat kantong plastik bocor atau ikan stres berat.

Tanyakan juga estimasi waktu tempuh secara detail, karena semakin lama perjalanan, semakin besar risiko oksigen dalam kantong berkurang. Untuk pengiriman lintas negara yang memakan waktu lebih dari sehari, pertimbangkan menggunakan jasa kargo udara khusus hewan hidup agar ikan cupang sampai dalam kondisi optimal.

Menjaga Kualitas Air Sebelum Pengemasan

Kualitas air tempat ikan cupang dipelihara sebelum dikemas juga berpengaruh besar pada keberhasilan pengiriman. Gunakan air yang sudah diendapkan minimal 24 jam agar kandungan klorin menguap, dan pastikan suhu air mendekati suhu ruangan tempat ikan biasa dipelihara agar ikan tidak mengalami shock suhu saat dipindahkan ke kantong kemasan.

Jika Anda sedang menjalankan bisnis ikan cupang, kunjungi Gudangkemasan.com, penyedia kemasan terlengkap se-Bali dan Nusa Tenggara. Temukan berbagai kemasan yang cocok untuk ikan cupang Anda dengan ukuran dan harga terjangkau.

#Ikan cupang #Kemasan ikan cupang