Kemasan Kosmetik & Skincare

Cara Tepat Mengelola Sampah Kemasan Skincare Bekas

27 Sep 2021 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 8 bagian
  1. 01 Bagaimana sebaiknya mengelola sampah kemasan skincare?
  2. 02 Proses daur ulang di Waste4Change
  3. 03 Jenis sampah yang bisa didaur ulang
  4. 04 Cara Mengurangi Sampah Kemasan Skincare sejak Awal
  5. 05 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Kemasan Skincare
  6. 06 Opsi Pengelolaan Sampah Kemasan Skincare di Bali
  7. 07 Peran Produsen dalam Mengurangi Sampah Kemasan Skincare
  8. 08 Mengedukasi Konsumen soal Pengelolaan Sampah Kemasan

Akhir Februari 2021, sebuah twit dari akun @skincarefess ramai diperbincangkan. Twit itu mengangkat soal penjualan botol kemasan skincare bekas secara online.

Akun tersebut mengunggah tangkapan layar penjualan botol skincare bekas di sebuah marketplace. Mereka khawatir kemasan itu disalahgunakan. Twit ini sudah di-retweet 164 kali dan disukai 329 kali di Twitter.

Isu ini menunjukkan bahwa masalah sampah kemasan skincare bukan hal sepele. Semakin banyak orang memakai produk skincare, semakin banyak pula botol dan jar kosong yang perlu dikelola dengan benar.

Bagaimana sebaiknya mengelola sampah kemasan skincare?

Hana Nur Aulia, Head of Communication & Engagement Waste4Change, menjelaskan bahwa kemasan skincare kosong bisa dikirim ke Waste4Change. Siapa pun yang tertarik bisa mendaftar lewat laman resminya.

Calon pengirim perlu mengisi formulir dan memilih lokasi pengiriman. Pilah sampah sesuai jenisnya dulu sebelum dikirim.

Menurut Hana, tempat pengelolaan sampah bisa berupa bank sampah, TPS3R, atau Waste4Change. Selain kemasan berbahan plastik dan kaca, Waste4Change juga menerima kemasan skincare berbahan kardus, termasuk yang sudah pecah atau rusak.

Lapisi pecahan kemasan dengan kain tebal dan ikat kuat sebelum dikirim, agar tidak menembus kotak pengiriman. Saat ini, lokasi pengiriman baru tersedia di Sidoarjo dan Bekasi.

Proses daur ulang di Waste4Change

Sampah kemasan skincare yang terkumpul akan disortir dulu berdasarkan materialnya, biasanya menjadi belasan hingga puluhan jenis. Beberapa material kemudian di-press atau dicacah untuk diangkut ke rekanan daur ulang.

Hasil daur ulang bervariasi tergantung jenis materialnya, misalnya kertas daur ulang, kardus, cermin, hingga perabotan rumah tangga.

Jenis sampah yang bisa didaur ulang

Menurut laman waste4change.com, setidaknya ada empat jenis sampah kemasan yang bisa didaur ulang.

Kertas

Contohnya kertas koran, karton, kertas HVS, kardus, karton makanan atau minuman, dan majalah.

Sachet multilayer

Jenis ini mencakup kemasan snack, sabun atau sampo sachet, bungkus mie instan, dan kemasan kopi instan berbahan multilayer plastik atau aluminium foil.

Plastik

Sampah plastik yang bisa didaur ulang antara lain botol minuman, toples makanan, botol sabun, botol sampo, jerigen, dan kemasan berkode 1 hingga 7.

Kaca

Sampah kaca yang bisa didaur ulang meliputi kaca jendela, botol kaca, vas kaca, cermin, gelas, piring, dan benda kaca lainnya.

Metal

Selain plastik, kaca, dan kertas, sampah metal juga bisa didaur ulang. Contohnya kaleng minuman, kaleng buah, kaleng makanan, peralatan masak dan makan, seng, serta besi.

Cara Mengurangi Sampah Kemasan Skincare sejak Awal

Selain mendaur ulang, cara paling efektif menangani sampah kemasan skincare sebenarnya adalah mengurangi jumlahnya sejak awal. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa dicoba di rumah maupun untuk bisnis skincare Anda.

  • Pilih produk dengan sistem refill atau isi ulang agar botol lama bisa dipakai berkali-kali.
  • Utamakan kemasan berbahan plastik food grade, HDPE, atau kaca yang lebih mudah didaur ulang dibanding kemasan multilayer.
  • Bersihkan botol atau jar bekas dari sisa produk sebelum disetorkan ke bank sampah, supaya proses daur ulang lebih lancar.
  • Simpan kemasan yang masih bagus untuk dipakai ulang sebagai wadah sampel atau kemasan travel size.
  • Hindari membeli produk dengan lapisan kemasan berlebihan jika fungsinya tidak benar-benar diperlukan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Kemasan Skincare

Bagi pelaku bisnis skincare, memilih kemasan yang tepat sejak awal juga membantu mengurangi masalah sampah kemasan skincare di kemudian hari. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain jenis material, kemudahan didaur ulang, serta keamanan bahan bagi kulit konsumen.

Anda bisa mempertimbangkan kemasan kosmetik modern seperti botol airless dan pot akrilik yang selain tampil premium juga lebih efisien dalam penggunaan bahan. Jika bisnis Anda masih berskala kecil, panduan memilih supplier jar kosmetik untuk UMKM juga bisa membantu menentukan kemasan yang sesuai anggaran.

Selain itu, pertimbangkan juga botol body lotion berkualitas untuk produk skincare jika Anda memproduksi lotion atau serum dalam volume besar, karena bentuk dan ketebalan botol turut memengaruhi daya tahan kemasan.

Opsi Pengelolaan Sampah Kemasan Skincare di Bali

Bagi masyarakat dan pelaku bisnis skincare di Bali, mengirim sampah kemasan ke Waste4Change yang berlokasi di Jawa mungkin kurang praktis karena biaya dan waktu pengiriman. Sebagai alternatif, manfaatkan bank sampah unit atau TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang tersedia di berbagai desa dan kelurahan di Denpasar dan sekitarnya. Beberapa komunitas peduli lingkungan di Bali juga rutin mengadakan program tukar sampah kemasan dengan barang kebutuhan sehari-hari, sehingga bisa jadi opsi tambahan selain menjual ke pengepul.

Untuk pelaku usaha skincare lokal, menjalin kerja sama dengan bank sampah setempat sekaligus bisa jadi nilai tambah citra brand yang peduli lingkungan di mata konsumen Bali yang semakin sadar isu keberlanjutan.

Peran Produsen dalam Mengurangi Sampah Kemasan Skincare

Selain konsumen, produsen skincare juga punya tanggung jawab besar dalam mengurangi timbunan sampah kemasan. Beberapa langkah yang bisa diterapkan produsen antara lain menyediakan program tukar kemasan kosong dengan diskon pembelian berikutnya, menggunakan kemasan monomaterial yang lebih mudah didaur ulang dibanding kemasan multilayer, serta mencantumkan panduan daur ulang langsung pada label kemasan agar konsumen lebih mudah memilah sampah dengan benar.

Mengedukasi Konsumen soal Pengelolaan Sampah Kemasan

Selain menyediakan program daur ulang, edukasi konsumen juga penting agar kebiasaan memilah sampah kemasan skincare makin luas diterapkan. Cantumkan ajakan sederhana pada kemasan atau media sosial brand, seperti imbauan membersihkan wadah sebelum dibuang atau disetorkan ke bank sampah, agar proses daur ulang di tahap berikutnya berjalan lebih lancar.

Temukan informasi menarik lainnya hanya di GudangKemasan.com, situs penyedia kemasan dengan kualitas terbaik dan harga bersahabat.

#Botol kaca #Botol kemasan #Kemasan skincare #Sampah daur ulang