Botol Plastik

Tips Memilih Kemasan Plastik yang Bagus untuk Bisnis UKM

27 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Manfaat Kemasan Plastik yang Tepat untuk Bisnis UKM
  2. 02 Jenis Plastik Kemasan yang Umum Dipakai UKM

Memilih kemasan plastik yang bagus untuk produk UKM harus dilakukan dengan tepat. Mengapa? Bukankah yang terpenting adalah produknya? Coba posisikan diri Anda sebagai konsumen sejenak.

Memang benar, produk adalah hal yang terpenting bagi konsumen. Namun sebelum konsumen memutuskan mengambil produk Anda, kemasanlah yang lebih dulu menarik perhatian mereka.

Kemasan plastik yang tepat punya berbagai manfaat bagi Anda selaku produsen, di antaranya:

Manfaat Kemasan Plastik yang Tepat untuk Bisnis UKM

  1. Membangun citra atau image lewat kemasan
  2. Memastikan kualitas produk tetap terjaga
  3. Melindungi produk dari debu, kuman, dan sebagainya
  4. Menjaga kepuasan dan loyalitas konsumen

Bayangkan produk camilan Anda enak dan berkualitas tinggi, tapi kemasannya polos. Konsumen tentu kurang tertarik dengan kemasan yang biasa-biasa saja.

Contoh lain, produk kacang-kacangan yang hanya dikemas plastik tanpa zipper. Produk ini sulit bertahan lama setelah kemasannya dibuka konsumen, sehingga sisa produk sering tidak habis dikonsumsi. Akibatnya, konsumen jadi enggan membeli produk Anda lagi.

Karena itu, Anda perlu memahami dengan baik fungsi kemasan yang tepat untuk produk Anda.

Pentingnya Tampilan Kemasan Plastik untuk UKM

Tampilan kemasan adalah hal pertama yang dilihat konsumen sebelum mereka mengetahui kualitas produk Anda. Usahakan mendesain kemasan dengan tampilan menarik yang bisa mewakili produk Anda.

Warna-warna cerah cocok untuk produk buah-buahan atau permen, sedangkan warna gelap lebih cocok untuk produk seperti kopi. Jangan sampai terbalik karena warna punya makna universal yang sama bagi kebanyakan orang. Warna cerah menggambarkan kesegaran, sementara warna gelap memberi kesan eksklusif.

Setiap produk, khususnya makanan dan minuman, punya karakteristik unik yang perlu disiasati lewat kemasan yang tepat, bukan dengan bahan pengawet. Produk hewani seperti daging mentah, bakso, dan susu sangat mudah rusak, sehingga Anda memerlukan plastik kemasan kedap udara untuk menjaga kesegarannya sampai ke tangan konsumen.

Sementara itu, produk minuman membutuhkan kemasan berupa gelas plastik atau cup plastik dengan penutup agar isinya tidak tumpah. Itulah yang dimaksud dengan kemasan plastik yang tepat untuk produk Anda.

Jenis Plastik Kemasan yang Umum Dipakai UKM

Selain desain, jenis bahan plastik juga memengaruhi keamanan dan daya tahan produk. Berikut beberapa jenis yang paling sering digunakan pelaku UKM.

  • PP (Polypropylene): tahan panas, cocok untuk makanan yang perlu dipanaskan ulang dalam kemasannya.
  • PE (Polyethylene): fleksibel dan sering dipakai untuk kantong atau kemasan zipper.
  • PET (Polyethylene Terephthalate): transparan dan kuat, umum dipakai untuk botol minuman.
  • HDPE (High-Density Polyethylene): lebih kaku dan tahan bahan kimia, cocok untuk produk cair non-makanan maupun produk perawatan.

Pastikan juga kemasan yang Anda pilih sudah memenuhi standar kode plastik food grade agar aman digunakan untuk produk makanan dan minuman.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Kemasan Plastik

  • Sesuaikan ketebalan plastik dengan berat dan jenis produk agar tidak mudah bocor atau sobek.
  • Perhatikan apakah produk membutuhkan zipper, sealer panas, atau tutup ulir agar tetap segar setelah dibuka.
  • Pilih kemasan yang punya ruang cukup untuk label informasi produk, termasuk komposisi dan tanggal kedaluwarsa.
  • Pertimbangkan biaya produksi kemasan agar tetap sesuai dengan skala usaha Anda.

Kesalahan Umum Pelaku UKM dalam Memilih Kemasan Plastik

  • Memilih kemasan hanya berdasarkan harga termurah tanpa memperhitungkan daya tahan produk.
  • Mengabaikan uji coba kemasan sebelum produksi dalam jumlah besar.
  • Tidak memperhatikan regulasi kemasan pangan yang berlaku, seperti izin edar dan label komposisi.

Tips Menekan Biaya Kemasan Plastik Tanpa Mengorbankan Kualitas

Bagi pelaku UKM dengan modal terbatas, biaya kemasan sering jadi pertimbangan utama. Berikut beberapa cara yang bisa membantu menekan biaya tanpa mengurangi kualitas perlindungan produk.

  • Beli bahan kemasan dalam jumlah lebih besar secara berkala agar harga per satuan lebih hemat.
  • Sederhanakan desain cetak, misalnya menggunakan satu hingga dua warna dominan dibanding cetak penuh warna.
  • Gunakan stiker label terpisah pada kemasan polos, sehingga Anda tidak perlu mencetak ulang kemasan saat mengganti desain.

Menyimpan Stok Kemasan Plastik agar Tetap Berkualitas

Banyak pelaku UKM fokus memilih kemasan yang tepat, tapi lupa memperhatikan cara menyimpannya sebelum dipakai. Padahal, kemasan plastik yang disimpan sembarangan bisa berubah kualitasnya sebelum sempat digunakan untuk membungkus produk.

  • Simpan kemasan di tempat kering dan jauh dari sinar matahari langsung, karena paparan panas berlebih bisa membuat plastik jadi getas atau berubah bentuk.
  • Hindari menumpuk kemasan terlalu tinggi atau menindihnya dengan barang berat, terutama untuk jenis plastik tipis yang mudah kusut atau sobek.
  • Simpan dalam kondisi tertutup rapat, misalnya di dalam dus atau plastik pelindung, agar tidak terkena debu sebelum dipakai membungkus produk.
  • Terapkan sistem FIFO (first in, first out) jika Anda menyimpan stok kemasan dalam jumlah besar, sehingga kemasan lama tetap terpakai lebih dulu.

Kemasan Plastik Ramah Lingkungan, Perlukah Dipertimbangkan?

Isu lingkungan semakin menjadi perhatian konsumen, termasuk di Denpasar dan wilayah Bali yang dikenal cukup ketat dalam pembatasan plastik sekali pakai. Bagi pelaku UKM, hal ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri.

Beberapa alternatif yang mulai banyak dilirik antara lain plastik daur ulang (recycled plastic), plastik yang lebih mudah terurai, atau kombinasi kemasan plastik dengan bahan kertas untuk mengurangi jumlah plastik yang dipakai. Meski harganya umumnya lebih tinggi dibanding plastik konvensional, kemasan jenis ini bisa menjadi nilai tambah dalam pemasaran, terutama bagi konsumen yang peduli isu lingkungan.

Anda tidak harus langsung beralih sepenuhnya. Mulailah dengan mengevaluasi produk mana yang paling cocok memakai kemasan ramah lingkungan, misalnya produk dengan target pasar kalangan menengah ke atas atau segmen yang lebih peduli isu keberlanjutan.

Semoga penjelasan ini membantu Sahabat UKM mengoptimalkan penggunaan kemasan plastik yang tepat untuk produk Anda.