Kemasan Makanan

Tips Memilih Label Makanan yang Ideal untuk Produk

29 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan

Keberadaan label makanan pada kemasan bukan sekadar pelengkap. Label makanan juga menjadi identitas produk yang membedakannya dari produk sejenis lain di pasaran.

Lewat label, Anda bisa menyampaikan informasi tentang brand, kualitas, petunjuk penggunaan, kode produksi, hingga legalitas produk kepada calon konsumen.

Dalam hal penjualan, label makanan berperan sebagai “wajah” dari produk Anda. Calon konsumen biasanya membaca label terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli. Karena itu, label makanan yang ideal akan lebih mudah menarik pembelian sekaligus membangun loyalitas konsumen.

Unsur Penting dalam Label Makanan yang Ideal

Bagi Anda yang bergerak di bisnis makanan kecil, pastikan label produk Anda memiliki beberapa unsur berikut ini.

1. Logo dan Nama Brand atau Produk

Ini adalah unsur utama yang harus ada karena menjadi hal pertama yang dibaca konsumen. Pilih nama brand yang memuat jenis makanan sekaligus merek dagang yang Anda gunakan, misalnya Keripik Pedas Maicih.

Dalam contoh ini, “Keripik Pedas” adalah jenis makanan, sedangkan “Maicih” adalah merek dagangnya. Gunakan juga desain kemasan yang mendukung nama brand Anda. Jika produk Anda berupa olahan cumi-cumi, misalnya, gunakan logo bergambar cumi-cumi agar mudah dikenali.

2. Tanggal Kadaluarsa

Sebagai pelaku bisnis makanan yang baik, Anda wajib mencantumkan tanggal kadaluarsa produk, terutama jika produk Anda punya masa simpan yang singkat. Penulisan tanggal kadaluarsa yang sesuai standar misalnya “Baik digunakan sebelum: [tanggal kadaluarsa produk]”.

3. Informasi Produsen atau Distributor

Cantumkan dengan jelas nama, alamat, dan nomor telepon Anda sebagai produsen atau distributor. Informasi ini memudahkan konsumen atau calon mitra bisnis untuk menghubungi Anda.

4. Legalitas Produk

Legalitas dan perizinan adalah hal krusial sebelum Anda menjual atau mendistribusikan produk. Konsumen sangat peka terhadap kualitas dan keamanan produk yang mereka gunakan. Untuk ketentuan lengkapnya, simak juga aturan label kemasan makanan yang wajib diketahui.

Pastikan Anda sudah mengantongi izin BPOM RI, misalnya PIRT, MD, atau ML, serta izin halal MUI untuk sebagian besar produk. Izin-izin ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk Anda.

5. Komposisi dan Bahan yang Digunakan

Cantumkan komposisi dan bahan yang Anda gunakan secara jujur. Informasi ini memberi gambaran jelas kepada konsumen tentang produk yang akan mereka konsumsi, terutama bagi mereka yang punya alergi terhadap bahan tertentu.

Selain melindungi usaha Anda, langkah ini juga membuat konsumen lebih percaya saat memilih produk Anda.

6. Berat Bersih Produk

Banyak konsumen membandingkan apakah harga yang mereka bayar sudah sesuai dengan jumlah produk yang didapat. Karena itu, cantumkan selalu berat bersih produk Anda pada label.

Konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang mencantumkan keterangan berat bersih dibanding yang tidak mencantumkannya sama sekali.

7. Perhatikan Desain Visual agar Label Mudah Dibaca

Selain kelengkapan informasi, tampilan visual label turut menentukan seberapa mudah konsumen membaca dan memahami isinya. Gunakan ukuran huruf yang cukup besar untuk informasi penting seperti tanggal kedaluwarsa dan komposisi, serta pastikan kontras warna antara teks dan latar belakang cukup jelas.

Hindari menggunakan terlalu banyak jenis huruf dalam satu label, karena bisa membuat tampilan terlihat berantakan dan sulit dibaca, terutama pada kemasan berukuran kecil.

8. Kesalahan Umum yang Bisa Berujung Teguran BPOM

Beberapa kesalahan label yang sering luput dari perhatian pelaku UMKM antara lain mencantumkan klaim berlebihan tanpa dasar yang jelas, misalnya “100% menyembuhkan” atau klaim kesehatan yang tidak sesuai fakta, tidak mencantumkan bahasa Indonesia pada informasi wajib, serta menggunakan nomor izin edar yang sudah tidak berlaku.

Kesalahan semacam ini berisiko membuat produk ditarik dari peredaran atau mendapat teguran dari otoritas terkait, sehingga sebaiknya selalu diperiksa ulang secara berkala.

9. Sesuaikan Bahan Label dengan Jenis Kemasan Produk

Bahan label juga perlu disesuaikan dengan jenis kemasan yang digunakan. Untuk kemasan yang disimpan di lemari es atau freezer, pilih label tahan air agar tidak mudah luntur akibat kondensasi. Untuk produk gorengan atau berminyak, gunakan label dengan laminasi tahan minyak agar informasi tetap terbaca jelas hingga produk habis dikonsumsi.

10. Sertakan Kode QR untuk Informasi Tambahan

Jika ruang pada label terbatas, Anda bisa menambahkan kode QR yang mengarahkan konsumen ke halaman berisi informasi lebih lengkap, seperti sertifikat halal, cara penyimpanan detail, atau kontak layanan pelanggan. Cara ini membantu label tetap ringkas namun konsumen tetap bisa mengakses informasi tambahan jika dibutuhkan.

11. Konsistenkan Label di Semua Lini Produk

Jika bisnis Anda memiliki beberapa varian produk, jaga konsistensi format label di semua varian tersebut. Konsistensi ini membangun citra merek yang lebih profesional dan memudahkan konsumen mengenali produk Anda meski berbeda varian rasa atau ukuran kemasan.

12. Simpan Arsip Desain Label untuk Setiap Revisi

Setiap kali Anda memperbarui label, simpan arsip desain versi sebelumnya sebagai dokumentasi. Arsip ini berguna jika suatu saat Anda perlu menelusuri riwayat perubahan label, misalnya untuk keperluan audit perizinan atau evaluasi efektivitas desain dari waktu ke waktu.

13. Uji Keterbacaan Label pada Berbagai Kondisi Cahaya

Sebelum mencetak dalam jumlah besar, uji keterbacaan label pada kondisi pencahayaan berbeda, misalnya di dalam ruangan dan di bawah sinar matahari langsung. Label yang sulit dibaca pada kondisi tertentu bisa mengurangi kenyamanan konsumen saat mencari informasi produk Anda.

Menerapkan seluruh unsur label di atas secara konsisten akan membantu produk makanan Anda tampil lebih profesional sekaligus mematuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Demikian informasi tentang label makanan yang ideal untuk Anda terapkan pada produk. Semoga label yang tepat membantu produk Anda lebih mudah bersaing dan sukses di pasaran.

Jika butuh inspirasi lebih lanjut, lihat juga contoh desain kemasan makanan menarik untuk UMKM agar tampilan produk Anda semakin maksimal.