Panduan Umum Kemasan

Mengoptimalkan Kemasan agar Ongkos Kirim Lebih Hemat

15 Sep 2023 Oleh Dina Lusy
mengoptimalkan kemasan
Daftar Isi 8 bagian
  1. 01 Mengapa Mengoptimalkan Kemasan Itu Penting?
  2. 02 Kemasan Kaku vs Kemasan Fleksibel: Mana yang Lebih Hemat Ongkir?
  3. 03 Strategi Mengoptimalkan Kemasan agar Ongkos Kirim Lebih Hemat
  4. 04 Checklist Singkat Sebelum Mengirim Produk
  5. 05 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengoptimalkan Kemasan
  6. 06 Menghitung Berat Volumetrik agar Tarif Kirim Tidak Membengkak
  7. 07 Memisahkan Kemasan Utama dan Kemasan Pengiriman
  8. 08 Kesimpulan

Ongkos kirim sering menjadi beban besar bagi bisnis yang mengirim produk secara rutin. Dengan mengoptimalkan kemasan, Anda bisa menekan ongkos kirim tanpa mengorbankan keamanan produk.

Artikel ini membahas cara sederhana mengoptimalkan kemasan hemat ongkos kirim, sekaligus tetap menjaga kepuasan pelanggan.

Mengapa Mengoptimalkan Kemasan Itu Penting?

Optimasi kemasan bukan cuma soal menghemat uang. Langkah ini juga mendukung bisnis yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

1. Menekan Biaya Pengiriman

Ongkos kirim biasanya menjadi salah satu pos biaya operasional terbesar. Kemasan yang lebih ringan dan pas ukurannya bisa langsung menurunkan biaya ini.

2. Mengurangi Dampak Lingkungan

Kemasan yang lebih kecil dan ringan berarti lebih sedikit energi terpakai saat pengiriman. Emisi karbon pun ikut berkurang.

3. Menjaga Keamanan Produk

Meski fokus utamanya menekan biaya, keamanan produk tetap harus diutamakan. Kemasan yang baik melindungi produk dari kerusakan selama perjalanan.

4. Meningkatkan Efisiensi Logistik

Kemasan yang tepat ukuran memudahkan pengaturan muatan di kendaraan pengiriman. Pengelolaan stok pun jadi lebih rapi.

Kemasan Kaku vs Kemasan Fleksibel: Mana yang Lebih Hemat Ongkir?

Salah satu keputusan paling berpengaruh terhadap ongkos kirim adalah jenis kemasan yang Anda pilih:

  • Kemasan kaku (botol, jar, box) – melindungi produk dengan baik, tapi umumnya lebih berat dan memakan lebih banyak ruang saat dikirim.
  • Kemasan fleksibel (pouch, sachet) – jauh lebih ringan dan bisa dirapikan sesuai bentuk produk, sehingga volume kiriman lebih kecil. Lihat contohnya pada standing pouch yang banyak dipakai UMKM Bali.
  • Kemasan berlapis foil – memberi perlindungan tambahan terhadap udara dan kelembapan tanpa menambah berat secara signifikan, seperti pada pouch aluminium foil untuk oleh-oleh.

Jika produk Anda memungkinkan, beralih dari kemasan kaku ke kemasan fleksibel bisa jadi cara paling efektif untuk memangkas ongkos kirim dalam jumlah besar.

Strategi Mengoptimalkan Kemasan agar Ongkos Kirim Lebih Hemat

1. Evaluasi Kemasan yang Sudah Ada

Mulailah dengan meninjau berat, ukuran, dan material kemasan yang Anda pakai sekarang. Cari bagian yang bisa diperbaiki tanpa mengurangi keamanan produk.

2. Rancang Kemasan yang Lebih Efisien

Ajak desainer atau tim internal untuk membuat kemasan yang lebih ringkas. Anda bisa mengurangi lapisan kemasan atau menyesuaikan ukuran produk itu sendiri.

3. Pilih Material yang Tepat

Material yang lebih ringan membantu menurunkan berat kiriman sekaligus biayanya. Pertimbangkan juga material yang bisa didaur ulang atau ramah lingkungan, dan pastikan tetap sesuai standar keamanan pangan bila untuk produk konsumsi – cek panduan kode plastik food grade sebagai referensi.

4. Sesuaikan Jenis Kemasan dengan Produk

Produk yang ringan biasanya tidak butuh kemasan sekuat produk berat. Pilih jenis kemasan seperti kardus, plastik, atau kemasan fleksibel sesuai kebutuhan produk Anda.

5. Manfaatkan Teknologi

Perangkat lunak manajemen rantai pasokan membantu mengatur pengiriman lebih efisien. Software desain 3D juga memudahkan Anda merancang kemasan yang lebih optimal.

6. Uji Coba dan Evaluasi

Setelah mengubah kemasan, lakukan simulasi pengiriman untuk melihat ketahanannya. Pastikan produk tetap aman selama proses transportasi.

Checklist Singkat Sebelum Mengirim Produk

Sebelum mengirim dalam jumlah besar, ada baiknya melakukan pengecekan singkat agar kemasan yang sudah dioptimalkan benar-benar berfungsi sesuai rencana:

  • Pastikan tidak ada ruang kosong berlebih di dalam kemasan yang membuat volume kirim membengkak percuma.
  • Timbang ulang kemasan setelah perubahan desain untuk memastikan penghematan berat benar-benar tercapai.
  • Cek apakah label dan informasi pengiriman masih terbaca jelas pada kemasan yang lebih ringkas.
  • Simulasikan pengiriman jarak jauh untuk melihat apakah kemasan tetap kuat menahan guncangan dan tumpukan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengoptimalkan Kemasan

Kesalahan paling umum adalah terlalu fokus mengurangi ukuran kemasan sampai mengorbankan perlindungan produk, sehingga barang justru rusak di perjalanan dan menimbulkan biaya penggantian yang lebih besar dari penghematan ongkir itu sendiri.

Kesalahan lain adalah mengganti material tanpa menguji dulu ketahanannya, atau memilih kemasan yang terlalu longgar sehingga produk bergeser dan berisiko pecah maupun bocor selama pengiriman.

Menghitung Berat Volumetrik agar Tarif Kirim Tidak Membengkak

Banyak pelaku usaha kaget saat tagihan ongkos kirim lebih mahal dari perkiraan, padahal berat barang sebenarnya ringan. Penyebabnya adalah berat volumetrik, yaitu perhitungan berdasarkan dimensi kemasan, bukan berat asli produk. Sebagian besar ekspedisi memakai rumus panjang x lebar x tinggi (dalam cm) dibagi angka pembagi tertentu, umumnya di kisaran 5.000-6.000, tergantung kebijakan masing-masing kurir.

Jika hasil perhitungan volumetrik lebih besar dari berat aktual, maka tarif yang dikenakan mengikuti angka volumetrik tersebut. Karena itu, kemasan yang terlalu besar dari ukuran produk sebenarnya justru merugikan, meski beratnya ringan. Sebelum mengirim dalam jumlah banyak, coba hitung dulu volumetrik kemasan Anda dan bandingkan dengan berat aktual agar tahu skema mana yang berlaku.

Memisahkan Kemasan Utama dan Kemasan Pengiriman

Kemasan utama yang menonjolkan branding tidak selalu harus sama dengan kemasan luar untuk pengiriman. Banyak UMKM di Denpasar dan sekitarnya memakai kemasan primer yang menarik secara visual, lalu membungkusnya dengan kemasan sekunder yang lebih fungsional, seperti kardus polos atau bubble wrap tipis, saat produk dikirim ke luar kota.

Strategi ini membuat Anda tetap bisa mempertahankan kemasan primer yang estetik untuk kesan merek, tanpa harus membuatnya juga tahan guncangan selama pengiriman jarak jauh. Kemasan sekunder yang dirancang minimalis dan pas ukuran akan lebih efektif menekan ongkos kirim dibanding menambah lapisan pada kemasan utama.

Kesimpulan

Mengoptimalkan kemasan membantu Anda menekan ongkos kirim sekaligus menjaga keberlanjutan dan efisiensi bisnis.

Rencanakan perubahan kemasan dengan hati-hati dan libatkan penyedia kemasan yang tepat. Pantau dan evaluasi kemasan secara berkala seiring perkembangan bisnis Anda.

Gudang Kemasanku siap membantu Anda menemukan solusi kemasan yang sesuai dengan produk dan tujuan pengiriman Anda. Kami menyediakan berbagai material kemasan dengan pengalaman luas di bidang pengiriman.

Kunjungi situs web kami untuk melihat pilihan kemasan yang bisa membantu bisnis Anda lebih hemat ongkos kirim.