Bahan & Material Kemasan

Cara Mengenali Bahan Kimia dalam Plastik Kemasan

28 Agu 2019 Oleh Bali Web Design

mengenali bahan kimia pada plastik kemasan

Bingung mengenali bahan kimia plastik kemasan? Mengonsumsi makanan dan minuman cepat saji memang praktis.

Saat haus, Anda mudah menemukan air minum kemasan. Praktis, gampang dibawa, dan harganya ramah di kantong.

Air minum kemasan tersedia dalam berbagai merek dan ukuran, mulai dari sekali minum hingga ukuran liter. Namun, jangan anggap remeh dampaknya bagi kesehatan.

Botol plastik bekas mencemari lingkungan karena sulit terurai oleh tanah. Wadah plastik seperti botol juga sebaiknya tidak Anda gunakan berulang kali.

Banyak orang tertarik membeli air minum kemasan bukan karena haus, melainkan karena botolnya yang unik dan lucu. Jika begitu, sebaiknya simpan botol sebagai koleksi saja, jangan dipakai ulang.

Berikut penjelasan tentang cara mengenali bahan kimia plastik kemasan.

Mengenali Bahan Kimia Plastik Kemasan

# BPA

Label “BPA Free” pada botol plastik merujuk pada Bisphenol A. Zat ini banyak ditemukan pada produk plastik padat, pelapis kaleng makanan atau susu formula, bahkan bagian licin pada struk belanja.

BPA berfungsi mengeraskan plastik agar mudah dibentuk. Makanan atau minuman dalam wadah berbahan BPA bisa tercemar zat ini dan masuk ke tubuh Anda saat dikonsumsi.

# PET/PETE

PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate) adalah zat kimia lain yang terkandung dalam botol plastik. Anda bisa mengenalinya lewat kode plastik kemasan botol berupa logo segitiga di bagian bawah botol.

Botol berlabel PET biasa dipakai untuk kemasan bening atau transparan, seperti botol air mineral, jus, dan wadah makanan.

Plastik berlabel PET hanya boleh Anda pakai sekali. Zat ini meleleh saat terkena suhu panas dan bisa melepaskan zat karsinogen penyebab kanker jika dipakai dalam jangka panjang.

# HDPE

HDPE adalah singkatan dari High Density Polyethylene. Anda bisa mengenalinya lewat logo daur ulang dengan angka 2 di bagian bawah kemasan.

Label ini biasa menandai botol plastik untuk susu, wadah Tupperware, galon air minum, dan kursi lipat. Plastik HDPE lebih tahan suhu panas tinggi, sehingga cukup aman untuk kemasan makanan atau minuman panas.

Meski tergolong aman, plastik HDPE tetap hanya untuk sekali pakai. Pemakaian berulang bisa melepaskan senyawa antimon trioksida yang biasa dipakai sebagai pelapis lantai ubin dan pipa. Senyawa ini berisiko masuk ke tubuh dan merusak kesehatan Anda.

# PVC

Plastik berlogo segitiga merah dengan angka 3 dan huruf V menandakan PVC atau Polyvinyl Chloride. Jenis plastik ini paling sulit didaur ulang.

PVC mengandung klorin yang mengeluarkan racun saat dibakar. Karena itu, plastik jenis ini tidak boleh Anda pakai untuk mengemas makanan atau minuman.

# LDPE

LDPE atau Low Density Polyethylene terbuat dari minyak bumi atau termoplastik. Anda biasa menemukannya pada wadah makanan, plastik kemasan, pakaian, dan mebel.

Plastik ini sulit hancur namun bisa didaur ulang, misalnya dilebur untuk membuat produk kaleng. Untuk alternatif yang lebih berkelanjutan, pelajari juga kemasan dari bahan ramah lingkungan.

# PP

Logo angka 5 dengan tulisan PP menandakan plastik berbahan polipropilena. Plastik PP berwarna transparan berkabut, kuat, ringan, tahan suhu panas, dan tidak menyerap lemak.

Banyak ahli merekomendasikan PP sebagai plastik paling aman untuk kemasan makanan dan minuman sesuai standar kemasan food grade. Pilih plastik PP jika Anda ingin membungkus makanan. Plastik ini juga bisa didaur ulang menjadi garpu dan sendok.

# PS

Logo angka 6 dengan tulisan PS menandakan plastik berbahan polistirena. Jenis ini biasa Anda temukan pada styrofoam dan alat makan sekali pakai.

Hindari bahan ini untuk peralatan makan dan minum karena berisiko mengganggu kesehatan otak dan hormon estrogen pada wanita, yang berdampak pada masalah reproduksi.

Jika tidak ada angka 6 pada kemasan, Anda bisa mengenalinya lewat cara dibakar sebagai langkah terakhir. Plastik berbahan PS akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga dan jelaga hitam saat dibakar.

# PC

Logo angka 7 dengan tulisan “other” menandakan plastik berbahan Polycarbonate. Kelompok ini mencakup empat jenis plastik, yaitu SAN, ABS, PC, dan Nylon.

Anda bisa menemukan bahan ini pada suku cadang kendaraan, alat rumah tangga, komputer, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu panas.

Sementara itu, PC biasa dipakai pada botol susu bayi, kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula.

Cara Sederhana Menguji Keamanan Wadah Plastik di Rumah

Selain membaca kode daur ulang, Anda bisa melakukan pengecekan sederhana sebelum memakai wadah plastik bekas. Perhatikan apakah plastik berbau menyengat, karena bau kimia yang kuat biasanya menandakan kualitas bahan kurang baik atau sudah terkontaminasi. Hindari juga memakai wadah plastik yang sudah tergores dalam atau retak, sebab celah tersebut menjadi tempat bakteri berkembang biak sekaligus mempercepat pelepasan zat kimia ke dalam makanan atau minuman.

Tips Memilih Kemasan Aman untuk Usaha Makanan dan Minuman

Jika Anda menjalankan usaha kuliner, selalu prioritaskan kemasan berlabel food grade dan BPA free, terutama untuk produk yang disajikan panas atau berlemak karena kedua kondisi ini mempercepat migrasi zat kimia dari plastik ke makanan. Simpan juga sertifikat atau spesifikasi bahan dari pemasok kemasan Anda sebagai bukti bahwa produk yang Anda jual sudah memakai wadah yang aman, terutama jika suatu saat pelanggan atau instansi terkait menanyakannya.

Setiap wadah plastik, baik botol maupun kotak makan, memiliki tanda segitiga di bagian bawah. Perhatikan tanda ini dengan saksama sebelum Anda membeli atau menggunakannya.

Itulah penjelasan tentang cara mengenali bahan kimia plastik kemasan. Bingung mencari gudang kemasan untuk usaha minuman kemasan Anda?

Kami adalah penyedia botol kemasan yang siap membantu bisnis Anda. Hubungi kami atau datang langsung ke Gudang Kemasan kami untuk request kemasan sesuai kebutuhan Anda.