Kemasan Kopi & Minuman Kekinian

Tips Memilih Kemasan yang Tepat untuk Produk Kopi Anda

09 Des 2019 Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 3 bagian
  1. 01 Cara Memilih Kemasan yang Tepat untuk Produk Kopi
  2. 02 Perbandingan Jenis Kemasan Kopi yang Umum Dipakai
  3. 03 Pengaruh Kelembapan terhadap Kualitas Kemasan Kopi

Memilih kemasan yang tepat sering terlupakan oleh pebisnis, padahal kemasan sangat penting bagi kelangsungan produk di pasaran.

Kamu perlu memilih kemasan produk kopi dengan cermat. Salah pilih kemasan bisa membuat produk yang sudah melalui proses produksi panjang justru cepat kedaluwarsa.

Cara Memilih Kemasan yang Tepat untuk Produk Kopi

Sesuaikan Ukuran Produk dengan Kemasan

Sebelum mengemas, sesuaikan dulu ukuran produk dengan kemasannya. Usahakan masih ada ruang kosong agar kemasan tidak rusak akibat terlalu penuh.

Pilih Jenis Kemasan Sesuai Kebutuhan

Kemasan yang tepat juga harus memperhatikan jenisnya, apakah kemasan transparan, kombinasi, atau full foil. Untuk kopi dalam bentuk sachet siap seduh, Kamu bisa mempelajari lebih lanjut soal kemasan kopi drip dengan filter dan sachet premium yang banyak dipakai pelaku UMKM kopi di Bali.

Perhatikan Fitur Kemasan

Kemasan umumnya punya tiga fitur: zipper, vacuum, dan valve. Fitur vacuum biasa dipakai untuk memperpanjang daya tahan produk.

Fitur zipper juga memudahkan konsumen membuka dan menutup kembali kemasan tanpa merusak segelnya, sehingga produk di dalamnya tetap terjaga meski belum habis dipakai. Fitur zipper melindungi produk dari sinar matahari (pada kemasan aluminium foil) dan oksigen. Sementara fitur valve cocok untuk produk yang mengeluarkan gas, karena gas bisa keluar tanpa udara luar masuk ke dalam kemasan. Kopi bubuk dan biji kopi termasuk produk yang terus melepaskan gas CO2 setelah proses roasting, sehingga fitur valve ini penting diperhatikan. Pembahasan lebih lengkap soal fitur ini ada di panduan menjaga aroma kopi dengan degassing valve.

Tentukan Material Kemasan yang Tepat

Pilih material kemasan yang membuat produk Kamu tidak cepat basi.

Dalam memilih kemasan kopi, produsen bisa menyesuaikan jenis kemasan dengan kopi yang mereka jual. Desain kemasan turut memengaruhi pilihan konsumen, sehingga banyak pengusaha mulai memperhatikan kemasan selain kualitas kopi itu sendiri.

Perbandingan Jenis Kemasan Kopi yang Umum Dipakai

  • Standing pouch aluminium foil: ringan, mudah dibawa, dan efektif menahan cahaya serta udara. Cocok untuk kopi bubuk maupun biji kemasan besar. Lihat juga standing pouch andalan UMKM Bali untuk gambaran ukuran dan model yang tersedia.
  • Toples atau canister kaca: tampil premium dan bisa dipakai ulang, tetapi lebih berat dan kurang praktis untuk pengiriman jarak jauh.
  • Kemasan transparan: memperlihatkan kualitas biji kopi secara langsung, namun kurang melindungi dari paparan cahaya dibanding kemasan foil.

Glass Coffee Canister

Kemasan jenis ini banyak dipakai untuk menyimpan biji atau bubuk kopi agar tetap awet. Toples kaca khusus kopi membuat produk tampak lebih berkelas dan mahal, sekaligus menjaga kualitasnya.

Kemasan seperti ini juga bisa meningkatkan rasa penasaran para penikmat kopi.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Kemasan Kopi dalam Jumlah Besar

Sebelum memesan kemasan dalam jumlah besar, pastikan Kamu sudah menguji kecocokan kemasan dengan produk melalui sampel kecil terlebih dahulu. Perhatikan juga ketebalan lapisan foil, kekuatan zipper, dan kesesuaian ukuran dengan mesin sealer yang digunakan agar proses produksi tetap efisien.

Setelah kemasan kopi dibuka konsumen, kualitas produk sebenarnya masih bisa dijaga dengan cara penyimpanan yang benar. Sarankan pada label kemasan agar konsumen menutup rapat zipper setiap selesai digunakan, menyimpannya di tempat sejuk dan kering, serta menjauhkannya dari sumber panas seperti kompor atau jendela yang terkena sinar matahari langsung.

Bagi produsen, mencantumkan tips penyimpanan singkat di kemasan juga bisa menjadi nilai tambah yang membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk. Ini menunjukkan bahwa Anda memperhatikan pengalaman konsumen bukan hanya sampai produk terjual, tapi juga saat produk mulai dikonsumsi secara bertahap di rumah.

Berapa lama kopi bubuk bertahan dalam kemasan standing pouch dengan valve? Jika disimpan pada tempat sejuk dan kering serta kemasan tertutup rapat, kualitas aroma biasanya bertahan cukup lama dibanding kemasan tanpa valve. Apakah kemasan transparan membuat kopi lebih cepat basi? Tidak secara langsung, tetapi paparan cahaya langsung tetap perlu dihindari agar kualitas biji kopi tidak menurun.

Pengaruh Kelembapan terhadap Kualitas Kemasan Kopi

Kelembapan udara adalah musuh utama kopi bubuk maupun biji kopi, karena bisa mempercepat proses oksidasi dan membuat kopi kehilangan aroma khasnya. Pastikan kemasan yang Anda pakai memiliki lapisan pelindung kelembapan yang baik, terutama jika produk akan disimpan atau didistribusikan di daerah dengan tingkat kelembapan tinggi seperti Bali.

Kapan Waktu Ideal Mengemas Kopi Setelah Proses Roasting?

Kopi yang baru selesai di-roasting masih melepaskan gas CO2 secara aktif selama beberapa hari. Jika langsung dikemas rapat tanpa fitur valve, tekanan gas bisa membuat kemasan menggembung atau bahkan pecah. Idealnya, kopi didiamkan sekitar satu hingga dua hari setelah roasting sebelum dikemas, atau langsung dikemas dalam kantong berfitur valve agar gas bisa keluar tanpa udara luar masuk.

Menyesuaikan Ukuran Kemasan dengan Segmen Pasar

Kemasan ukuran kecil seperti 100-250 gram cocok untuk konsumen individu atau sebagai produk percobaan, sementara ukuran 500 gram hingga 1 kilogram lebih diminati kafe atau pelanggan bisnis yang membeli dalam jumlah rutin. Menyediakan beberapa pilihan ukuran membantu menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Itulah beberapa pilihan kemasan yang bisa dipakai produsen biji dan bubuk kopi. Jika Kamu butuh informasi kemasan botol atau pouch lebih lanjut, kunjungi gudangkemasan.com. Tersedia berbagai kemasan sesuai kebutuhan. Terima kasih telah berkunjung.

Menjaga Aroma Kopi Selama Penyimpanan di Toko

Jika Anda menitipkan produk kopi ke toko atau kafe rekanan, ingatkan mereka untuk menyimpan stok di rak yang jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung, agar aroma kopi tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen akhir.