Artikel

Alasan Cokelat Selalu Dikemas dengan Aluminium Foil

18 Mei 2019 Oleh Bali Web Design

Hampir semua orang suka makan cokelat, tapi jarang memperhatikan bungkusnya yang terbuat dari lapisan aluminium foil dan substrat kertas. Sebenarnya ada dua cara mengemas cokelat: menggunakan kemasan aluminium foil berlapis substrat kertas, atau amplop plastik berlapis.

Saat ini, sebagian besar produsen cokelat memilih cara pertama, yaitu aluminium foil berlapis substrat kertas. Berikut alasannya.

Mengapa Coklat Kemasan Dibungkus Alumunium Foil

# Lapisan Substrat Kertas Mencegah Foil Sobek

Foil atau plastik dibutuhkan untuk mencegah mentega cokelat yang berminyak bocor keluar dari kemasan. Sebelum digunakan, aluminium foil dilaminasi dengan lilin pada substrat kertas.

Tujuannya adalah memudahkan penggunaan sekaligus mengurangi jumlah dan biaya logam yang dibutuhkan, sehingga kemasan tidak mudah sobek saat membungkus batangan cokelat.

Jenis bungkus cokelat juga menandakan karakteristik produknya. Cokelat yang dibungkus aluminium foil cenderung lebih mudah meleleh, sedangkan cokelat yang dibungkus plastik atau kertas biasa lebih tahan terhadap suhu.

# Mesin Pembungkus Aluminium Foil Jarang Berubah

Proses pembungkusan dilakukan oleh mesin khusus yang desainnya tidak banyak berubah dalam 40-50 tahun terakhir. Sebagian besar mesin mampu membungkus 100-200 batang cokelat per menit, tergantung ukuran batangannya.

Untuk membungkus banyak batangan cokelat sekaligus, produsen membutuhkan banyak mesin dan operator untuk mengganti gulungan foil dan kertas yang habis. Hampir semua produsen cokelat menggunakan sistem pembungkusan horizontal dalam prosesnya.

# Keuntungan Aluminium Foil sebagai Pembungkus Cokelat

Ada beberapa alasan mengapa aluminium foil berlapis kertas menjadi pilihan utama pembungkus cokelat batangan.

  • Bagian dalam aluminium foil bisa didaur ulang, meski harus dipisahkan dari bagian luarnya.
  • Material pembungkusnya lebih murah untuk diproduksi dalam skala besar.
  • Mesinnya bisa beroperasi lebih cepat dibanding mesin pembungkus kertas atau amplop.
  • Hasilnya lebih rapat, kedap, tahan cuaca, dan mudah dibentuk dengan mesin pembungkus berpemanas dan bertekanan yang merekatkannya otomatis.
  • Strukturnya mampu mencegah migrasi minyak, kelembapan, dan oksigen.
  • Peralatan yang dibutuhkan lebih sederhana dibanding pembungkus dari bahan lain.
  • Cokelat yang masih terbungkus foil lebih mudah diproses ulang, baik dihangatkan maupun didinginkan.

# Kertas Dianggap Lebih Eksklusif

Sebagian pihak menilai cokelat berkemasan aluminium foil terkesan “murahan”, sehingga memilih pembungkus dari kertas saja agar terlihat lebih “eksklusif”.

Produsen cokelat yang mengutamakan gaya, elegan, dan volume produksi lebih kecil cenderung menggunakan pembungkus kertas, karena dianggap terlihat lebih mewah oleh sebagian pembeli.

Namun, penyimpanan cokelat berbungkus kertas tidak bisa dilakukan di suhu ruangan, apalagi di iklim tropis seperti Indonesia.

Itulah alasan mengapa cokelat kebanyakan dikemas dengan aluminium foil. Jika Anda membutuhkan kemasan berkualitas untuk bisnis Anda, Gudang Kemasanku siap membantu. Pesan kemasan di Gudang Kemasanku sesuai kebutuhan Anda, atau hubungi kami di WA: +6287702063388. Anda juga bisa datang langsung ke toko kami.