Membeli susu dalam kemasan tidak boleh sembarangan. Anda perlu tahu susu kemasan yang sehat seperti apa yang cocok untuk anak. Sayangnya, banyak orang tua membiarkan anak memilih sendiri, padahal anak mudah terpengaruh iklan atau bonus hadiah.
Menurut Mury Kuswari, S.Pd., M.Si., Ketua Umum Asosiasi Nutrisionis Kebugaran dan Olahraga Indonesia (ANOKI), ada panduan sederhana untuk memilih susu kemasan. Berikut tiga tipsnya.
Cara Untuk Memilih Susu Kemasan Yang Sehat
# Perhatikan Label Halal
Bagi orang tua yang mementingkan label halal, jangan lupa mencari label tersebut pada kemasan susu. Label halal menunjukkan produk sudah bersertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia.
# Cek Tanggal Kedaluwarsa
Jangan sampai lalai memeriksa tanggal kedaluwarsa. Susu yang sudah melewati tanggal tersebut bisa menjadi racun bagi tubuh anak.
# Baca Nutrition Facts
Mury berpesan, jangan hanya melihat kalori pada nutrition facts. Perhatikan juga sumber dan kadar gula, serta kandungan nutrisi lainnya.
Misalnya, jika satu produk susu sudah memenuhi 20 persen kebutuhan nutrisi dan mineral harian, artinya seperlima kebutuhan gizi anak sudah terpenuhi dari produk tersebut. Dengan begitu, Anda bisa menilai apakah susu tersebut melengkapi kebutuhan gizi anak.
Mury juga mengingatkan bahwa susu bukan menu utama, melainkan pendamping yang membantu memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sebagai orang tua, Anda perlu pintar memilih susu untuk anak, apalagi kadar gula dalam susu kemasan bisa saja tinggi.
drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., mengatakan bahaya gula terhadap kesehatan gigi dan mulut sudah diingatkan sejak dini. Ini bukan menakut-nakuti, karena konsumsi makanan atau minuman bergula tanpa dibarengi pembersihan gigi dan mulut yang memadai bisa menyebabkan gigi berlubang.
drg. Mirah menambahkan, minuman yang terasa tidak terlalu manis pun tanpa disadari bisa menimbulkan kelebihan konsumsi gula. Masyarakat Indonesia sendiri sudah mengalami kelebihan konsumsi gula.
Tips Tambahan Memilih Susu Kemasan yang Sehat
- Perhatikan jenis kemasan – susu kotak (tetra pak), botol plastik, dan sachet punya daya tahan penyimpanan yang berbeda setelah dibuka.
- Cek kondisi fisik kemasan – hindari kemasan yang penyok, bocor, atau menggembung karena bisa menandakan kerusakan produk.
- Simpan sesuai anjuran – sebagian susu kemasan wajib disimpan di lemari pendingin setelah dibuka agar tidak cepat basi.
- Sesuaikan porsi dengan kebutuhan – pilih ukuran kemasan yang habis dikonsumsi dalam waktu wajar agar susu tidak lama tersimpan.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua
- Membiarkan anak memilih susu hanya berdasarkan gambar kemasan atau bonus mainan.
- Tidak membandingkan kandungan gula antar merek sebelum membeli.
- Menyimpan susu kemasan yang sudah dibuka terlalu lama di suhu ruang.
- Mengabaikan tanda-tanda kemasan rusak sebelum membeli.
Jenis Kemasan Susu yang Umum di Pasaran
Susu untuk anak biasanya dikemas dalam beberapa bentuk, seperti kemasan tetra pak siap minum, kemasan kaleng untuk susu bubuk, dan botol plastik untuk susu cair. Masing-masing kemasan punya cara penyimpanan dan masa simpan yang berbeda, jadi pastikan Anda membaca petunjuk penyimpanan pada label.
Bagi pelaku usaha yang memproduksi susu kemasan, pemilihan kemasan minuman plastik yang food grade sangat penting untuk menjaga keamanan produk. Pelajari juga soal segel induction liner yang menjaga keamanan kemasan susu maupun minuman lain dari kontaminasi udara luar.
Peran Orang Tua dalam Mengenalkan Kebiasaan Membaca Label Kemasan
Ajak anak ikut membaca label kemasan sejak dini agar mereka terbiasa memperhatikan komposisi dan tanggal kedaluwarsa. Kebiasaan ini bermanfaat jangka panjang, bukan hanya untuk memilih susu, tapi juga produk makanan dan minuman kemasan lainnya.
Jadikan momen membeli susu sebagai kesempatan edukasi. Jelaskan dengan bahasa sederhana mengapa label halal, tanggal kedaluwarsa, dan nutrition facts itu penting, sehingga anak tumbuh menjadi konsumen yang lebih cermat.
Melibatkan Anak dalam Memilih Susu Kemasan yang Tepat
Selain memberi contoh langsung, ajak anak berdiskusi ringan tentang alasan Anda memilih satu produk susu dibanding yang lain. Cara ini membantu anak memahami bahwa kemasan menarik saja tidak cukup, kandungan gizi dan keamanan produk tetap jadi prioritas utama.
Perbedaan Susu UHT, Pasteurisasi, dan Susu Bubuk dalam Kemasan
Susu UHT (Ultra High Temperature) diproses dengan suhu sangat tinggi sehingga bisa disimpan dalam suhu ruang sebelum dibuka dan punya masa simpan lebih lama. Susu pasteurisasi diproses dengan suhu lebih rendah, sehingga wajib disimpan di lemari pendingin sejak awal dan masa simpannya lebih singkat. Sementara susu bubuk dalam kemasan kaleng atau sachet punya daya tahan paling lama selama kemasan belum dibuka dan disimpan di tempat kering.
Cara Membaca Kode Produksi pada Kemasan Susu
Selain tanggal kedaluwarsa, sebagian kemasan susu juga mencantumkan kode produksi berupa deretan angka atau huruf. Kode ini berguna untuk melacak batch produksi jika suatu saat terjadi masalah kualitas, sehingga produsen bisa menarik produk dari batch tertentu tanpa harus menarik seluruh stok di pasaran.
Tips Memilih Susu Kemasan Saat Bepergian atau Piknik
Untuk aktivitas di luar rumah, pilih susu kemasan siap minum dalam kotak kecil (tetra pak) yang praktis dan tidak perlu didinginkan sebelum dibuka. Simpan dalam cooler bag jika perjalanan cukup lama, terutama pada cuaca panas seperti di Bali, agar kualitas susu tetap terjaga sampai waktunya diminum.
Itulah cara memilih susu kemasan yang sehat untuk anak. Jika Anda membutuhkan kemasan berkualitas untuk bisnis Anda, Gudang Kemasanku siap membantu. Pesan kemasan di Gudang Kemasanku sesuai kebutuhan Anda, atau hubungi kami di WA: +6287702063388. Anda juga bisa datang langsung ke toko kami.