Botol Plastik

8 Jenis Kemasan Plastik Makanan yang Cocok untuk UKM

09 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 8 Jenis Kemasan Plastik Makanan untuk Usaha UKM
  2. 02 Cara Memilih Ketebalan Plastik Sesuai Jenis Produk

Memilih jenis kemasan plastik makanan yang tepat itu penting, apalagi bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Kemasan bukan cuma soal tampilan, tapi juga memengaruhi daya simpan dan masa kedaluwarsa produk Anda.

Salah pilih bahan kemasan bisa membuat produk cepat rusak dan pembeli kapok. Pernah ada produk makanan terkenal yang bermasalah karena kemasannya kurang tepat, sampai kemasukan ulat. Konsumen melapor ke media, dan perusahaan itu hampir kehilangan izin produksi.

Agar bisnis Anda tidak mengalami hal serupa, simak beberapa jenis kemasan plastik makanan berikut ini. Ada 8 pilihan yang cocok untuk usaha UKM, jadi jangan sampai salah pilih.

8 Jenis Kemasan Plastik Makanan untuk Usaha UKM

1. Vacuum Bag

Vacuum bag cocok jika Anda ingin memperpanjang daya tahan produk. Kemasan ini terbuat dari bahan nylon barrier, sehingga udara luar tidak bisa masuk.

Saat Anda memvakum kemasan, udara di dalamnya ikut keluar. Proses ini memperlambat oksidasi yang menyebabkan kuman dan bakteri berkembang, sehingga makanan bisa tahan hingga berbulan-bulan.

Kemasan setebal 80 micron ini cocok untuk membungkus seafood, bakso, ikan, daging, kacang, beras, dan sosis.

2. Stand Up Pouch Cairan

Kemasan ini pas untuk produk cair seperti saus, kecap, sabun cair, atau minyak nata de coco. Plastiknya anti bocor sehingga aman untuk mengemas cairan.

Anda juga bisa memvakum kemasan ini untuk menghilangkan gelembung udara di dalamnya.

3. Zipper Stand Up

Zipper stand up cocok untuk makanan ringan seperti snack, keripik, abon, atau kopi, tapi kurang cocok untuk cairan. Plastiknya sangat bening sehingga Anda bisa memajang produk langsung tanpa menutupinya.

Pelanggan menyukai kemasan zipper karena mudah dibuka dan ditutup kembali, sehingga makanan tidak mudah melempem. Kemasan setebal 120 micron ini menggunakan material super clear PP.

4. Zipper Pouch

Zipper pouch mirip dengan zipper stand up, bedanya kemasan ini tidak bisa berdiri sendiri. Bahannya juga super clear PP sehingga plastiknya bening dan Anda bisa memamerkan produk secara langsung.

Fungsinya mirip toples karena bisa dibuka-tutup. Anda bisa menyimpan camilan yang belum habis tanpa khawatir kemasukan semut atau melempem.

Kemasan ini cocok untuk abon, kopi, dan camilan lain, tapi sebaiknya jangan gunakan untuk cairan karena rawan bocor.

5. Kombinasi Stand Up

Kombinasi stand up menggabungkan keunggulan beberapa jenis kemasan sekaligus. Bahan aluminium foil-nya menjaga produk dari sinar matahari dan oksigen.

Kemasan ini tetap transparan sehingga produk bisa terlihat jelas. Model zipper-nya juga sedang tren, dan Anda bisa membuka-tutupnya kembali tanpa khawatir semut atau melempem.

6. Kombinasi Pouch

Kombinasi pouch memadukan lapisan metal di bagian belakang dengan plastik OPP bening di bagian depan. Kombinasi ini menghasilkan kemasan yang terlihat eksklusif sekaligus lebih tahan lama.

Lapisan metal-nya mampu menahan sinar matahari dan oksigen agar tidak masuk ke dalam kemasan. Dengan ketebalan 90 micron, kemasan ini cocok untuk snack, keripik, abon, kerupuk, dan ikan.

Banyak pelaku usaha menganggap kombinasi pouch sebagai solusi terbaik untuk penyimpanan jangka panjang. Anda juga bisa mencetak dan melaminasi kemasan ini sesuai kebutuhan.

Setiap produsen punya variasi lapisan berbeda. Ada yang mencetak di kedua sisi, ada juga yang hanya mencetak satu sisi sementara sisi lainnya dibiarkan transparan.

7. Pouch Full Foil

Pouch full foil terbuat dari aluminium foil secara keseluruhan, sehingga menjamin kualitas produk di dalamnya. Kemasan ini cocok untuk makanan dengan cita rasa khas dan tekstur renyah.

Aluminium foil melindungi makanan secara menyeluruh sehingga rasanya tetap terjaga lebih lama. Produk yang Anda kemas dengan cara ini tetap terjamin kualitasnya karena proses pengemasannya lebih profesional.

8. Plastik Shrink Film

Plastik shrink film terdiri dari tiga jenis, yaitu PVC Shrink, POF Shrink, dan PE Shrink. Banyak industri menggunakan kemasan ini, mulai dari peralatan rumah tangga seperti piring, panci, sendok, hingga gelas.

Kemasan ini melindungi produk Anda dari kotoran dan debu, sehingga sampai ke tangan konsumen dalam keadaan bersih dan tidak lecet. Anda bisa memilih ukuran sesuai kebutuhan usaha, karena volume dan ketebalannya menyesuaikan jenis produk.

Anda juga bisa menambahkan shrink film pada produk yang sudah dikemas dalam kaleng atau kardus. Cara ini mencegah kerusakan menyebar ke kemasan lain, sekaligus membuat produk Anda tampak lebih eksklusif.

POF Shrink

POF Shrink sangat tipis, hanya 15 micron, tapi cukup ulet dan sulit robek. Begitu robek, kemasan ini justru mudah dibuka.

Tingkat transparansinya tinggi sehingga cocok untuk produk kelas atas karena Anda bisa menampilkan produk food grade dengan jelas. Karakternya yang kuat membuat POF populer untuk shrink wrapping makanan dan produk ritel lainnya.

PVC Shrink Film

PVC Shrink Film lebih tebal dari POF, tapi tingkat transparansinya lebih rendah karena teksturnya agak buram. Karakteristiknya kuat namun mudah retak (brittle), sehingga cocok untuk pengemasan produk distribusi.

Banyak pelaku usaha memilih kemasan ini karena harganya lebih terjangkau. Anda bisa menggunakannya untuk mengemas makanan kaleng, shuttle cock, dan buku.

PE Shrink

PE Shrink lebih tebal dibanding PVC Shrink, yaitu sekitar 50 micron. Kemasan ini kuat dan ulet sehingga sulit robek, meski tampilannya buram.

Harganya lebih terjangkau dibanding POF dan PVC Shrink. Biasanya Anda akan menemukan kemasan ini untuk membungkus minuman ringan (soft drink).

Cara Memilih Ketebalan Plastik Sesuai Jenis Produk

Ketebalan plastik kemasan, yang biasa diukur dalam satuan micron, sangat memengaruhi daya tahan produk selama distribusi. Produk ringan seperti kerupuk atau camilan renyah biasanya cukup memakai kemasan setebal 40-60 micron, sementara produk yang lebih berat seperti daging beku atau ikan sebaiknya memakai kemasan minimal 80 micron agar tidak mudah bocor atau robek saat proses pengiriman.

Semakin tebal plastik, semakin baik pula perlindungannya terhadap tusukan benda tajam seperti tulang ikan atau kemasan lain yang bertumpuk di dalam kardus pengiriman. Namun perlu diingat, plastik yang lebih tebal juga menambah biaya produksi, sehingga penting menyesuaikan ketebalan dengan karakteristik produk, bukan asal memilih yang paling tebal.

Tips Menyimpan Stok Kemasan Plastik agar Tetap Berkualitas

Simpan kemasan plastik yang belum dipakai di tempat kering, jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas seperti dapur produksi. Paparan panas berlebih bisa membuat plastik menjadi lengket, terutama jenis yang mengandung lapisan metalized atau aluminium foil.

Hindari juga menumpuk kemasan terlalu tinggi dalam waktu lama, karena tekanan berat bisa membuat kemasan kusut atau meninggalkan bekas lipatan yang sulit hilang saat produk sudah dikemas dan dipajang di rak toko.