Botol Plastik

Kemasan Plastik Vakum, Solusi Awetkan Makanan Anda

15 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Kemasan Plastik Vakum Dapat Mengawet Makanan
  2. 02 Memilih Mesin Vacuum Sealer untuk Usaha Rumahan

Tidak banyak yang tahu bahwa kemasan makanan bukan hanya terbuat dari plastik biasa. Ada juga jenis kemasan plastik vakum yang biasa dipakai untuk membungkus berbagai jenis makanan.

Biasanya kemasan vacuum sealer ini dipakai untuk membungkus produk makanan ringan atau snack, makanan beku, bahan makanan yang bisa diolah kembali, sayuran, hingga bumbu-bumbu dapur.

Berbeda dengan plastik biasa, kemasan vakum menjaga kualitas makanan di dalamnya. Saat konsumen membukanya, makanan masih terjaga kualitasnya dan layak dikonsumsi.

Ini terjadi karena makanan tidak terkontaminasi kotoran atau debu selama proses distribusi.

Pelaku usaha kecil menengah (UKM) banyak memakai plastik vakum untuk mengemas makanan produksi mereka hingga mendekati masa kadaluarsa. Keunggulan plastik vakum adalah menjadi kemasan aman sekaligus menjaga kualitas produk makanan.

Selain itu, makanan yang dikemas dengan plastik vakum bertahan lebih lama dibanding memakai plastik biasa. Sebab, tidak ada udara di dalam kemasan sehingga proses pembusukan lebih sulit terjadi.

Keunggulan lain plastik vakum adalah mencegah oksigen masuk ke dalam kantong sekaligus menjaga kelembapan produk. Ini membantu memperpanjang umur produk.

Plastik vakum juga lebih transparan sehingga produk mudah dilihat. Meski disimpan dalam waktu lama, produk tetap segar dan kemasannya tahan panas serta tahan robek.

Kemasan vakum juga bisa mencantumkan desain dan kode tanggal penting, seperti waktu produksi dan waktu kadaluarsa. Anda juga bisa mencantumkan informasi lain, misalnya kandungan gizi.

Dengan begitu, konsumen bisa tahu apakah makanan tersebut masih layak dikonsumsi. Produk kemasan vakum umumnya terdiri dari tiga sisi yang sudah dilaminasi, atau biasa disebut three seal.

Kemasan Plastik Vakum Dapat Mengawet Makanan

1. Bahan Plastik LDPE atau Low Density Polyethylene

Plastik jenis ini biasa dipakai untuk wadah makanan, kemasan plastik, dan botol-botol yang lunak. Barang dengan kode plastik kemasan angka 4 ini sebenarnya bisa didaur ulang, tapi agak sulit karena lebih tebal dibanding plastik pada umumnya.

Karena itu, plastik ini jarang didaur ulang. Kalaupun didaur ulang, biasanya dipakai sebagai bahan pembuat ubin lantai.

Meski sulit dihancurkan, plastik LDPE cocok jadi kemasan makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemasnya.

Plastik ini adalah termoplastik yang terbuat dari minyak bumi. Jenis LDPE biasa dipakai untuk membungkus roti dan makanan beku (frozen plastic bags). Selain itu, plastik ini juga jadi wadah mentega dan margarin.

Produsen biasanya memakai plastik LDPE untuk membuat berbagai produk, mulai dari kantong plastik sampai kertas. Plastik ini juga biasa ditemukan pada pembungkus baju, kantong layanan cuci kering, pembungkus buah-buahan agar tetap segar, dan botol pelumas.

2. Bahan Plastik Nylon

Plastik vakum biasanya terbuat dari nylon, material yang cukup tebal sehingga mampu melindungi produk makanan di dalamnya. Meski tipis, nylon tidak mudah rusak atau tergores.

Nylon juga mampu beradaptasi dengan kondisi ekstrem sehingga cocok untuk makanan ringan maupun bahan makanan lainnya.

Harga plastik nylon memang lebih mahal dibanding plastik kemasan biasa, karena lebih lentur, tidak mudah longgar, dan tahan lama. Plastik nylon dijual sesuai ukuran.

Plastik ini biasa dipakai untuk memperpanjang masa simpan produk. Berkat lapisan nylon ini, udara yang sudah dikeluarkan lewat proses vakum tidak bisa masuk kembali.

Tanpa udara di dalam kemasan, mikroorganisme penyebab basi sulit berkembang biak. Karena itu, makanan bisa tahan hingga berbulan-bulan.

Jenis-Jenis Plastik Vakum

# Vakum Bag

Kemasan vakum bag terbuat dari PE dan nylon dengan ketebalan hingga 80 mikron. Biasanya dipakai untuk membungkus makanan seperti seafood, bakso, ikan, daging, kacang, beras, dan sosis. Harga jual vakum bag sekitar Rp280 per pcs.

Lapisan nylon pada vakum bag mencegah udara masuk kembali setelah proses vakum. Tanpa udara di dalam kemasan, bakteri penyebab bau dan basi lebih sulit berkembang biak sehingga makanan lebih awet berbulan-bulan dibanding memakai plastik biasa.

# Stand Up Pouch Cairan

Kemasan ini terbuat dari PE plus nylon, sama seperti vakum bag, namun lebih tebal, mencapai 140 mikron. Kemasan ini memakai plastik tebal dengan seal, biasa dipakai untuk mengemas produk cair seperti minyak goreng, sabun cair, dan kecap.

Mesin canggih yang dipakai untuk mengemas plastik ini memastikan cairan di dalamnya tidak bocor. Kemasan ini juga bisa divakum untuk menghilangkan gelembung udara di dalamnya. Harganya sekitar Rp800 per pcs, lebih mahal dibanding vakum bag.

# Cara Menggunakan Plastik Vakum

Cara memakainya sebenarnya mirip kemasan lain pada umumnya. Anda merekatkan atau menyeal plastik ini memakai mesin vacuum sealer, alat khusus untuk mengemas plastik vakum.

Vacuum sealer membuat kemasan hampa udara sehingga proses oksidasi dan perkembangan bakteri jauh lebih lambat dibanding proses oksidasi alami.

Tanpa oksigen dan suhu ruangan yang mendukung, proses pembusukan pun berjalan lebih lambat. Biasanya makanan biasa mulai membusuk dalam tiga sampai empat hari.

Namun jika dikemas dengan plastik vakum, makanan bisa lebih awet hingga 15-20 hari.

Memilih Mesin Vacuum Sealer untuk Usaha Rumahan

Bagi pelaku UMKM yang baru mulai memakai kemasan plastik vakum, pemilihan mesin vacuum sealer sama pentingnya dengan pemilihan plastiknya. Mesin sealer rumahan dengan kapasitas kecil biasanya cukup untuk produksi harian di bawah 50 pcs, sementara usaha dengan produksi lebih besar membutuhkan mesin chamber vacuum yang bekerja lebih cepat dan konsisten menyedot udara hingga habis.

Perhatikan juga lebar segel (sealing bar) pada mesin, karena harus sesuai dengan lebar plastik vakum yang Anda pakai. Segel yang terlalu sempit membuat sambungan plastik mudah bocor, sehingga udara bisa masuk kembali dan makanan cepat rusak meski sudah divakum.

Menyimpan Makanan Setelah Dikemas Vakum

Kemasan vakum memang memperlambat pembusukan, tetapi bukan berarti makanan bisa disimpan sembarangan. Produk basah seperti daging atau seafood tetap perlu disimpan di lemari pendingin atau freezer setelah divakum, karena suhu ruang tetap memungkinkan bakteri anaerob berkembang meski tanpa oksigen. Untuk bahan kering seperti kopi atau rempah, penyimpanan di suhu ruang yang sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung sudah cukup.

Jangan lupa mencantumkan tanggal pengemasan pada label kemasan vakum Anda, sehingga konsumen maupun tim produksi bisa memantau masa simpan produk dengan lebih akurat, terutama untuk produk yang dijual lewat reseller atau dikirim ke luar kota.