Kemasan Makanan

Tips Memilih Kemasan Melamin yang Aman untuk Makanan

14 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 4 bagian
  1. 01 Tips Sebelum Menentukan Kemasan Berbahan Melamin
  2. 02 Alternatif Kemasan Aman Selain Melamin
  3. 03 Regulasi dan Pengawasan Kemasan Melamin di Indonesia
  4. 04 Standar SNI dan BPOM untuk Kemasan Melamin

Bahaya kemasan melamin sudah lama jadi bahan pembicaraan banyak orang. Pemerintah pernah mengeluarkan peringatan soal risiko kemasan berbahan melamin bagi kesehatan.

Karena itu, penting bagi Anda, terutama pelaku usaha makanan, untuk tahu cara memilih kemasan melamin aman sebelum membungkus produk.

Salah pilih kemasan bisa membuat makanan Anda terkontaminasi zat berbahaya. Akibatnya, muncul risiko penyakit yang tidak main-main.

Itulah yang ingin dihindari pemerintah. Jadi, jika Anda pengusaha yang memakai kemasan melamin, sebaiknya pahami dulu cara memilihnya dengan tepat.

Sebenarnya, memakai kemasan melamin tidak salah. Namun ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli:

Tips Sebelum Menentukan Kemasan Berbahan Melamin

1. Perhatikan Label Food Grade pada Kemasan Melamin

Kemasan melamin berkualitas selalu mencantumkan label food grade. Label ini menandakan kemasan sudah memenuhi standar keamanan untuk bersentuhan dengan makanan.

Pastikan juga kemasan aman dipakai untuk makanan berkuah, asam, dan panas. Ini penting agar kandungan formalin di dalam melamin tidak berpindah ke makanan Anda.

2. Lakukan Uji Coba Sebelum Menggunakan Kemasan Melamin

Seperti disebutkan sebelumnya, kemasan melamin berisiko melepaskan formalin ke makanan. Karena itu, sebaiknya Anda uji dulu sebelum memakainya secara rutin.

Coba isi salah satu kemasan dengan makanan berkuah dan panas. Jika muncul bercak merah pada kemasan, artinya kemasan itu mengandung formalin dan tidak layak dipakai.

3. Perhatikan Kondisi Kemasan Melamin Sebelum Membeli

Label saja tidak cukup. Anda juga perlu memeriksa kondisi fisik kemasan sebelum membelinya.

Pilih kemasan yang masih mulus, tanpa goresan atau bercak. Permukaan yang rusak berpotensi menjadi tempat menempelnya bakteri.

4. Pastikan Kemasan Tidak Mengandung Zat Pewarna Berbahaya

Kemasan plastik melamin sebaiknya transparan, tanpa warna dan corak berlebihan. Warna yang terlalu mencolok bisa jadi tanda penggunaan pewarna yang tidak aman.

Untuk lebih aman, pilih kemasan yang memakai pewarna alami seperti karotenoid, antosianin, klorofil, dan curcumin. Keempat zat warna ini berasal dari tanaman dan umum dipakai di industri makanan.

Alternatif Kemasan Aman Selain Melamin

Jika Anda ragu dengan risiko kemasan melamin, ada beberapa alternatif kemasan yang bisa dipertimbangkan untuk usaha makanan Anda.

  • Plastik food grade berkode aman – kenali kode plastik pada kemasan sebelum digunakan untuk makanan atau minuman. Panduan lengkapnya bisa dibaca pada artikel kode plastik food grade 1-7.
  • Kaca tahan panas – tidak bereaksi dengan makanan asam atau berkuah dan lebih mudah dibersihkan, meski lebih berat dan rawan pecah.
  • Toples atau wadah plastik khusus makanan – pastikan wadah bertanda food grade dan bebas BPA sebelum dipakai berulang kali.

Cara Merawat Kemasan Melamin agar Tetap Aman Digunakan

Jika Anda tetap memilih memakai kemasan melamin, rawat dengan benar agar risikonya tetap minim. Hindari mencuci dengan spons kasar yang bisa menggores permukaan, jangan gunakan untuk memanaskan makanan di microwave, dan segera ganti kemasan jika sudah tampak kusam atau retak halus.

Menyimpan makanan panas dalam kemasan melamin sebaiknya juga dibatasi waktunya. Semakin lama makanan panas dan berkuah bersentuhan dengan kemasan yang kualitasnya diragukan, semakin besar risiko zat berbahaya berpindah ke makanan.

Dengan memperhatikan poin-poin di atas, Anda bisa lebih bijak memilih kemasan melamin aman untuk bisnis makanan Anda, sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan terhadap produk yang dijual.

Regulasi dan Pengawasan Kemasan Melamin di Indonesia

Pemerintah melalui badan pengawas terkait telah menetapkan standar keamanan untuk produk melamin yang beredar di pasaran, termasuk batas kandungan formaldehida yang boleh terlepas dari kemasan. Sebagai pelaku usaha, penting untuk membeli kemasan melamin dari produsen yang sudah memenuhi standar tersebut, bukan sekadar mengejar harga murah.

Jika bisnis Anda melayani penjualan makanan siap saji dalam kemasan sekali pakai, ada baiknya juga mempelajari pilihan kemasan food grade lain yang lebih sesuai untuk distribusi jarak jauh, seperti dibahas pada artikel kemasan frozen food anti bocor dan tahan beku, terutama jika produk Anda perlu disimpan dalam kondisi dingin sebelum disajikan.

Standar SNI dan BPOM untuk Kemasan Melamin

Di Indonesia, kemasan melamin yang beredar seharusnya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk peralatan makan minum melamin, yang mengatur batas migrasi formaldehida ke dalam makanan. Selain itu, BPOM turut mengawasi kemasan food grade yang beredar di pasaran. Sayangnya, masih banyak kemasan melamin murah tanpa label SNI yang beredar bebas di pasar tradisional, sehingga konsumen dan pelaku usaha kuliner perlu lebih cermat sebelum membeli, terutama jika produk akan dipakai berulang setiap hari.

Membedakan Melamin Asli dan Melamin Campuran

Melamin asli terbuat dari resin melamin formaldehida berkualitas tinggi, sedangkan sebagian produk murah di pasaran justru dicampur dengan urea formaldehida agar biaya produksi lebih rendah. Campuran ini jauh lebih mudah melepaskan formalin, terutama saat terkena panas. Cara sederhana membedakannya adalah dengan memperhatikan harga; kemasan melamin asli umumnya dijual dengan harga yang wajar sesuai kualitasnya, bukan jauh lebih murah dari kemasan sejenis di pasaran.

Batas Suhu Aman untuk Kemasan Melamin

Kemasan melamin umumnya hanya aman dipakai untuk makanan dengan suhu di bawah titik didih air. Menuangkan makanan yang baru saja diangkat dari kompor dalam kondisi sangat panas langsung ke wadah melamin berisiko mempercepat pelepasan formalin. Bagi pelaku usaha katering atau warung makan, sebaiknya biarkan makanan sedikit lebih dingin sebelum dipindahkan ke wadah melamin untuk penyajian.

Kapan Sebaiknya Berhenti Menggunakan Kemasan Melamin

Segera ganti kemasan melamin jika sudah tampak retak halus, permukaannya kusam, atau muncul noda yang sulit hilang meski sudah dicuci. Tanda-tanda ini menunjukkan lapisan pelindung kemasan mulai rusak, sehingga risiko zat berbahaya berpindah ke makanan menjadi lebih tinggi.