Desain & Branding Kemasan

Cara Desain Kemasan agar Menarik Konsumen

26 Apr 2019 Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Cara Desain Kemasan Supaya Menarik Customer
  2. 02 Strategi Desain Kemasan Hemat Biaya untuk Usaha Kecil

Ingin tahu cara desain kemasan agar menarik konsumen? Sebelumnya, Cerita Desain sudah membahas tips membuat desain kemasan produk. Kali ini, kita akan membahas lebih dalam cara membuat kemasan yang punya nilai jual tinggi di antara produk sejenis.

Desain kemasan yang baik harus mencantumkan informasi sebenarnya tentang produk, agar konsumen lebih percaya. Konsumen umumnya memilih produk yang terlihat mampu memenuhi kebutuhannya, dan kesan pertama itu datang dari konsep desain kemasan.

Desain kemasan menjadi faktor penentu keberhasilan produk di pasaran. Konsumen cenderung memilih apa yang terlihat menarik pada pandangan pertama. Kesan pertama inilah yang membuat desain kemasan produk cukup menantang untuk dibuat.

Kemasan yang menarik, meski hanya dilihat sekilas, bisa membuat konsumen tertarik membeli bahkan berlangganan. Sebaliknya, kemasan yang kurang menarik atau tidak sesuai selera pasar bisa membuat konsumen enggan melirik produk sama sekali.

Sebelum membuat desain kemasan produk, tentukan dulu segmen pasar yang dituju. Buat model atau bentuk kemasan yang berbeda dari produk sejenis agar produk Anda lebih menonjol. Perhatikan juga kombinasi warna yang menarik, ketersediaan bahan kemasan, dan keamanan produk setelah dikemas.

Cara Desain Kemasan Supaya Menarik Customer

# Tentukan Segmen Pasar

Saat membuat produk, Anda tentu sudah punya gambaran segmen pasar yang dituju. Konsumen sering membeli produk karena kemasannya, bukan semata produknya, karena mereka menilai kualitas produk dari kualitas kemasan.

Jika produsen mau mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan materi untuk desain kemasan, konsumen menganggap produsen tersebut juga serius menjaga kualitas produknya.

Desain kemasan yang elegan memberi kesan produk berkualitas tinggi dan layak dimiliki. Kemasan yang bersih dan higienis juga meyakinkan konsumen bahwa produk di dalamnya terjaga kebersihannya.

Sebaliknya, jika desain kemasan dibuat asal-asalan, konsumen akan langsung menilai produk Anda juga dibuat asal-asalan.

Setiap segmen pasar butuh pendekatan desain berbeda. Kemasan produk anak, remaja, wanita, dan pria tentu harus disesuaikan dengan selera masing-masing segmen agar tetap menarik untuk dibeli.

# Buatlah Berbeda

“Berbedalah, agar kamu dikenal” – pepatah dari budaya Arab ini mengingatkan bahwa produk yang ingin dikenal pasar harus punya kesan berbeda dari produk sejenis. Buat kesan yang mudah diingat sebagai ciri khas produk Anda.

Langkah awalnya adalah membuat desain kemasan yang berbeda sekaligus punya ciri khas yang memperkuat branding produk. Kemasan memang bisa berevolusi mengikuti zaman, tapi tetap perlu ada unsur yang konsisten, seperti ciri khas desain atau warna yang digunakan.

Ciri khas inilah yang membuat branding produk tetap kuat di pasaran. Saat konsumen mencari produk Anda dan menemukan desain kemasan sudah berubah, mereka tetap yakin membeli karena mengenali ciri khasnya, asal kualitas produk tetap terjaga.

# Tentukan Jenis dan Bahan Kemasan

Sebelum membuat desain, tentukan dulu bahan kemasan yang akan digunakan. Pemilihan bahan ini memengaruhi proses desain, karena desainer perlu mempertimbangkan model dan warna saat proses cetak.

Secara umum, bahan kemasan terbagi menjadi dua: kemasan produk pangan dan non-pangan. Bahan kemasan pangan harus menjamin keamanan produk, seperti mempertahankan rasa dan aroma, dibanding bahan kemasan non-pangan.

Berikut beberapa jenis bahan kemasan plastik yang umum digunakan untuk produk pangan:

PET (Poly Ethylene Therapthalate) – jenis plastik pangan yang membutuhkan perlindungan lebih terhadap udara.

OPP (Oriented Poly Propylene) – melindungi produk dari kelembapan.

NYLON (gabungan PET dan OPP) – digunakan jika produk membutuhkan perlindungan ekstra terhadap udara dan kelembapan.

PVC (Poly Vinyl Chlorida) – berbahaya jika terkena panas karena bisa mengeluarkan gas beracun, sehingga hanya boleh digunakan untuk kemasan luar.

PO (Poly Olefin) – sangat transparan dan bening, memberi efek kilap sehingga cocok untuk menonjolkan tampilan kemasan.

PE (Poly Ethylene) – biasa digunakan sebagai lapisan perekat (seal layer).

PP (Poly Propylene) – fungsinya mirip PE sebagai seal layer, juga biasa digunakan melapisi bahan makanan atau sebagai kemasan yang berdiri sendiri.

Jika kemasan Anda berbentuk botol, pelajari juga tips membuat label botol kemasan tampak sempurna agar tampilannya makin maksimal.

# Gunakan Kombinasi Warna yang Menarik

Keputusan membeli produk di toko jarang melalui analisis mendalam. Konsumen sering tidak sempat membaca atau melihat kemasan lebih dekat, sehingga bentuk dan warna kemasan menjadi faktor penentu ketertarikan mereka.

Desain kemasan yang menarik akan menjadi pembanding produk Anda dengan produk sejenis di pasaran. Kemasan yang bagus dan kokoh, dipadukan kombinasi warna yang serasi, memberi jaminan kualitas di mata konsumen.

# Perhatikan Keamanan Produk dalam Kemasan

Saat membuat kemasan, tekankan keamanan produk dari segi bentuk, rasa, maupun aroma agar tidak berubah setelah dikemas. Hal ini penting sebelum produk sampai ke tangan konsumen.

Jika produk sampai rusak atau berbau di tangan konsumen, hal ini bisa langsung mematikan usaha Anda. Konsumen akan terus mengingat pengalaman buruk tersebut dan enggan membeli lagi, meski Anda sudah memperbaiki kesalahannya.

Saat ini, banyak produk sejenis bersaing merebut hati konsumen. Karena itu, keunggulan produk pangan Anda tidak hanya soal rasa, tapi juga desain kemasan yang menarik.

Produk Anda hanya punya dua detik pertama untuk menarik perhatian konsumen. Dua detik inilah yang menentukan apakah konsumen akan mendekat dan akhirnya memutuskan membeli produk Anda.

Strategi Desain Kemasan Hemat Biaya untuk Usaha Kecil

Membuat kemasan menarik bukan berarti harus mengeluarkan biaya besar sejak awal. Usaha kecil bisa memulai dengan kemasan polos berkualitas baik dilengkapi stiker label custom, jauh lebih murah dibanding cetak langsung pada kemasan dalam jumlah besar. Cara ini juga memberi fleksibilitas mengganti desain kapan saja tanpa harus membuang stok kemasan lama yang belum terpakai.

Manfaatkan juga jasa desain grafis lepas (freelance) untuk kebutuhan awal, dibanding langsung menyewa agensi branding besar yang biayanya jauh lebih tinggi. Setelah usaha berkembang dan volume produksi meningkat, barulah pertimbangkan investasi desain kemasan yang lebih profesional dan cetak custom penuh.

Kesalahan Umum dalam Desain Kemasan yang Perlu Dihindari

Banyak pelaku usaha terlalu fokus pada elemen visual hingga melupakan fungsi dasar kemasan, misalnya memilih bahan yang kurang kuat sehingga produk rusak selama pengiriman. Kesalahan lain adalah mencantumkan terlalu banyak informasi dalam satu tampilan, membuat konsumen bingung menangkap pesan utama produk dalam waktu singkat.

Hindari pula mengubah desain kemasan terlalu sering tanpa alasan kuat, karena konsumen butuh waktu untuk mengenali dan mengingat identitas visual produk Anda. Perubahan desain sebaiknya dilakukan bertahap, bukan mendadak mengganti seluruh elemen sekaligus.