Peluang Usaha Kemasan

Pentingnya Kemasan Produk bagi Kesuksesan Bisnis Anda

31 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 3 bagian
  1. 01 Alasan Kemasan Produk Penting bagi Bisnis Anda
  2. 02 Kesalahan Umum Saat Memilih Kemasan Produk
  3. 03 Tips Memilih Kemasan Sesuai Tahap Pertumbuhan Bisnis

Pentingnya kemasan produk sering diremehkan oleh pemilik bisnis yang hanya fokus pada kualitas isi produk. Padahal, kemasan atau packaging memegang peranan besar dalam pemasaran.

Laporan dari Pelican Communications menunjukkan bahwa desain kemasan mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen hingga 38,5 persen. Artinya, kemasan bukan sekadar pembungkus.

Kemasan berfungsi sebagai pelindung produk, sumber informasi bagi konsumen, sekaligus daya tarik agar produk Anda mampu bersaing di pasaran. Karena itu, desain kemasan produk Anda harus menarik.

Berikut beberapa alasan mengapa kemasan produk begitu penting bagi bisnis Anda.

Alasan Kemasan Produk Penting bagi Bisnis Anda

Representasi Brand Bisnis

Warna, font, dan logo pada kemasan bisa merepresentasikan identitas bisnis Anda. Desain kemasan yang baik akan mencerminkan karakter bisnis secara konsisten.

Bentuk kemasan juga perlu disesuaikan agar tampilannya menarik, baik itu botol, box, atau bentuk lainnya. Dengan begitu, pelanggan akan langsung mengenali bahwa kemasan tersebut milik bisnis Anda.

Menarik Minat Customer

Salah satu fungsi kemasan produk adalah menarik perhatian calon pembeli. Tanpa desain yang menarik, produk Anda hanya akan menjadi pajangan di rak toko tanpa ada yang melirik.

Karena itu, banyak pemilik bisnis bermain dengan skema warna dan desain kreatif demi meningkatkan daya tarik produk mereka.

Pembeda dengan Kompetitor

Data infografis dari Paper Worker menunjukkan bahwa penggunaan warna pada kemasan membantu konsumen membedakan bisnis Anda dari kompetitor.

Contohnya Oreo yang identik dengan warna biru. Apa pun varian rasanya, kemasan Oreo tetap konsisten menggunakan warna biru sebagai ciri khas.

Meningkatkan Profesionalitas Brand

Ada banyak cara agar kemasan produk meningkatkan profesionalitas brand, misalnya deskripsi produk yang singkat dan mudah dipahami, tampilan grafis yang kuat, serta material kemasan berkualitas.

Jika budget kemasan Anda terbatas, material standar pun tetap bisa terlihat profesional asalkan desainnya dibuat maksimal.

Mempengaruhi Keputusan Calon Customer

Kemasan produk juga memuat komposisi bahan dan informasi nutrisi. Informasi ini dapat memengaruhi keputusan calon pembeli sebelum membeli produk Anda.

Misalnya, konsumen yang sedang diet akan mencari makanan rendah kalori, sementara konsumen muslim akan memeriksa label halal pada kemasan.

Menghilangkan Kesan Membosankan

Desain kemasan yang sederhana bukan berarti membosankan. Kemasan produk boleh terlihat minimalis, namun harus tetap tegas dan menarik.

Warna-warna pucat atau pastel misalnya, justru bisa membuat produk Anda tampil beda saat produk lain memakai warna mencolok.

Meningkatkan Branding

Kemasan produk akan semakin efektif jika Anda mampu menyeimbangkan identitas brand dengan desain yang menarik. Contohnya cara Starbucks melakukan rebranding.

Mereka menyederhanakan logo Starbucks agar lebih mudah diingat. Kemasan produk pun hanya dilengkapi logo tanpa penjelasan tambahan, namun tetap dikenali sebagai produk Starbucks.

Nama “Starbucks Coffee” juga diubah menjadi “Starbucks” saja untuk menegaskan bahwa mereka menjual produk lain, seperti teh dan makanan.

Ingatlah bahwa salah satu fungsi kemasan produk adalah berkomunikasi dengan pelanggan. Jangan lewatkan kesempatan ini melalui desain kemasan yang menarik.

Anda juga bisa meningkatkan kualitas kemasan dengan memilih material bahan dan proses cetak yang bermutu agar produk Anda semakin dipercaya konsumen.

Selain aspek desain, pertimbangkan juga cara memilih kemasan yang tepat untuk produk bisnis Anda, mulai dari bahan, ukuran, hingga daya tahan kemasan saat pengiriman. Tren konsumen yang makin peduli lingkungan juga membuat kemasan ramah lingkungan menjadi nilai tambah tersendiri bagi bisnis Anda, sekaligus membedakan produk Anda dari kompetitor yang masih memakai kemasan konvensional.

Kesalahan Umum Saat Memilih Kemasan Produk

Banyak pemilik usaha, terutama yang baru merintis, terjebak pada beberapa kesalahan klasik saat menentukan kemasan produknya. Mengenali kesalahan ini sejak awal bisa menghemat biaya sekaligus mempercepat proses branding.

Kemasan Terlalu Rumit untuk Skala Produksi

Kemasan dengan banyak lapisan, bentuk custom, atau finishing khusus memang terlihat mewah, tapi sering kali sulit diproduksi dalam jumlah kecil dengan harga wajar. Bagi UMKM yang baru mulai, kemasan sederhana namun rapi biasanya lebih realistis dibanding kemasan rumit yang justru membebani biaya produksi per unit.

Mengabaikan Kekuatan Kemasan Saat Pengiriman

Kemasan yang terlihat menarik di etalase belum tentu tahan saat dikirim lewat ekspedisi. Produk yang sering diretur karena rusak di perjalanan biasanya bermasalah pada pemilihan bahan kemasan, bukan pada kualitas isi produknya. Sebelum memutuskan desain akhir, uji dulu kemasan dengan simulasi pengiriman sederhana, misalnya mengocok atau menjatuhkannya dari ketinggian rendah.

Terlalu Fokus pada Estetika, Lupa Fungsi

Desain yang cantik tapi sulit dibuka, mudah tumpah, atau tidak praktis digunakan justru bisa menurunkan pengalaman konsumen. Idealnya, estetika dan fungsi kemasan berjalan beriringan, bukan saling mengorbankan satu sama lain.

Tips Memilih Kemasan Sesuai Tahap Pertumbuhan Bisnis

Kebutuhan kemasan bisnis kuliner atau produk rumahan di Bali biasanya berubah seiring skala usaha. Berikut beberapa pertimbangan praktis yang bisa Anda terapkan.

  • Saat baru merintis, prioritaskan kemasan yang mudah didapat dalam jumlah kecil (satuan atau lusinan) agar modal awal tidak terlalu besar.
  • Saat pesanan mulai stabil, pertimbangkan kemasan dengan label custom agar identitas brand mulai terbentuk di mata pelanggan.
  • Saat bisnis berkembang ke skala grosir atau ekspedisi luar kota, alihkan fokus ke kekuatan kemasan dan efisiensi biaya pengiriman, bukan hanya tampilan.

Dengan pendekatan bertahap ini, biaya kemasan tetap proporsional terhadap omzet, sementara kualitas dan kesan profesional produk Anda tetap terjaga di setiap fase pertumbuhan bisnis.

Melibatkan Pelanggan dalam Proses Evaluasi Kemasan

Sebelum meluncurkan kemasan baru dalam jumlah besar, ada baiknya Anda meminta pendapat sejumlah pelanggan setia terlebih dahulu, misalnya lewat survei singkat di media sosial atau sesi mencoba produk sample. Masukan langsung dari calon pembeli sering kali mengungkap masalah kecil yang tidak terpikirkan oleh tim internal, seperti kesulitan membuka tutup atau warna yang kurang menonjol saat dipajang berdampingan dengan produk lain.