Saat membeli makanan atau minuman, banyak orang hanya fokus pada bahan dan nilai gizi di dalam produk. Kemasannya justru sering diabaikan.
Padahal, cara memilih kemasan makanan yang aman sama pentingnya. Tidak semua kemasan pangan bebas dari bahan berbahaya.
Lantas, bagaimana cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman untuk kesehatan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Cara Memilih Kemasan Makanan dan Minuman yang Aman
Kemasan pangan adalah material yang melindungi makanan dari kerusakan maupun kontaminasi bakteri dari luar. Setiap produk makanan dan minuman di pasaran dibungkus dengan kemasan yang berbeda-beda, mulai dari plastik, kaleng, gelas, kaca, hingga styrofoam.
Beberapa makanan dan minuman di pasaran, terutama jajanan kaki lima, sering menggunakan kemasan dari bahan non-food grade. Food grade sendiri adalah standar kelayakan material untuk kelengkapan makanan, termasuk kemasan pembungkusnya.
Kemasan yang tergolong non-food grade berpotensi memicu bahaya bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa tips memilih kemasan makanan dan minuman agar aman dari zat berbahaya.
Pastikan Kemasan Kedap Udara
Sebelum membeli makanan maupun minuman kemasan, pastikan kemasannya kedap udara. Makanan dan minuman perlu disimpan dalam kemasan kedap udara untuk mencegah kontaminasi bakteri.
Makanan dan minuman yang tidak dikemas dengan benar membuka peluang bagi bakteri untuk masuk dan mencemari produk.
Periksa Kemasan Tidak Rusak atau Penyok
Perhatikan dulu bentuk kemasan produk sebelum membeli. Jika kemasan sudah rusak, robek, atau penyok, ada kemungkinan produk di dalamnya sudah terpapar udara luar atau sinar matahari dalam waktu lama.
Paparan ini bisa mengubah warna dan rasa pada makanan maupun minuman.
Pilih Produk yang Sudah Terdaftar di BPOM
Sebelum membeli makanan maupun minuman kemasan, selalu lakukan Cek KLIK: cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa.
Cek KLIK berguna untuk memastikan keamanan kandungan pada makanan atau minuman sekaligus menjadi pedoman memilih kemasan yang aman untuk kesehatan.
Salah satu poin penting dari Cek KLIK adalah memilih produk yang sudah memiliki nomor izin edar (NIE) dari BPOM. Produk dengan nomor izin edar berarti bahan maupun kemasannya sudah terjamin aman.
Anda tidak perlu khawatir karena BPOM senantiasa mengawasi produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran.
Selain memeriksa izin edar, jangan lupa memperhatikan aturan label kemasan makanan yang wajib dicantumkan produsen, karena label yang lengkap membantu Anda menilai keamanan produk sebelum membeli.
Kenali Risiko Kemasan Berdasarkan Jenis Bahannya
Selain memeriksa kondisi fisik kemasan, penting juga mengenali risiko dari masing-masing jenis bahan kemasan. Styrofoam misalnya, sering dipakai untuk makanan panas padahal berisiko melepaskan stirena jika terkena suhu tinggi dalam waktu lama. Kemasan kaleng yang sudah penyok parah atau berkarat juga sebaiknya dihindari karena berpotensi mencemari isi di dalamnya.
Kemasan kaca dan plastik food grade umumnya lebih stabil secara kimiawi, tetapi tetap perlu diperiksa kebersihannya, terutama jika digunakan berulang untuk kemasan isi ulang seperti pada usaha katering atau jualan online.
Pentingnya PIRT dan Izin Edar bagi Pelaku UMKM Kuliner
Bagi pelaku usaha kuliner rumahan di Denpasar dan sekitarnya, memiliki sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari dinas kesehatan setempat menjadi bukti bahwa produk dan kemasan yang digunakan sudah memenuhi standar keamanan dasar. Untuk produk dengan risiko lebih tinggi atau skala produksi lebih besar, izin edar dari BPOM biasanya diperlukan sebelum produk dijual di gerai retail atau dikirim ke luar daerah.
Memastikan legalitas ini bukan hanya soal memenuhi aturan, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang Anda jual.
Cara Menyimpan Kemasan Makanan agar Kualitasnya Terjaga
Selain memilih kemasan yang tepat, cara penyimpanannya juga berpengaruh pada keamanan produk. Simpan makanan dan minuman kemasan di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, terutama untuk produk yang dikemas dalam plastik tipis atau kertas yang mudah menyerap kelembapan udara.
Bagaimana dengan Kantong Teh Celup?
Anda mungkin pernah mendengar rumor bahwa kantong teh celup mengandung zat karsinogenik jika direndam terlalu lama dengan air panas. Benarkah demikian?
Berdasarkan siaran pers BPOM, kantong teh celup yang memiliki nomor izin edar sudah melalui berbagai evaluasi keamanan pangan, baik dari kandungan maupun kemasannya.
Penilaian keamanan ini mensyaratkan batas migrasi yang baik, yaitu jumlah maksimum zat yang bisa berpindah dari kemasan pangan ke dalam bahan pangan, misalnya air seduhan teh. Karena itu, kantong teh celup tetap aman digunakan meski diseduh dengan air panas.
BPOM juga menegaskan bahwa kantong teh celup yang aman tidak boleh mengandung senyawa klorin sebagai pemutih. Saat diseduh, klorin bisa ikut larut dan masuk ke dalam tubuh, memicu masalah pencernaan dan radikal bebas.
Syarat bebas klorin ini wajib dipenuhi produsen saat mengajukan permohonan penilaian keamanan produk kepada BPOM.
Untuk kebutuhan bisnis kuliner, Anda juga bisa mempelajari panduan memilih jenis kemasan untuk bisnis kuliner agar produk tetap aman sekaligus menarik bagi pelanggan.
Kesimpulannya, produk yang sudah tersertifikasi BPOM menandakan kandungan makanan dan kemasannya sudah aman karena telah melalui berbagai uji kelayakan.
Produk teh dengan sertifikat BPOM sudah terjamin bebas dari bahan-bahan berbahaya. Bukan hanya kandungan tehnya yang sehat, tetapi juga seluruh material kemasannya aman digunakan.
Produk teh yang baik dikemas dalam material kedap udara untuk menjaga rasa dan kandungannya, serta menggunakan material food grade sesuai standar global.
Kantong teh celup sebaiknya mengandung serat-serat alami agar bebas dari substansi yang membahayakan kesehatan. Jadi, sudah ngeteh belum hari ini?