Botol Kaca

Cara Tepat dan Aman Menyimpan ASI Perah dalam Botol Kaca

07 Okt 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 2 bagian
  1. 01 Cara Menyimpan ASI Perah dalam Botol Kaca
  2. 02 Kenapa Botol Kaca Lebih Direkomendasikan untuk Menyimpan ASI Perah?

cara-simpan-susu-peras-dalam-botol-kaca

Menyimpan ASI perah dengan benar sangat penting bagi ibu menyusui. Banyak orang tua masih bingung soal cara menyimpan ASI perah dalam botol kaca yang tepat dan higienis.

Simak cara tepat dan aman menyimpan ASI perah dalam botol kaca berikut ini.

Cara Menyimpan ASI Perah dalam Botol Kaca

# Tempel Keterangan di Botol Kaca

Ada beberapa jenis botol kaca untuk menyimpan ASI perah, ada yang sudah dilengkapi keterangan volume dan ada yang belum. Jika ingin lebih praktis, pilih botol yang sudah mencantumkan ukuran volume.

Jika botol yang Anda beli tidak dilengkapi keterangan volume, tuliskan sendiri volume ASI perah di setiap botol. Tambahkan juga tanggal dan jam memerah ASI agar mudah dipantau.

# Pastikan Botol Bersih Sebelum Digunakan

Sebelum memerah ASI, pastikan botol yang akan dipakai sudah bersih. Cuci botol kaca dengan sabun cuci khusus peralatan makan bayi, lalu sterilkan dengan alat khusus atau sterilizer bila perlu.

Setelah disteril, pastikan botol benar-benar kering sebelum digunakan. Gunakan kain bersih atau tisu hingga tidak ada air tersisa, karena botol yang masih basah bisa meningkatkan risiko kontaminasi bakteri.

# Jangan Mengisi Botol Hingga Penuh

Isi botol kaca dengan ASI perah hingga sekitar tiga perempat kapasitasnya saja. Jangan sampai penuh, karena ASI perah yang membeku bisa membuat tutup botol terbuka.

Jika ASI akan segera diminum bayi, simpan pada suhu ruang dan gunakan dalam 4-6 jam. Untuk penyimpanan hingga tiga bulan, simpan ASI perah di dalam freezer dan pastikan tutup botol selalu rapat agar bakteri tidak masuk.

# Pilih Botol Kaca dengan Tutup yang Kokoh

Ada dua jenis tutup botol kaca, yaitu tutup karet dan tutup plastik. Keduanya boleh digunakan, asalkan tidak bocor saat dipakai menyimpan ASI perah.

Anda bisa mengecek kualitas tutup botol dengan menuangkan air ke dalamnya, menutupnya rapat, lalu mengocoknya perlahan. Jika tidak ada air yang keluar dari mulut botol, tutup tersebut aman digunakan.

Kenapa Botol Kaca Lebih Direkomendasikan untuk Menyimpan ASI Perah?

Botol kaca punya beberapa keunggulan dibanding plastik untuk menyimpan ASI perah.

  • Tidak melepas zat kimia — botol kaca tidak mengandung BPA sehingga lebih aman bersentuhan langsung dengan ASI.
  • Mudah disterilkan berulang kali — tahan suhu tinggi sehingga bisa direbus tanpa merusak materialnya.
  • Tidak menyerap bau atau warna — permukaan kaca tidak meninggalkan bekas setelah dicuci, berbeda dari plastik yang bisa menguning seiring waktu.
  • Lebih tahan lama — botol kaca berkualitas bisa dipakai bertahun-tahun selama tidak pecah.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Menyimpan ASI Perah

  • Menuang ASI panas langsung ke botol kaca dingin dari kulkas, yang berisiko membuat botol retak akibat perubahan suhu mendadak.
  • Tidak memberi label tanggal, sehingga ASI yang lebih lama tersimpan tidak terpakai lebih dulu.
  • Menyimpan ASI di pintu freezer yang suhunya kurang stabil dibanding bagian dalam.
  • Menggunakan kembali tutup botol yang sudah longgar atau retak.

Menghangatkan ASI Perah dengan Aman

Saat akan digunakan, hangatkan botol kaca berisi ASI perah dengan cara direndam air hangat, bukan direbus langsung atau dipanaskan di microwave. Cara ini menjaga kandungan nutrisi ASI tetap optimal.

Jangan membekukan ulang ASI perah yang sudah dicairkan, karena berisiko menurunkan kualitas dan keamanan ASI untuk bayi.

Berapa Lama ASI Perah Bertahan?

ASI perah yang disimpan pada suhu ruang sebaiknya digunakan dalam waktu 4-6 jam. Di dalam kulkas, ASI perah bisa bertahan hingga empat hari, sementara di dalam freezer daya tahannya mencapai tiga bulan.

Selalu utamakan ASI yang lebih dulu diperah untuk digunakan lebih awal, sesuai prinsip first in first out, agar tidak ada ASI yang terbuang sia-sia.

Memilih Ukuran Botol Kaca Sesuai Kebutuhan Memerah

Ukuran botol kaca untuk ASI perah umumnya berkisar 60-125 ml untuk sekali sesi memerah bayi baru lahir, dan 125-250 ml untuk bayi yang sudah lebih besar dengan kebutuhan minum lebih banyak. Menyediakan beberapa ukuran sekaligus memudahkan Anda mengatur porsi ASI sesuai kebutuhan setiap sesi menyusui, sehingga tidak ada ASI yang terbuang karena kemasan terlalu besar.

Cara Memberi Label yang Rapi pada Botol ASI Perah

Gunakan label khusus tahan air atau spidol permanen agar tulisan tanggal dan volume tidak luntur saat botol dicuci atau terkena kondensasi dari freezer. Susun botol berdasarkan urutan tanggal memerah di rak penyimpanan agar Anda mudah mengambil ASI yang paling lama tersimpan terlebih dahulu.

Membawa ASI Perah dalam Botol Kaca Saat Bepergian

Jika Anda perlu membawa ASI perah keluar rumah, misalnya untuk dititipkan ke pengasuh, gunakan cooler bag dengan ice pack agar suhu ASI tetap terjaga selama perjalanan. Pastikan botol kaca dibungkus dengan pelindung tambahan seperti bubble wrap tipis atau kain agar tidak berbenturan dan pecah selama transportasi.

Alternatif Botol Kaca dengan Tutup Anti Bocor Khusus ASI

Beberapa produsen kini menghadirkan botol kaca dengan tutup khusus yang dilengkapi segel silikon tambahan, dirancang untuk mengurangi risiko kebocoran saat ASI perah dibekukan dan mengembang. Fitur ini sangat membantu bagi ibu bekerja yang perlu menyimpan stok ASI dalam jumlah banyak di freezer.

Sebelum membeli dalam jumlah besar, pastikan Anda mencoba dulu satu atau dua botol untuk memastikan kecocokan tutup dengan kebiasaan penyimpanan Anda sehari-hari.

Itulah cara tepat menyimpan ASI perah dalam botol kaca untuk kebutuhan keluarga atau usaha Anda. Jika Anda pelaku usaha minuman kemasan dan membutuhkan botol kemasan berkualitas, Gudang Kemasan siap membantu. Hubungi kami atau kunjungi toko kami untuk konsultasi kemasan sesuai kebutuhan usaha Anda.

Pelajari juga cara mensterilkan botol kaca dengan aman dan benar agar botol penyimpanan ASI Anda selalu higienis.