Mengapa desain kemasan produk harus dibuat unik? Pertanyaan ini sering muncul dari klien yang enggan repot memikirkan desain kemasan. Padahal, desain kemasan yang menarik membuat produk lebih menonjol dibanding kompetitor sejenis.
Bayangkan jika produk Anda sama dengan produsen lain, tapi mereka membuat desain unik dengan ukuran lebih besar. Sementara kemasan Anda polos tanpa corak maupun label. Konsumen tentu akan lebih tertarik pada produk yang tampilannya lebih menarik.
Kemasan polos tanpa label juga bisa membuat konsumen mengira produk tersebut sudah lama atau belum diganti dengan yang baru. Di sinilah pentingnya desain kemasan produk untuk kesuksesan penjualan.
Bentuk desain kemasan produk sangat beragam, mulai dari botol, kotak berbagai bentuk, tube, dan kemasan lainnya, tergantung jenis produknya. Produsen maupun desainer kemasan harus selalu ingat bahwa tujuan utama desain kemasan adalah menonjolkan dan membedakan produk di antara ratusan bahkan ribuan produk sejenis di pasaran. Dengan begitu, konsumen bisa mengenali produk Anda bahkan dari kejauhan.
Menurut Wikipedia, desain kemasan produk adalah ilmu, seni, dan teknik membungkus atau melindungi produk agar mudah didistribusikan, disimpan, dijual, dan digunakan. Prosesnya meliputi evaluasi, perancangan, hingga produksi kemasan. Singkatnya, desain kemasan adalah sistem untuk mempersiapkan produk agar siap dikirim, disalurkan, disimpan, dipasarkan, dan akhirnya bermanfaat bagi konsumen.
Jangan membuat desain kemasan produk secara sembarangan. Perhatikan faktor perlindungan, ketahanan produk saat disimpan, dan cara pengemasannya. Kemasan yang baik juga harus menampilkan informasi penting secara singkat, sehingga konsumen bisa mengenali jenis produk tanpa harus membukanya.
Desain kemasan produk yang informatif dan menarik menjadi tolok ukur keberhasilan penjualan. Berikut beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan saat membuat desain kemasan produk.
# Kreatif dan Unik
Buat desain kemasan produk Anda sekreatif dan seunik mungkin agar mudah diperhatikan konsumen dan berbeda dari produk sejenis.
# Hati-Hati Memilih Jenis Huruf dan Warna
Pilih warna kemasan sesuai jenis produk. Jika perusahaan Anda sudah punya warna khas, padukan warna tersebut ke dalam desain kemasan.
Pastikan bentuk huruf mudah dibaca dan sesuai dengan karakter produk. Perhatikan juga kontras antara warna latar dan warna huruf, misalnya jangan gunakan huruf hitam pada latar biru gelap atau merah marun karena akan sulit terbaca. Anda bisa memakai indeks warna sebagai panduan kombinasi.
# Pastikan Label Mudah Dibaca
Konsumen selalu membaca informasi produk sebelum membeli, karena mereka ingin tahu kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan. Buat ukuran dan bentuk huruf label mudah dibaca, jangan terlalu kecil atau memakai huruf bergaya rumit.
Konsumen tidak punya banyak waktu untuk memahami kemasan yang rumit. Jika label sulit dipahami, mereka cenderung memilih produk lain yang lebih jelas informasinya.
# Manfaatkan Gambar
Gambar adalah media informasi yang efektif, karena masyarakat cenderung enggan membaca teks panjang. Gunakan gambar beresolusi tinggi agar tampilan lebih jelas, sekaligus menjadi alat promosi produk Anda.
# Buat Relevan
Sesuaikan bentuk huruf, warna, dan gambar dengan jenis produk. Contohnya, jangan menempatkan gambar anjing pada kemasan hot dog, karena bisa menyesatkan konsumen yang mengira produk tersebut mengandung daging anjing.
# Gunakan Bahasa yang Tepat
Desain kemasan produk tidak hanya harus menarik, tapi juga memakai bahasa yang tepat dari segi ejaan dan pilihan kata. Konsumen sering menilai kualitas produk dari cara penulisan pada kemasan.
Kesalahan ejaan atau informasi yang tidak sesuai bisa membuat konsumen menganggap produk Anda dibuat asal-asalan dan kurang terpercaya, sehingga mereka enggan kembali membeli.
# Jangan Lupakan Kenyamanan
Konsumen adalah orang sibuk yang menginginkan kemudahan. Buat desain kemasan produk yang tidak terlalu besar dan mudah dibawa. Semakin praktis kemasan Anda, semakin banyak konsumen yang memilihnya.
# Terlihat Kokoh dan Kuat
Pastikan desain kemasan produk terlihat kokoh dan kuat, tergantung bahan yang digunakan. Konsumen tidak akan memilih produk dengan kemasan yang tidak rapat, terbuka, atau penyok.
Pilih bahan yang dapat tertutup rapat dengan sempurna, tidak mudah penyok, serta mampu melindungi produk di dalamnya saat didistribusikan, disimpan, maupun dibawa menggunakan kantong plastik.
# Mudah Dibuka
Pastikan kemasan produk mudah dibuka agar konsumen tidak kesulitan saat menggunakannya. Faktor ini terlihat sepele, tapi penting karena konsumen yang kesal karena kemasan sulit dibuka bisa enggan membeli produk Anda lagi.
Jika kemasan Anda memang sulit dibuka, sertakan instruksi atau gambar cara membukanya agar konsumen lebih mudah menggunakan produk Anda.
# Keep It Simple
Di balik kesederhanaan justru terdapat kemewahan. Desain kemasan yang penuh warna dan ornamen berlebihan tidak selalu menarik perhatian konsumen, karena bisa menimbulkan kesan berantakan dan menutupi identitas produk.
Buat desain kemasan produk yang sederhana namun tetap memberikan informasi jelas kepada konsumen. Kesederhanaan bukan berarti kemasan polos tanpa warna atau tulisan, tapi bermain dengan paduan warna yang tidak terlalu ramai serta huruf yang mudah terbaca.
Jika Anda tetap ingin desain yang lebih ramai, buatlah dengan sentuhan seni yang matang, bukan asal memadukan warna. Dengan begitu, kemasan tetap terlihat cantik dan elegan sehingga menarik minat konsumen untuk membeli.