Desain & Branding Kemasan

Mengapa Desain Kemasan Produk Sangat Penting bagi Bisnis?

23 Mei 2019 • Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 5 bagian
  1. 01 Kenapa Tampilan Desain Kemasan Produk Sangat Penting?
  2. 02 Tips Membuat Desain Produk yang Menarik
  3. 03 Dampak Desain Kemasan terhadap Persepsi Harga
  4. 04 Kesalahan Desain Kemasan yang Sering Dilakukan UMKM
  5. 05 Desain Kemasan sebagai Investasi Jangka Panjang

Anda pasti pernah dengar pepatah “Don’t judge a book by its cover,” bukan? Sayangnya, pepatah itu tidak berlaku dalam bisnis.

Cover atau tampilan adalah hal yang sangat penting, terutama untuk mendukung pemasaran. Kemasan jadi faktor utama yang jadi pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk.

Jadi wajar saja jika desain produk dibuat semenarik mungkin supaya bisa menjaring konsumen. Di tengah persaingan antarprodusen yang makin ketat, pelaku bisnis harus bisa menyajikan produk dengan desain kemasan yang unik dan variatif.

Desain kemasan yang baik bukan hanya membuat produk tampak lebih rapi, tapi juga menunjukkan kesan dan kualitas isi di dalamnya.

Kenapa Tampilan Desain Kemasan Produk Sangat Penting?

Identitas Produk

Ketika sebuah perusahaan memutuskan memproduksi sebuah produk, desain kemasan juga dibuat seunik mungkin dengan tetap mengikuti konsep yang dijual.

Misalnya saja penggunaan desain, warna, hingga bentuk kemasan yang dibuat menyerupai produk di dalamnya. Ini dilakukan karena kemasan bisa berfungsi sebagai identitas produk yang membedakannya dengan merek lain.

Menentukan Kualitas Produk

Tampilan visual masih jadi salah satu faktor tertinggi yang memengaruhi konsumen untuk membeli suatu produk atau tidak. Kemasan juga menunjukkan kualitas produk yang dijual.

Contoh mudahnya, produk kerupuk yang dijual dengan kemasan plastik biasa dibandingkan kerupuk dengan kemasan berlayout unik.

Meski kedua produk mungkin punya rasa sama, tampilan kemasan yang berbeda akan memengaruhi anggapan konsumen soal kualitasnya. Produk dengan kemasan berlayout lebih punya ciri khas dan tampak lebih berkualitas, sehingga konsumen lebih tertarik membelinya.

Membentuk Loyalitas Konsumen

Sudah jadi rahasia umum bahwa loyalitas konsumen jadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan bisnis. Loyalitas ini bisa terbentuk lewat ikatan dengan produk yang dijual.

Penyajian warna layout, logo, dan keunikan kemasan akan membuat konsumen merasa lebih familier, sehingga memutuskan untuk membeli lagi.

Tips Membuat Desain Produk yang Menarik

Setelah mengetahui pentingnya membuat desain produk yang menarik, berikut beberapa tips yang bisa jadi referensi:

  • Inovatif adalah hal pertama dan paling utama yang harus diperhatikan dalam membuat desain produk. Di era perkembangan teknologi yang makin maju ini, pelaku bisnis harus bisa menyuguhkan desain yang lebih up to date dan kekinian sesuai selera masyarakat modern. Karena itu, ciptakan desain sekreatif mungkin.
  • Jangan lupakan hal penting seputar produk. Saat fokus pada satu desain, ada sebagian orang yang justru lupa memikirkan hal lain. Padahal, desain produk juga harus mencantumkan hal penting seperti nama brand, logo, deskripsi, kode produksi, dan nomor BPOM jika ada.
  • Pemilihan warna tampilan desain yang menarik juga sangat penting. Warna yang tepat bisa jadi poin plus yang membuat konsumen tertarik dengan produk tersebut. Sesuaikan juga isi produk di dalam kemasan dengan desainnya agar tidak terkesan salah konsep.

Itulah penjelasan kami tentang mengapa desain kemasan produk itu penting. Jika Anda ingin memesan kemasan dan masih bingung mencari gudang kemasan, kami solusinya.

Silakan order kemasan di Gudang Kemasanku yang sesuai dengan bisnis Anda. Jika Anda tidak menemukan kemasan yang sesuai kebutuhan atau kriteria, hubungi kami di WA: +6287702063388. Anda juga bisa datang langsung ke toko gudang kemasan kami.

Dampak Desain Kemasan terhadap Persepsi Harga

Desain kemasan tidak hanya memengaruhi daya tarik visual, tetapi juga secara langsung membentuk persepsi konsumen terhadap harga produk. Produk dengan desain kemasan yang rapi dan profesional cenderung dianggap pantas dijual dengan harga lebih tinggi, meskipun isi dan kualitas produknya sama dengan kompetitor yang kemasannya seadanya. Fenomena ini penting dipahami oleh pelaku UMKM yang ingin menaikkan posisi produknya di pasar tanpa harus banting harga demi bersaing.

Sebaliknya, kemasan yang terkesan asal-asalan bisa membuat konsumen ragu membeli meski harganya sudah murah, karena dianggap mencerminkan kualitas isi yang juga seadanya. Karena itu, investasi pada desain kemasan sebaiknya dilihat sebagai bagian dari strategi penetapan harga, bukan sekadar biaya tambahan.

Kesalahan Desain Kemasan yang Sering Dilakukan UMKM

Salah satu kesalahan yang paling umum adalah terlalu banyak elemen dalam satu kemasan, mulai dari warna, font, hingga informasi yang ditampilkan. Desain yang terlalu ramai justru membuat konsumen kesulitan menangkap pesan utama produk dalam hitungan detik saat melihatnya di rak.

Kesalahan lain adalah mengabaikan konsistensi desain antarvarian produk. Jika Anda punya beberapa varian rasa atau ukuran, pastikan elemen desain seperti logo dan tata letak tetap seragam, hanya warna aksen yang berbeda untuk membedakan varian. Konsistensi ini membuat konsumen mudah mengenali produk Anda meski dari kejauhan, sekaligus memperkuat identitas brand di benak mereka dalam jangka panjang.

Desain Kemasan sebagai Investasi Jangka Panjang

Pelaku bisnis sering menganggap desain kemasan sebagai biaya sekali jalan, padahal sebenarnya ini adalah investasi yang terus memberi dampak selama produk beredar di pasaran. Desain yang kuat dan mudah diingat akan terus bekerja mempromosikan produk setiap kali dilihat konsumen, tanpa perlu biaya iklan tambahan.

Karena itu, alih-alih mengganti desain kemasan setiap beberapa bulan demi mengikuti tren sesaat, lebih baik fokus membangun satu identitas visual yang kuat dan konsisten sejak awal. Perubahan desain memang kadang diperlukan seiring perkembangan bisnis, tetapi sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tetap mempertahankan elemen inti seperti logo dan warna khas, agar konsumen lama tidak kebingungan mengenali produk yang sudah mereka percaya selama ini.