Botol Plastik

Peran Penting Kemasan Plastik dalam Industri Makanan

30 Jul 2021 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 5 bagian
  1. 01 Jenis Plastik yang Umum Dipakai untuk Kemasan Makanan
  2. 02 Cara Memilih Kemasan Plastik yang Tepat untuk Produk Makanan
  3. 03 Tren Kemasan Plastik yang Lebih Ramah Lingkungan
  4. 04 Mengenal Kode Daur Ulang pada Kemasan Plastik Makanan
  5. 05 Regulasi Kemasan Pangan di Indonesia

Tanpa plastik, industri makanan kehilangan peluang penting untuk distribusi dan pengawetan produk. Peran kemasan plastik industri makanan ini cukup signifikan, meski banyak pihak menyerukan pengurangan penggunaannya demi keberlanjutan.

Kami setuju bahwa solusi plastik ramah lingkungan penting untuk dikembangkan. Namun, plastik tetap tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dari industri pengemasan makanan.

Plastik Menekan Limbah Makanan

Plastik mampu memperpanjang umur simpan ribuan produk makanan di pasar. Ini penting, karena menurut Asosiasi Industri Plastik, hampir 50 persen makanan di dunia terbuang sia-sia.

Banyak konsumen membuang makanan yang belum terpakai karena cepat rusak atau tampilannya berubah. Padahal, mengurangi limbah makanan sangat penting untuk kesehatan lingkungan.

Limbah makanan yang membusuk menghasilkan gas metana, penyumbang gas rumah kaca yang cukup besar. Semakin banyak makanan terbuang, semakin besar dampak gas berbahaya yang dilepaskan.

Proses produksi dan distribusi makanan juga menggunakan energi jauh lebih besar dibanding pembuatan plastik. Ketika separuh makanan terbuang, kita perlu memproduksi lebih banyak lagi, dan energi yang terpakai pun makin besar.

Dengan kemampuannya memperpanjang umur produk, plastik membantu mencegah limbah makanan sekaligus memungkinkan produk menjangkau lokasi yang lebih jauh dan terpencil.

Plastik Meningkatkan Kenyamanan Konsumen

Plastik membantu mengurangi limbah makanan dengan memperpanjang umur simpan ratusan produk. Produsen pun bisa menyimpan stok favorit konsumen tetap tersedia di rak.

Produk yang dikemas tanpa plastik berisiko rusak sebelum sampai ke toko, atau harus dibuang sebelum terjual. Plastik membantu toko memenuhi permintaan tanpa harus membuang makanan basi.

Plastik bekerja dengan menahan gas yang biasanya membuat makanan rusak. Penghalang ini membuat makanan tetap segar lebih lama hingga sampai ke tangan konsumen.

Plastik Masih Penting sebagai Kemasan, meski Penggunaannya Perlu Ditekan

Meski reputasinya kurang baik soal keberlanjutan, plastik tetap dibutuhkan dalam industri makanan. Manfaatnya untuk produksi dan distribusi terlalu besar untuk dihilangkan begitu saja.

Karena itu, upaya menciptakan plastik yang lebih mudah terurai dan didaur ulang harus terus dilakukan. Banyak profesional bekerja keras mencari solusi plastik yang lebih berkelanjutan.

Jenis Plastik yang Umum Dipakai untuk Kemasan Makanan

Tidak semua plastik cocok untuk kemasan makanan. Berikut beberapa jenis yang paling sering dipakai di industri makanan dan minuman.

  • PET (Polyethylene Terephthalate). Ringan, transparan, dan umum dipakai untuk kemasan minuman serta produk cair lainnya.
  • HDPE (High-Density Polyethylene). Lebih tebal dan tahan bahan kimia, sering dipakai untuk jerigen atau kemasan yang butuh perlindungan ekstra.
  • PP (Polypropylene). Tahan panas sehingga cocok untuk kemasan makanan yang perlu dipanaskan atau dimasukkan microwave.
  • LDPE (Low-Density Polyethylene). Lentur dan sering dipakai untuk kantong atau kemasan fleksibel.

Jika Anda masih bingung membedakan dua jenis plastik yang paling umum dipakai, simak perbedaan PET dan HDPE dalam memilih kemasan yang tepat untuk bisnis. Untuk kebutuhan kemasan berbahan kimia atau produk non-konsumsi, jerigen HDPE juga jadi pilihan wajib demi keamanan, seperti dibahas dalam jerigen HDPE sebagai kemasan wajib untuk industri kimia yang aman.

Cara Memilih Kemasan Plastik yang Tepat untuk Produk Makanan

Selain memahami jenisnya, perhatikan juga beberapa hal berikut saat memilih kemasan plastik untuk produk makanan Anda.

  • Pastikan plastik berlabel food grade agar aman bersentuhan langsung dengan makanan.
  • Sesuaikan ketebalan plastik dengan jenis produk, terutama untuk makanan berminyak atau bercairan.
  • Perhatikan daya tahan plastik terhadap suhu, apalagi jika produk akan dipanaskan atau dibekukan.
  • Pilih kemasan yang mudah didaur ulang untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Untuk kemasan minuman botol, Anda bisa melihat pilihan lengkap di kategori Botol PET Minuman kami.

Tren Kemasan Plastik yang Lebih Ramah Lingkungan

Industri kemasan terus mencari cara membuat plastik lebih berkelanjutan tanpa menghilangkan fungsinya. Beberapa produsen kini mulai memakai plastik daur ulang (rPET) untuk mengurangi kebutuhan bahan baku baru.

Ada juga inovasi plastik biodegradable yang dirancang agar lebih cepat terurai dibanding plastik konvensional, meski penerapannya masih terbatas pada jenis produk tertentu. Produsen makanan juga mulai mengurangi ketebalan plastik yang tidak perlu, sepanjang tidak mengorbankan fungsi perlindungan produk.

Sebagai konsumen maupun pelaku usaha, memilih kemasan yang tepat sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan adalah langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan bersama-sama.

Mengenal Kode Daur Ulang pada Kemasan Plastik Makanan

Setiap kemasan plastik makanan biasanya memiliki simbol segitiga berisi angka 1 sampai 7 yang menunjukkan jenis resin. Angka 1 (PET), 2 (HDPE), 4 (LDPE), dan 5 (PP) umumnya dianggap aman untuk kemasan makanan dan minuman, sementara plastik berkode 3, 6, dan 7 sebaiknya dihindari untuk kontak langsung dengan makanan karena berisiko melepaskan senyawa berbahaya.

Regulasi Kemasan Pangan di Indonesia

BPOM mewajibkan kemasan pangan menggunakan bahan food grade yang telah melalui uji migrasi, memastikan tidak ada zat berbahaya yang berpindah dari kemasan ke makanan. Produsen makanan, termasuk UMKM, sebaiknya memilih supplier kemasan yang bisa menunjukkan bukti bahan tersebut food grade, bukan sekadar klaim di brosur penjualan.

Kombinasi Plastik dengan Material Lain untuk Mengurangi Dampak Lingkungan

Beberapa produsen kini menggabungkan plastik dengan kertas atau karton sebagai kemasan sekunder, sehingga jumlah plastik yang dipakai bisa ditekan tanpa mengorbankan fungsi perlindungan produk. Misalnya, plastik tipis untuk lapisan dalam yang menjaga kelembapan, dikombinasikan dengan kotak karton di bagian luar untuk branding dan perlindungan fisik.

Peran Konsumen dalam Mengelola Sampah Kemasan Plastik

Selain produsen, konsumen juga berperan penting memilah sampah kemasan plastik agar bisa didaur ulang dengan baik. Membilas kemasan sebelum dibuang dan memisahkannya dari sampah organik membantu proses daur ulang berjalan lebih efisien di tempat pengolahan sampah.

Sambil menunggu formula plastik terbaik ditemukan, konsumen juga punya peran menggunakan plastik secara bertanggung jawab dan mendaur ulangnya. Semakin banyak kemasan plastik yang didaur ulang, semakin sedikit sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Semoga bermanfaat!

#Industri Makanan #Kemasan plastik #plastik kemasan