Anda pasti pernah melihat kue mungil di dalam toples kaca yang menarik, bukan? Ternyata, bukan hanya kue yang cocok dikemas dalam kemasan toples jar. Masih banyak produk kuliner lain yang bisa dikemas dengan cara serupa.
Penasaran produk apa saja yang cocok dikemas dalam toples jar? Simak penjelasannya berikut ini.
Produk yang Cocok Dikemas dalam Toples Jar
Salad Sayuran
Menu salad sayuran banyak dipilih pekerja kantoran yang tidak punya banyak waktu menyiapkan makan siang. Mereka lebih suka kemasan yang praktis dan tidak memakan banyak tempat penyimpanan.
Aneka Tumisan
Bukan hanya camilan, tumisan pun bisa dikemas dalam toples jar, seperti konsep meals in a jar. Sajian ayam, ikan, atau babi tumis juga cocok dikemas dengan cara ini. Selain praktis, cara penyimpanan ini terbukti menjaga cita rasa dan aroma masakan tetap awet.
Selai Cokelat dengan Topping
Selai cokelat dalam toples jar terinspirasi dari selai cokelat hazelnut yang populer sebagai topping makanan manis. Anda bisa memodifikasinya dengan tambahan marshmallow, permen, atau sereal agar lebih menarik.
Sambal
Sambal dalam toples jar lebih praktis bagi konsumen dan tahan lebih lama. Konsumen juga tidak perlu menuangkan sambal ke piring lagi, cukup buka tutup toples dan langsung menikmatinya.
Pasta
Bukan hanya pasta mentah, kini pasta matang pun dikemas dalam toples jar karena terbukti tahan lebih lama. Salah satu pelaku usaha yang menerapkan konsep ini adalah Jamarine Wulanti, pemilik Dapur Cinuy.
Yoghurt
Yoghurt biasanya dikemas dalam botol plastik. Namun, dengan kemasan toples jar, tampilan minuman fermentasi susu ini jadi terlihat lebih menarik.
Cara Memilih Kemasan Toples Jar yang Tepat
Tidak semua toples jar cocok untuk semua jenis produk. Perhatikan beberapa hal berikut agar kemasan toples jar Anda benar-benar berfungsi maksimal.
- Ukuran toples — sesuaikan dengan porsi produk, toples kecil untuk sajian sekali makan, toples besar untuk produk yang disimpan lama.
- Diameter mulut toples — mulut lebar memudahkan pengisian dan pembersihan, terutama untuk produk kental seperti sambal atau selai.
- Jenis tutup — tutup ulir logam lebih rapat untuk produk yang butuh keawetan lebih lama, sedangkan tutup plastik lebih ringan dan murah.
- Ketebalan kaca — toples dengan kaca lebih tebal lebih tahan benturan selama pengiriman.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memakai Toples Jar
Beberapa pelaku usaha masih melakukan kesalahan sederhana yang membuat kemasan toples jar kurang maksimal. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari.
- Tidak mensterilkan toples sebelum diisi, sehingga produk cepat basi atau berjamur.
- Mengisi toples terlalu penuh sampai tutup sulit rapat sempurna.
- Memakai toples bekas tanpa memastikan tidak ada retak halus yang bisa pecah saat pengiriman.
- Memilih ukuran toples yang tidak sesuai dengan target harga jual produk.
Pastikan Anda juga memahami cara mensterilkan kemasan jar sebelum digunakan, terutama untuk produk makanan yang langsung dikonsumsi konsumen.
Toples Jar vs Kemasan Plastik: Mana yang Lebih Cocok untuk Usaha Kuliner?
Bagi pelaku usaha kuliner rumahan, memilih antara toples jar dan kemasan plastik sekali pakai sering jadi pertimbangan penting. Toples jar memang butuh biaya lebih tinggi di awal, tapi bisa dipakai berulang oleh konsumen sehingga menambah nilai produk Anda di mata pembeli.
Kemasan plastik lebih hemat biaya produksi dan ringan untuk pengiriman jarak jauh, tapi kurang memberi kesan premium dibanding toples kaca. Untuk produk yang dijual dengan harga menengah ke atas, seperti hampers atau produk artisan, toples jar biasanya lebih efektif menaikkan nilai jual.
Tips Menyimpan Produk dalam Toples Jar agar Lebih Awet
Selain memilih toples yang tepat, cara penyimpanan juga menentukan seberapa lama produk Anda bertahan. Pastikan toples benar-benar kering sebelum diisi, karena sisa air bisa mempercepat tumbuhnya jamur pada produk makanan.
Simpan toples berisi produk basah seperti sambal atau selai di tempat sejuk dan jauh dari sinar matahari langsung. Untuk produk kering seperti camilan, pastikan tutup toples benar-benar rapat agar udara luar tidak membuat produk melempem.
Itulah beberapa produk yang cocok dikemas menggunakan toples jar. Jika Anda ingin memulai atau sudah menjalankan bisnis serupa dan butuh kemasan untuk menaikkan omset penjualan, kami punya solusinya.
Kami menyediakan berbagai kelebihan botol kaca jar untuk berbagai kebutuhan bisnis Anda. Belum menemukan yang sesuai? Silakan hubungi kami untuk request kemasan sesuai keinginan Anda.
Produk Kekinian Lain yang Cocok Dikemas Toples Jar
Selain contoh yang sudah dibahas, tren dessert box dalam jar juga makin digemari, seperti tiramisu jar, banana jar, dan pudding jar yang tampil cantik dengan lapisan warna-warni. Granola dan campuran kacang panggang pun sering dikemas toples jar karena teksturnya yang kering cocok disimpan lama tanpa kehilangan kerenyahan. Bahkan minuman herbal seperti wedang uwuh kering atau teh bunga kini mulai dikemas dalam jar kecil untuk kesan produk premium yang cocok dijadikan oleh-oleh khas Bali.
Tips Menentukan Harga Jual Produk dalam Toples Jar
Karena biaya toples jar lebih tinggi dibanding kemasan plastik sekali pakai, pastikan harga jual produk sudah memperhitungkan biaya kemasan secara proporsional. Banyak pelaku usaha menerapkan sistem deposit toples, di mana pelanggan membayar biaya tambahan untuk toples yang bisa dikembalikan dan ditukar diskon pada pembelian berikutnya. Strategi ini membantu menekan biaya produksi jangka panjang sekaligus mendorong pelanggan untuk repeat order.