Banyak pelaku bisnis makanan galau saat pertama kali produksi. Kemasan yang mereka gunakan ternyata hanya mampu menjaga kualitas produk dalam waktu singkat.
Bukannya untung, mereka malah menanggung rugi. Kesan pertama dari calon pelanggan pun jadi kurang bagus. Jika Anda pernah mengalami hal ini, jangan khawatir. Ada beberapa cara membuat kemasan makanan lebih awet.
Tampilan desain kemasan memang harus menarik. Namun fungsi utama kemasan makanan adalah menjaga kualitas produk di dalamnya. Lalu, bagaimana cara mengemas makanan agar awet tanpa obat pengawet? Simak caranya di sini, termasuk cara memilih kemasan makanan awet yang tepat untuk jenis produk Anda.
Cara Membuat Kemasan Makanan Agar Lebih Awet
1. Kenali Penyebab Bau Tengik
Bau tengik pada makanan ringan umumnya disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini muncul ketika ada udara atau uap air yang masuk ke kemasan.
Udara atau uap air biasanya masuk melalui plastik kemasan yang transparan, atau karena bagian seal penutupnya kurang rapat.
2. Pilih Kemasan Aluminium Foil
Agar udara dan bakteri tidak masuk ke kemasan makanan, pilih kemasan aluminium foil. Material ini tidak bisa ditembus cahaya matahari, sehingga risiko masuknya uap air maupun udara sangat kecil. Bakteri pun sulit berkembang di dalam kemasan ini.
3. Gunakan Vacuum Bag
Cara kedua adalah menggunakan vacuum bag. Produk makanan dimasukkan ke plastik kemasan tahan panas, lalu divakum dengan mesin pengemas khusus. Cara ini cocok untuk mengemas frozen food, makanan organik, atau keripik.
Agar bisa bertahan berbulan-bulan, produk yang sudah dikemas vakum perlu disterilisasi dengan cara dikukus. Beberapa produsen juga menambahkan silica gel agar uap air tidak masuk.
4. Gunakan Kemasan Bergas Nitrogen
Cara ketiga yang paling sering dipakai pelaku bisnis makanan ringan (snack) adalah kemasan yang dilengkapi gas nitrogen. Tren ini terus berkembang, apalagi desain kemasan bergas nitrogen sekarang semakin beragam sehingga tampilannya makin menarik bagi calon konsumen.
Membandingkan Tiga Metode Kemasan Makanan Awet
Setiap metode kemasan makanan awet punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut perbandingan singkatnya agar Anda lebih mudah menentukan pilihan.
- Aluminium foil — melindungi dari cahaya dan udara secara maksimal, cocok untuk kopi bubuk dan makanan kering, tapi biaya produksinya relatif lebih tinggi.
- Vacuum bag — efektif menghilangkan udara di dalam kemasan, ideal untuk frozen food dan makanan basah, namun membutuhkan mesin pengemas khusus.
- Kemasan bergas nitrogen — menjaga tekstur makanan ringan agar tidak remuk selama pengiriman, tapi kurang cocok untuk produk basah.
Kriteria Memilih Kemasan Makanan Awet
- Sesuaikan metode kemasan dengan kadar air produk Anda, makanan basah butuh perlindungan berbeda dari makanan kering.
- Perhatikan lama waktu distribusi, semakin jauh jangkauan pasar, semakin ketat perlindungan kemasan yang dibutuhkan.
- Pastikan bahan kemasan food grade agar aman bersentuhan langsung dengan makanan.
- Pertimbangkan biaya produksi dibanding harga jual produk agar kemasan tidak membebani margin usaha.
Kesalahan yang Membuat Kemasan Makanan Cepat Rusak
- Menyegel kemasan saat makanan masih panas, sehingga uap air terperangkap dan memicu bakteri.
- Menggunakan plastik tipis yang mudah bocor untuk produk yang butuh perlindungan ekstra.
- Tidak menyimpan produk di tempat yang sesuai suhu setelah dikemas, misalnya frozen food yang tidak segera dibekukan.
Menyimpan Produk Setelah Dikemas
Selain metode pengemasan, cara penyimpanan produk juga menentukan seberapa awet kemasan makanan bertahan. Simpan produk di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Untuk produk yang dikemas vakum atau bergas nitrogen, hindari menumpuk kemasan terlalu berat di atasnya karena bisa merusak segel dan membuat udara masuk kembali.
Peran Kemasan dalam Memperpanjang Umur Simpan Alami
Selain memilih jenis kemasan yang tepat, kombinasi antara kemasan dan proses pengolahan makanan yang benar sama-sama berperan penting menjaga keawetan produk tanpa bahan pengawet buatan. Makanan yang diolah dengan kadar air rendah, misalnya melalui proses penggorengan atau pemanggangan hingga benar-benar kering, akan lebih mudah dijaga keawetannya oleh kemasan kedap udara dibanding makanan dengan kadar air tinggi.
Kombinasi ini penting dipahami karena banyak pelaku usaha mengira kemasan mahal saja sudah cukup menjamin keawetan, padahal jika proses pengolahan produk kurang tepat, sebaik apa pun kemasannya, produk tetap berisiko cepat rusak.
Uji Coba Kemasan Sebelum Produksi Massal
Sebelum memutuskan metode kemasan tertentu untuk produksi dalam skala besar, lakukan uji coba kecil terlebih dahulu dengan menyimpan beberapa sampel produk dalam kondisi suhu ruang dan suhu kulkas secara terpisah. Amati perubahan warna, aroma, dan tekstur produk setiap beberapa hari untuk mengetahui estimasi masa simpan yang realistis sebelum mencantumkannya pada label kemasan.
Uji coba ini juga membantu Anda mengevaluasi apakah metode kemasan yang dipilih, seperti vacuum bag atau kemasan bergas nitrogen, benar-benar efektif untuk karakteristik produk Anda, sebelum berinvestasi lebih besar pada mesin pengemas atau bahan kemasan dalam jumlah banyak.
Kombinasi Kemasan dengan Cara Penyimpanan yang Tepat di Rumah Konsumen
Keawetan makanan kemasan tidak hanya ditentukan oleh proses produksi dan jenis kemasan, tetapi juga oleh cara konsumen menyimpan produk setelah membeli. Cantumkan anjuran penyimpanan yang jelas pada label, misalnya perlunya menutup rapat kembali kemasan setelah dibuka atau anjuran menyimpan di tempat sejuk dan kering, agar produk tetap awet meski belum habis dikonsumsi sekaligus.
Edukasi sederhana ini membantu mengurangi keluhan konsumen terkait produk yang cepat melempem atau berubah rasa, padahal penyebabnya bukan dari kualitas produksi melainkan cara penyimpanan yang kurang tepat setelah kemasan dibuka.
Itulah beberapa tips membuat kemasan makanan agar lebih awet. Jika Anda masih bingung mencari gudang kemasan yang tepat, kami siap membantu. Silakan order kemasan di Gudang Kemasanku sesuai kebutuhan bisnis Anda. Jika kemasan yang Anda cari belum tersedia, hubungi kami di WA: +6287702063388 atau datang langsung ke toko kami.
Anda juga bisa membaca kemasan frozen food anti bocor dan tahan beku serta standar kemasan food grade untuk industri kuliner agar produk Anda semakin awet dan aman.