Kemasan Makanan

Tips Memilih Kemasan Makanan untuk Bisnis Kuliner Anda

18 Apr 2019 Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 3 bagian
  1. 01 Tips Memilih Kemasan Food Grade untuk Bisnis Kuliner Anda
  2. 02 Perbandingan Jenis Kemasan Makanan Populer
  3. 03 Mengurus Izin PIRT untuk Usaha Kuliner Rumahan

Memilih kemasan makanan yang tepat penting bagi pelaku bisnis kuliner. Kemasan yang sesuai menjaga cita rasa sekaligus membuat pelanggan puas saat memesan antar atau takeaway.

Di tengah gaya hidup serba cepat, banyak pesanan makanan dikirim lewat layanan antar. Karena itu, Anda perlu memilih kemasan food grade untuk bisnis kuliner yang sesuai dengan jenis menu yang dijual.

Berikut beberapa tips memilih kemasan makanan agar bisnis kuliner Anda semakin dipercaya pelanggan.

Tips Memilih Kemasan Food Grade untuk Bisnis Kuliner Anda

Sesuaikan Material dengan Jenis Makanan

Sebelum memikirkan desain, pastikan material kemasan sesuai dengan makanan yang dijual. Material yang salah bisa merusak kualitas makanan di dalamnya.

Ada beberapa pilihan material kemasan, mulai dari plastik, kertas, hingga aluminium foil. Pilih sesuai kebutuhan produk Anda.

Pilih Kemasan Food Grade

Pastikan kemasan Anda bebas dari zat berbahaya dengan memilih kemasan yang memiliki sertifikasi food grade.

Food grade adalah standar yang menguji kelayakan material kemasan untuk kontak langsung dengan makanan. Standar ini melindungi kesehatan pelanggan Anda. Untuk penjelasan lebih rinci, Anda bisa membaca standar kemasan food grade untuk industri kuliner.

Tentukan Fitur yang Diperlukan

Kemasan makanan umumnya memiliki tiga fitur: vacuum, zipper, dan valve.

Vacuum mengurangi udara yang masuk sehingga daya tahan produk lebih lama. Zipper melindungi makanan dari sinar matahari. Valve membantu mengeluarkan udara dari dalam kemasan.

Gunakan Aluminium Foil untuk Makanan Hangat

Jika Anda menjual makanan hangat, aluminium foil membantu menjaga cita rasa dan menahan uap agar tidak cepat menguap.

Pilih Material yang Bisa Didaur Ulang

Gunakan kemasan yang bisa didaur ulang atau dipakai kembali. Langkah kecil ini turut membantu menjaga lingkungan.

Perbandingan Jenis Kemasan Makanan Populer

  • Kemasan plastik microwavable: praktis untuk makanan yang perlu dipanaskan ulang oleh konsumen.
  • Kemasan kertas food grade: cocok untuk gorengan atau makanan kering karena menyerap minyak berlebih.
  • Standing pouch aluminium foil: ideal untuk sambal, bumbu, atau makanan basah yang butuh masa simpan lebih lama.
  • Kemasan kaca atau jar: cocok untuk produk premium seperti selai atau sambal kemasan rumahan.

Sesuaikan Ukuran Kemasan dengan Porsi Menu

Ukuran kemasan yang pas mengurangi risiko makanan tumpah saat pengiriman dan membuat tampilan produk lebih rapi. Porsi kecil sebaiknya memakai kemasan yang pas badan, sementara menu porsi besar butuh kemasan dengan ruang lebih agar makanan tidak tertekan.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memilih Kemasan Makanan

Banyak pelaku usaha kuliner memilih kemasan hanya berdasarkan harga murah tanpa mengecek sertifikasi food grade, padahal ini berisiko bagi kesehatan pelanggan. Kesalahan lain adalah memakai kemasan yang tidak sesuai suhu makanan, misalnya plastik biasa untuk makanan panas, sehingga bahan kimia berisiko berpindah ke makanan.

Jika Anda berjualan sambal kemasan, simak juga tips mengemas sambal agar tetap segar dan lezat supaya produk Anda tetap awet sampai ke tangan pelanggan.

Perhatikan Label Kemasan Sesuai Regulasi

Selain material dan fitur, label kemasan makanan juga perlu memuat informasi yang jelas, seperti komposisi, tanggal produksi, dan masa simpan. Informasi ini membantu pelanggan merasa lebih percaya terhadap produk Anda.

Untuk usaha yang sudah berkembang, pertimbangkan juga mencantumkan nomor izin edar agar produk lebih kredibel di mata konsumen, terutama jika dijual lewat marketplace atau toko modern.

Kapan Harus Ganti Supplier Kemasan?

Jika kemasan yang biasa Anda pakai sering bocor, mudah sobek, atau kualitas cetaknya tidak konsisten, itu pertanda saatnya mencari supplier baru. Bandingkan beberapa penyedia kemasan food grade sebelum memutuskan, agar mendapat kualitas terbaik dengan harga yang wajar.

Kemasan sebagai Bagian dari Branding Usaha Kuliner

Kemasan bukan sekadar pelindung makanan, tapi juga jadi media promosi yang efektif. Tambahkan logo, nama usaha, atau nomor kontak pada kemasan agar pelanggan mudah memesan ulang atau merekomendasikan usaha Anda ke orang lain.

Desain kemasan yang konsisten dari waktu ke waktu juga membantu pelanggan mengenali produk Anda di antara banyak pilihan kuliner lain.

Mengurus Izin PIRT untuk Usaha Kuliner Rumahan

Bagi pelaku usaha kuliner rumahan yang ingin naik kelas, mengurus izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) di Dinas Kesehatan setempat menjadi langkah penting. Selain memberi legalitas, proses ini biasanya turut memeriksa kelayakan kemasan yang digunakan, termasuk apakah kemasan aman untuk kontak langsung dengan makanan dan apakah label sudah memuat informasi yang diwajibkan.

Menyesuaikan Kemasan dengan Metode Pengiriman

Metode pengiriman turut memengaruhi pilihan kemasan makanan. Untuk pengiriman ojek online dengan jarak dekat, kemasan standar biasanya cukup memadai. Namun untuk pengiriman jarak jauh atau pesanan dalam jumlah besar untuk acara, pertimbangkan kemasan dengan perlindungan ekstra seperti lapisan ganda atau segel tambahan agar makanan tetap dalam kondisi baik saat sampai tujuan.

Menyimpan Stok Kemasan Makanan agar Tetap Higienis

Simpan stok kemasan di tempat kering, tertutup, dan jauh dari bahan kimia atau produk berbau menyengat, karena beberapa jenis plastik dan kertas mudah menyerap aroma di sekitarnya. Kemasan yang tercemar bau sebelum dipakai bisa memengaruhi cita rasa makanan yang dikemas di dalamnya.

Itulah beberapa tips memilih kemasan makanan untuk bisnis kuliner Anda. Jika Anda membutuhkan kemasan berkualitas, silakan order di layanan Gudang Kemasan kami. Kami siap menjadi solusi kemasan bisnis Anda.

Melibatkan Feedback Pelanggan untuk Evaluasi Kemasan

Setelah kemasan dipakai beberapa waktu, mintalah masukan langsung dari pelanggan mengenai kenyamanan membuka, kerapatan segel, dan tampilan kemasan. Evaluasi rutin seperti ini membantu Anda menyempurnakan pilihan kemasan seiring perkembangan bisnis kuliner Anda.