Desain & Branding Kemasan

Mengapa Desain Kemasan Penting bagi Bisnis UMKM?

19 Apr 2019 Oleh Bali Web Design
Daftar Isi 7 bagian
  1. 01 Kemasan Menambah Nilai Jual UMKM
  2. 02 Sesuaikan Desain dengan Target Pasar
  3. 03 Jangan Lupakan Perizinan Produk
  4. 04 Bagaimana dengan Bisnis Jasa?
  5. 05 Contoh Kesalahan Desain Kemasan yang Sering Dilakukan UMKM Pemula
  6. 06 Menyeimbangkan Biaya Desain Kemasan dengan Anggaran UMKM
  7. 07 Belajar dari Kisah UMKM yang Berhasil Naik Kelas Lewat Kemasan

Desain kemasan sangat berpengaruh terhadap penjualan produk, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut hasil penelitian Bo Rundh dalam literatur berjudul How Packaging is Influencing the Marketing Strategy, kemasan dapat menarik perhatian konsumen terhadap suatu merek.

Kemasan yang baik juga meningkatkan citra produk dan merangsang persepsi positif konsumen.

Kemasan Menambah Nilai Jual UMKM

Menurut owner Ailani Food, Akhmad Sya’ban Nasution, UMKM saat ini harus mulai memperhatikan kemasan untuk menambah nilai jual.

Akhmad, yang juga anggota paguyuban UKM Malang, bercerita tentang rekan-rekannya di sentra keripik tempe Sanan. Mereka kini mulai berbenah dengan kemasan.

Kemasan keripik tempe premium dengan desain menarik pun mulai bermunculan. Pasar keripik tempe kini bukan hanya di toko oleh-oleh, tetapi juga sudah masuk pasar modern.

Anda bisa melihat contoh desain kemasan simple dan menarik untuk UMKM sebagai inspirasi sebelum menentukan desain produk Anda sendiri.

“Saat ini produk yang ada di pasaran semakin banyak jumlah dan jenisnya. Dibutuhkan pembeda antara satu produk dengan produk lainnya, apalagi produk sejenis. Salah satu pembeda di sini adalah kemasan dan desainnya,” papar Akhmad.

Sesuaikan Desain dengan Target Pasar

Desain produk harus disesuaikan dengan pasar yang akan dibidik. Setiap kelas konsumen memiliki karakteristik berbeda dari segi bentuk, warna, grafis, dan tata letak desain.

Desain kemasan yang baik mampu tersampaikan dan dimengerti konsumen hanya melalui visualnya.

“Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menentukan desain kemasan. Pertama, kenali dulu produk sendiri, baik kelebihan maupun kekurangannya. Kedua, kenali konsumennya. Ketiga, desain dengan sederhana, fungsional, dan mampu memberikan kesan emosional positif,” lanjut Akhmad.

Ketiga hal tersebut sejalan dengan 5 faktor penting dalam desain kemasan produk yang perlu diperhatikan setiap pelaku UMKM.

Jangan Lupakan Perizinan Produk

Setelah menentukan desain kemasan, langkah berikutnya adalah mengurus perizinan agar produk dapat dijual ke publik.

“Perizinan itu paling penting. Langkah pertama adalah mempatenkan produk kita. Perizinan bisa diperoleh melalui HKI, PIRT/BPOM, LPPOM Halal MUI, barcode, dan nutrition fact,” tambah Akhmad.

Barcode sebenarnya tidak mengarah ke perizinan, tetapi lebih ke distribusi. Meski begitu, barcode juga membantu menemukan produk tiruan sebagai bentuk perlindungan.

Ailani Food sendiri dikenal dengan bisnis abon jamur. Mereka mulai dikenal publik setelah membuat website dan aktif sebagai pembicara, salah satunya dalam program #PahlawanDigital yang diinisiasi oleh Jagoan Hosting bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Bagaimana dengan Bisnis Jasa?

Mungkin Anda bertanya, bagaimana jika bisnis bergerak di bidang jasa? Apa yang bisa dikemas jika produknya bukan barang nyata?

Tenang saja, packaging bukan sekadar kemasan produk fisik. Anda bisa memanfaatkan media iklan atau promosi yang didesain ulang sesuai konsep bisnis online Anda.

Intinya, sekecil apa pun skala usaha Anda, jangan anggap remeh kemasan. Investasi kecil pada desain dan kualitas kemasan sering kali memberi dampak besar terhadap kepercayaan konsumen dan daya saing produk UMKM di pasar yang makin ramai.

Selain mengikuti kaidah dasar di atas, pelaku UMKM juga sebaiknya memantau tren desain kemasan terkini agar produk tetap relevan di pasaran.

Anda juga bisa membangun website instan yang disesuaikan dari segi warna, penempatan logo, dan navigasi. Website yang nyaman membuat pelanggan lebih mudah mengingat bisnis online Anda.

Contoh Kesalahan Desain Kemasan yang Sering Dilakukan UMKM Pemula

Salah satu kesalahan yang paling sering ditemui adalah desain kemasan yang meniru terlalu mirip dengan kompetitor besar, dengan harapan ikut terdongkrak popularitasnya. Padahal, cara ini justru bisa membuat produk terlihat seperti tiruan dan kehilangan identitas uniknya sendiri. Konsumen yang jeli biasanya justru lebih menghargai kemasan yang punya ciri khas sendiri, meski desainnya sederhana.

Kesalahan lain adalah mengabaikan keterbacaan informasi penting seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan nomor izin edar, demi mengejar tampilan yang artistik. Informasi ini sebaiknya tetap mudah dibaca meski desain kemasan dibuat kreatif, karena konsumen modern semakin kritis dan sering memeriksa detail produk sebelum membeli, terutama untuk produk makanan dan minuman.

Menyeimbangkan Biaya Desain Kemasan dengan Anggaran UMKM

Banyak pelaku UMKM ragu berinvestasi pada desain kemasan karena khawatir biayanya terlalu besar. Padahal, desain kemasan yang baik tidak selalu berarti mahal. Anda bisa memulai dengan template desain sederhana yang tetap terlihat profesional, lalu secara bertahap meningkatkan kualitas desain seiring bertambahnya omzet usaha.

Yang terpenting adalah konsistensi, bukan kemewahan. Kemasan sederhana namun konsisten dari segi warna, logo, dan tata letak justru lebih membangun kepercayaan konsumen dibanding kemasan mewah tapi berubah-ubah setiap kali produksi. Investasi kecil namun konsisten pada desain kemasan, seiring waktu, akan memberi dampak besar terhadap citra dan daya saing brand UMKM Anda di pasar.

Belajar dari Kisah UMKM yang Berhasil Naik Kelas Lewat Kemasan

Kisah pelaku UMKM keripik tempe di sentra Sanan yang mulai naik kelas berkat kemasan premium menunjukkan bahwa perubahan kemasan bisa membuka pasar baru yang sebelumnya sulit dijangkau. Produk yang tadinya hanya dijual di toko oleh-oleh, kini bisa masuk ke rak pasar modern setelah kemasannya diperbarui menjadi lebih profesional dan sesuai standar ritel.

Pelajaran ini relevan bagi UMKM di Bali yang ingin memperluas pasar, misalnya dari sekadar dijual di warung lokal menjadi masuk ke toko oleh-oleh wisata atau minimarket. Perbaikan kemasan sering kali menjadi langkah pertama dan paling terjangkau sebelum melakukan perubahan besar lain seperti ekspansi produksi atau membuka cabang baru, karena dampaknya terhadap citra dan kepercayaan konsumen bisa dirasakan hampir seketika.