Jasa ekspedisi seperti TIKI, JNE, atau POS Indonesia memudahkan pengusaha mengirim produknya ke berbagai kota. Bukan hanya produk elektronik, produk makanan yang lebih rentan rusak seperti kue dan roti juga banyak dikirim lewat jasa ini.
Karena itu, banyak pengusaha kue dan roti bingung bagaimana caranya menjaga produk tetap dalam kondisi baik saat sampai ke tangan konsumen. Kali ini kita akan membahas cara menentukan kemasan kue untuk pengiriman yang aman.
Tips Menentukan Kemasan Kue untuk Pengiriman
1. Gunakan Kemasan dengan Ukuran yang Sesuai
Kemasan yang disesuaikan dengan bentuk kue akan membuat kue tertahan dan tidak berantakan selama perjalanan. Contohnya, kemasan kue macaroon dibuat padat tanpa celah sehingga kue tidak mudah bergeser.
2. Sesuaikan dengan Tekstur Kue
Sebelum memilih jasa pengiriman, sesuaikan dulu dengan jenis kue yang ingin Anda kirim. Jika kue Anda bertekstur lembut dan basah, pilih layanan pengiriman sehari sampai agar kue tidak rusak atau meleleh.
Anda juga bisa memilih kemasan berbahan mika untuk kue bertekstur lembut. Pastikan bagian penutup dan sisi-sisinya berjarak agar kue tidak menempel ke kemasan.
3. Pilih Metode Pengemasan yang Tepat
Pilih metode pengemasan yang sesuai dengan jenis kue Anda. Untuk kue kering seperti biskuit, Anda bisa menggunakan mesin vacuum sealer atau toples kedap udara agar daya tahannya lebih lama.
Jika memilih toples berbahan mika atau kaca, jangan lupa memberi perekat pada bagian penutup kemasan agar udara tidak masuk ke dalamnya.
4. Tambahkan Wadah atau Kotak Pelindung
Sebelum mengemas kue ke dalam kardus, gunakan wadah atau kotak tambahan agar produk tidak rusak selama pengiriman. Lapisi juga bagian bawah kue dengan kertas minyak agar tidak mudah bergeser.
Setelah itu, susun kue ke dalam kardus kemasan dan sesuaikan jumlah kue dengan kapasitas kardus tersebut.
5. Perhatikan Proses Pengiriman Kue
Selain kemasan, cara penanganan saat pengiriman juga penting diperhatikan. Beri tahu kurir bahwa produk yang dikirim adalah kue yang mudah rusak, agar mereka lebih berhati-hati saat membawanya.
Perbandingan Bahan Kemasan Kue untuk Pengiriman Jarak Jauh
- Mika: transparan sehingga kue terlihat menarik, tapi kurang cocok untuk kue yang mudah lembap.
- Kardus dengan sekat: melindungi kue dari benturan selama perjalanan, cocok untuk kue kering berukuran besar.
- Toples kedap udara: menjaga kerenyahan kue kering dalam waktu lebih lama, ideal untuk pengiriman lintas kota.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengirim Kue
- Pastikan kemasan sudah teruji tidak mudah bocor atau penyok saat ditumpuk.
- Sesuaikan jenis kemasan dengan lama waktu perjalanan pengiriman.
- Beri label “mudah rusak” agar kurir menangani paket dengan lebih hati-hati.
- Cek kembali segel kemasan sebelum dikirim untuk menghindari udara atau kelembapan masuk.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menggunakan kemasan yang terlalu longgar sehingga kue mudah bergeser dan rusak.
- Tidak menyesuaikan bahan kemasan dengan tekstur kue, misalnya kue basah dikemas tanpa sirkulasi udara.
- Melupakan kotak pelindung tambahan saat mengirim kue dalam jumlah banyak.
Demikian tips menentukan kemasan kue yang cocok untuk pengiriman. Semoga tips ini membantu Anda para pelaku bisnis kue dan roti.
Untuk oleh-oleh atau kue yang dijual langsung ke pelanggan, Anda juga bisa membaca tips kemasan oleh-oleh menarik agar produk cepat laku. Jika masih ragu memilih bahan yang paling sesuai, panduan memilih bahan kemasan yang tepat untuk produk bisa jadi referensi tambahan.
Kualitas kemasan yang baik juga berpengaruh besar terhadap kepercayaan pelanggan kuliner Anda, seperti dibahas dalam alasan kemasan berkualitas penting bagi produk kuliner.
Checklist Terakhir Sebelum Kue Dikirim
Sebelum paket kue benar-benar diserahkan ke jasa ekspedisi, ada baiknya Anda melakukan pengecekan singkat berikut.
- Pastikan tidak ada rongga kosong di dalam kotak yang bisa membuat kue bergeser.
- Periksa kembali segel kemasan agar tidak ada celah tempat udara atau kelembapan masuk.
- Cek kekuatan kardus luar, terutama jika pengiriman melibatkan banyak titik transit.
- Sertakan nomor kontak yang bisa dihubungi kurir jika ada kendala saat pengantaran.
Kebiasaan melakukan pengecekan akhir ini bisa mengurangi risiko komplain akibat kue rusak atau berantakan saat diterima pelanggan.
Memilih Jasa Ekspedisi yang Tepat untuk Kue
Tidak semua jasa ekspedisi cocok untuk mengirim kue, terutama yang bertekstur lembut atau berkrim. Untuk pengiriman dalam kota, layanan same day atau instant courier lebih disarankan agar kue sampai dalam kondisi segar. Untuk pengiriman antar kota, pilih ekspedisi yang menyediakan layanan khusus barang mudah rusak (fragile) dengan estimasi waktu tempuh yang jelas.
Sebelum memilih ekspedisi, tanyakan juga kebijakan mereka terkait klaim kerusakan barang selama pengiriman, sehingga Anda punya dasar yang jelas jika suatu saat produk sampai dalam kondisi rusak.
Menghitung Estimasi Biaya Kemasan Pengiriman Kue
Biaya kemasan pengiriman kue biasanya mencakup kotak utama, sekat pelindung, bantalan tambahan, dan label peringatan. Meski terlihat kecil, biaya-biaya ini perlu dimasukkan ke dalam perhitungan harga jual, terutama untuk pesanan kirim luar kota yang membutuhkan lapisan pelindung lebih banyak.
Sebagai gambaran, kue dengan risiko kerusakan tinggi seperti cake berkrim biasanya membutuhkan biaya kemasan lebih besar dibanding kue kering, karena perlu penyangga khusus agar bentuknya tetap utuh selama perjalanan.
Komunikasi dengan Pelanggan Soal Risiko Pengiriman
Beri tahu pelanggan sejak awal jika produk yang dipesan berisiko sedikit berubah tampilan selama pengiriman jarak jauh, misalnya krim yang sedikit meleleh karena cuaca panas. Komunikasi yang jujur ini membantu mengelola ekspektasi pelanggan dan mengurangi keluhan setelah barang diterima.