Kemasan Makanan

Tips Mudah Bisnis Bawang Goreng Kemasan untuk Pemula

27 Jan 2020 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 4 bagian
  1. 01 Tips Memulai Bisnis Bawang Goreng Kemasan
  2. 02 Memilih Kemasan yang Tepat untuk Bawang Goreng
  3. 03 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai
  4. 04 Memperkirakan Masa Simpan Bawang Goreng Kemasan

Bawang goreng menjadi bumbu yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Selain sebagai bumbu, bawang goreng juga sering jadi pelengkap soto, bakso, dan hidangan lainnya.

Tak heran jika tips bisnis bawang goreng pemula banyak dicari, sebab bisnis bawang goreng kemasan punya prospek cerah bila dikelola secara profesional. Kebutuhan akan sesuatu yang serba instan membuat produk ini terus diminati.

Tips Memulai Bisnis Bawang Goreng Kemasan

1. Siapkan Peralatan Utama

Bisnis bawang goreng kemasan tidak membutuhkan modal awal yang besar, namun keuntungannya cukup menjanjikan, terutama jika target pemasarannya tepat sasaran.

Siapkan peralatan yang dibutuhkan, seperti alat perajang bawang, wajan penggorengan, dan spinner. Sesuaikan jumlah alat dengan kapasitas dan kemampuan produksi Anda.

Jangan terburu-buru memproduksi dalam jumlah besar. Lihat dulu potensi penjualannya sebelum menambah kapasitas produksi.

2. Pilih Bahan Baku Berkualitas

Bahan baku berkualitas menghasilkan produk berkualitas. Bawang merah sebagai bahan utama harus benar-benar dijaga kualitasnya.

Kualitas bahan yang konsisten membuat pelanggan lebih percaya pada produk Anda. Pelanggan yang puas juga berpeluang mengajak pelanggan baru untuk bisnis Anda.

3. Pilih Merek yang Menarik

Berikan merek pada produk bawang goreng kemasan Anda. Siapkan juga kemasan yang sesuai, misalnya toples kaca atau kemasan plastik.

Kemasan menarik dengan merek yang jelas akan meningkatkan minat calon konsumen. Buat kemasan dalam beberapa varian ukuran agar mengakomodasi kebutuhan konsumen yang beragam.

4. Gunakan Strategi Pemasaran yang Tepat

Setelah produk dan kualitasnya siap, pikirkan teknik penjualan yang akan digunakan. Strategi yang tepat membuat produk Anda lebih dikenal masyarakat luas.

Anda bisa memasarkan produk secara offline, door to door, maupun online melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram.

5. Fokus dan Berkomitmen

Setelah semua persiapan matang, fokuslah menjalankan bisnis bawang goreng kemasan dengan serius. Lakukan inovasi agar bisnis terus berkembang.

Jangan mudah menyerah saat menghadapi pasang surut usaha. Jalani dengan optimis dan penuh semangat.

Memilih Kemasan yang Tepat untuk Bawang Goreng

Karena bawang goreng mudah melempem jika terkena udara lembap, pemilihan kemasan jadi salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis ini.

  • Toples plastik kedap udara: menjaga kerenyahan lebih lama dan mudah dipajang di rak toko. Lihat pilihan toples dan jar plastik yang cocok untuk produk kering seperti ini.
  • Standing pouch: praktis, ringan, dan hemat ruang penyimpanan, cocok untuk penjualan online karena mudah dikirim.
  • Toples kaca: memberi kesan premium, tapi lebih berat dan berisiko pecah saat pengiriman jarak jauh.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai

  • Pastikan kemasan benar-benar kedap udara agar bawang goreng tidak cepat melempem.
  • Cantumkan tanggal produksi dan estimasi masa simpan pada label kemasan.
  • Sesuaikan ukuran kemasan dengan segmen pasar, misalnya kemasan kecil untuk konsumen rumahan dan kemasan besar untuk pelanggan usaha kuliner.

Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam soal memilih kemasan yang aman untuk produk kuliner secara umum, baca juga cara memilih kemasan usaha kuliner yang aman dan tepat. Untuk gambaran lebih lengkap seputar langkah memulai bisnis ini, simak juga 7 tips jitu memulai bisnis bawang goreng kemasan sendiri.

Itulah tips mudah berbisnis bawang goreng kemasan yang bisa memberikan hasil menggiurkan jika dikelola secara maksimal. Jika membutuhkan kemasan untuk produk bawang goreng, cari saja di gudangkemasan.com.

Tersedia kemasan botol plastik hingga jar kaca dengan berbagai ukuran dan bentuk yang membuat nilai jual produk Anda semakin meningkat.

Memperkirakan Masa Simpan Bawang Goreng Kemasan

Salah satu tantangan bisnis bawang goreng kemasan adalah menjaga kerenyahan produk selama mungkin. Berikut beberapa faktor yang memengaruhi masa simpannya.

  • Tingkat kekeringan bawang goreng sebelum dikemas, semakin kering biasanya semakin tahan lama.
  • Kerapatan kemasan dalam menahan udara dan kelembapan masuk.
  • Kondisi penyimpanan produk jadi, sebaiknya dijauhkan dari tempat lembap dan terkena sinar matahari langsung.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, Anda bisa memberi estimasi masa simpan yang lebih akurat pada label kemasan, sehingga pelanggan merasa lebih yakin membeli produk Anda.

Menentukan Harga Jual yang Kompetitif

Legalitas Usaha: Mengurus PIRT untuk Bawang Goreng Kemasan

Sebelum menjual bawang goreng kemasan secara luas, urus izin PIRT dari Dinas Kesehatan setempat. Izin ini menjadi syarat dasar agar produk bisa dititipkan ke warung, minimarket, atau dijual melalui marketplace secara legal dan dipercaya konsumen.

Proses pengajuan PIRT biasanya juga memeriksa kelayakan tempat produksi dan kemasan yang digunakan, sehingga pastikan dapur produksi dan bahan kemasan Anda sudah memenuhi standar kebersihan sejak awal.

Strategi Ekspansi Pasar Bawang Goreng Kemasan

Setelah bisnis berjalan stabil di pasar lokal, Anda bisa memperluas jangkauan dengan menitipkan produk ke toko oleh-oleh atau menjalin kerja sama dengan warung makan dan restoran yang membutuhkan pasokan rutin dalam jumlah besar.

Pertimbangkan juga membuat varian kemasan khusus untuk reseller atau hampers, seperti kemasan ukuran kecil yang bisa dijual dengan margin lebih tinggi per gramnya dibanding kemasan ukuran besar.

Menjaga Rasa dan Tekstur Bawang Goreng Selama Distribusi

Getaran dan tekanan selama pengiriman bisa membuat bawang goreng hancur menjadi remah-remah jika kemasan tidak cukup kokoh. Gunakan standing pouch dengan bantalan udara atau kardus tambahan saat mengirim dalam jumlah besar agar tekstur produk tetap utuh sampai tujuan.

Beri jarak antara bawang goreng dan dinding kemasan agar tidak terlalu padat, sehingga risiko produk hancur akibat tekanan selama pengiriman bisa diminimalkan.

Selain memperhitungkan biaya bahan baku dan kemasan, jangan lupa mempertimbangkan biaya operasional dan margin keuntungan saat menentukan harga jual bawang goreng kemasan Anda.