Setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun mengembangkan produk, kini saatnya mengemas dan menjualnya ke konsumen. Namun, ini bukan hal mudah.
Banyak detail yang perlu diperhatikan dalam menentukan kemasan produk yang sempurna. Simak apa saja yang perlu Anda lakukan berikut ini.
1. Pelajari Kompetitor Anda

Lihat jenis kemasan yang digunakan kompetitor untuk produk mereka. Anda boleh ingin tampil unik, tapi kemasan yang dipilih tetap harus masuk akal. Pelajari juga beberapa cara memperbaiki masalah kemasan produk yang umum terjadi agar Anda tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Misalnya, Anda tidak bisa memasukkan produk selai ke botol kecil dan ramping. Kemasan yang tidak sesuai akan membuat produk tampak aneh dan kurang menarik di rak toko.
2. Pahami Cara Produk Digunakan
Sebelum memilih botol dan penutup yang tepat, pikirkan di mana pelanggan akan menyimpan produk dan bagaimana mereka menggunakannya.
Produk jus misalnya, tidak cocok dikemas dalam botol berbentuk jar karena kemasan itu lebih sesuai untuk selai atau bumbu dapur. Pastikan kemasan yang Anda pilih memberi pengalaman positif bagi pelanggan.
3. Kenali Target Konsumen Anda

Ini sangat penting. Apakah produk Anda untuk mekanik mobil atau remaja yang menyukai make-up? Jika target ini belum jelas, Anda punya masalah yang cukup serius.
Kemasan make-up untuk remaja biasanya lebih colorful, cerah, dan ceria. Berbeda dengan produk untuk wanita dewasa yang cenderung memakai warna lebih soft dan tegas.
4. Kenali Sisi Unik Produk dan Tonjolkan
Tidak semua hal tentang produk Anda unik, tapi pasti ada sesuatu yang membedakannya. Inilah alasan pelanggan memilih produk Anda dan bukan produk sebelah.
Pastikan keunikan produk Anda terlihat jelas di kemasan, tapi jangan berlebihan.
5. Libatkan Desainer Profesional

Merekrut freelancer atau agensi tidak masalah, selama mereka bekerja secara profesional. Dengan melibatkan desainer berpengalaman, Anda bisa mendapatkan hasil yang lebih memuaskan sesuai faktor penting dalam desain kemasan produk Anda.
Pastikan Anda mengomunikasikan keinginan untuk produk tersebut dengan jelas, sehingga tercipta kemasan yang menarik dan mampu bersaing di pasaran.
6. Perhatikan Detail Desain
Rata-rata konsumen hanya butuh waktu kurang dari tiga detik untuk memutuskan membeli suatu produk atau tidak. Bahan terbaik dan formula revolusioner tidak akan berarti apa-apa jika pelanggan tidak tertarik melihat kemasannya.
Pelanggan mencari kemasan yang unik, menarik, penuh warna, dan berbeda dari yang lain. Kata sifat ini harus konsisten dengan produk yang Anda tawarkan. Pastikan memilih desainer berpengalaman dengan portofolio terpercaya.
7. Sesuaikan Kemasan dengan Anggaran Bisnis
Kemasan sempurna tidak selalu berarti kemasan termahal. Bagi UMKM, penting menyeimbangkan antara kualitas kemasan dan anggaran yang tersedia. Kemasan yang terlalu mahal bisa menggerus margin keuntungan, sementara kemasan yang terlalu murah berisiko merusak citra produk.
Cara terbaik adalah menentukan skala prioritas: alokasikan anggaran lebih besar untuk elemen yang paling dilihat konsumen, seperti bentuk botol dan desain label, sambil tetap efisien pada elemen pendukung seperti kotak sekunder atau bubble wrap.
8. Pertimbangkan Kemasan yang Ramah Lingkungan
Konsumen masa kini semakin peduli pada dampak lingkungan dari kemasan yang mereka gunakan. Memilih bahan kemasan yang bisa didaur ulang, seperti botol PET atau kaca, bisa jadi nilai tambah sekaligus daya tarik pemasaran tersendiri.
Anda tidak perlu langsung mengganti seluruh lini kemasan sekaligus. Mulailah dengan mengevaluasi satu jenis produk, lalu terapkan bertahap ke produk lain setelah melihat respons positif dari konsumen.
Temukan informasi menarik lainnya tentang kemasan dan bisnis hanya di GudangKemasan.com!
9. Uji Kemasan Sebelum Produksi Massal
Sebelum mencetak atau memesan kemasan dalam jumlah besar, buat dulu sampel dalam skala kecil untuk diuji coba. Perhatikan bagaimana kemasan terlihat di rak, apakah label mudah dibaca dari jarak normal, dan apakah bentuk botol nyaman digenggam konsumen.
Mintalah pendapat calon konsumen atau rekan bisnis sebelum memutuskan desain final. Masukan dari sudut pandang orang lain sering membantu menemukan kekurangan kemasan yang mungkin tidak Anda sadari sendiri.
10. Konsisten di Setiap Lini Produk
Jika Anda memiliki lebih dari satu varian produk, jaga konsistensi gaya kemasan di seluruh lini agar konsumen mudah mengenali bahwa produk-produk tersebut berasal dari brand yang sama, meski beda rasa, warna, atau ukuran.
11. Libatkan Tim Produksi dalam Evaluasi Kemasan
Selain masukan konsumen, libatkan juga tim produksi dan gudang dalam mengevaluasi kemasan yang dipilih. Mereka biasanya lebih memahami kendala praktis, seperti kemudahan pengisian, penyegelan, dan penyusunan kemasan di gudang, yang mungkin luput dari perhatian tim desain.
Dengan melibatkan berbagai sudut pandang, kemasan yang Anda hasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga efisien dan praktis sepanjang proses produksi hingga sampai ke tangan konsumen.
12. Perbarui Kemasan Secara Berkala
Selera pasar terus berubah seiring waktu. Tinjau ulang desain kemasan Anda setiap beberapa tahun sekali agar tetap relevan dengan tren terkini, tanpa perlu mengubah identitas inti merek yang sudah dikenal pelanggan.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
Apa saja tips memilih kemasan produk yang sempurna?Enam tipsnya adalah mempelajari kompetitor, memahami cara produk digunakan, mengenali target konsumen, menonjolkan sisi unik produk, melibatkan desainer profesional, dan memperhatikan detail desain.
Kenapa perlu mempelajari kemasan kompetitor?Karena kemasan yang dipilih harus tetap masuk akal sesuai jenis produk, misalnya produk selai tidak cocok dikemas dalam botol kecil dan ramping.
Kenapa mengenali target konsumen penting dalam memilih kemasan?Karena kemasan untuk remaja biasanya lebih colorful dan ceria, sedangkan produk untuk wanita dewasa cenderung memakai warna yang lebih soft dan tegas.
Berapa lama waktu konsumen memutuskan membeli produk berdasarkan kemasan?Rata-rata konsumen hanya butuh waktu kurang dari tiga detik untuk memutuskan membeli suatu produk atau tidak berdasarkan tampilan kemasannya.