Lewati ke konten
Gudang Kemasan
  • Home
  • Produk Kami
    • Botol kaca ( NEW)
    • Spa Product, Hotel, Body Care
    • Toples
    • Botol Minuman PET
    • Jar Kosmetik dan Tube
    • HDPE
    • Glass Jar (New)
    • Botol Kaca Recycle
    • Tutup Botol
  • Grosir
  • Cara Order
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak
WhatsApp Admin
WhatsApp Admin
Gudang Kemasan
  • Home
  • Produk Kami
    • Botol kaca ( NEW)
    • Spa Product, Hotel, Body Care
    • Toples
    • Botol Minuman PET
    • Jar Kosmetik dan Tube
    • HDPE
    • Glass Jar (New)
    • Botol Kaca Recycle
    • Tutup Botol
  • Grosir
  • Cara Order
  • Blog
  • Tentang Kami
  • Kontak

3 Langkah Membuat Desain Logo, Pemula Wajib Tahu

Artikel, Desain Kemasan / 21 Februari 2023

Umumnya, setiap desainer grafis punya pendekatan tersendiri ketika mengerjakan karyanya. Mereka umumnya metode tersendiri yang sudah biasa dilakukan untuk mencapai goal dari tiap desainer, yakni karya yang dapat memberikan rasa bangga.

Namun, ada tiga langkah yang setiap desainer hampir pasti selalu lakukan, terutama saat membuat desain logo untuk seorang klien. Berikut ini langkah-langkahnya. 

1. Design Brief  

Design brief merupakan langkah awal yang sangat penting bagi seorang desainer  dalam membuat desain logo.  (Jika Anda ingin mempersonalisasi logo perusahaan Anda, Anda dapat melewati langkah ini)   

Sebagai seorang desainer, Anda harus dapat 100% memahami desain logo yang diinginkan klien  dengan  memahami design brief  yang Anda buat.  “Memahami” yang dimaksud dalam kalimat di atas tidak hanya berarti “membaca, memperhatikan dan mempelajari”.  

Anda juga perlu berkomunikasi secara aktif  dengan pelanggan agar tidak ada asumsi yang dibuat-buat dan Anda dapat memiliki gambaran yang lebih jelas tentang hasil akhir/produk yang ingin mereka capai.  

Anda dapat mengajukan beberapa pertanyaan yang akan membantu mengidentifikasi dan memahami sepenuhnya kebutuhan pelanggan.   

Beberapa pertanyaan yang dapat Anda ajukan meliputi informasi umum perusahaan, nama perusahaan, target pasar, ukuran tim, visi dan misi, dan lainnya.   

Jangan lupa untuk bertanya tentang apa yang Anda harapkan dari pekerjaan (proyek) setelahnya. 

Mulai dari durasi pengerjaan, modalitas pembayaran dan segala hal yang memungkinkan Anda sebagai desainer bekerja dengan lebih terstruktur dan tenang.  

Terakhir, persiapan dan perencanaan material juga harus dilakukan dalam fase pengarahan desain. Pertanyaan yang mungkin Anda tanyakan kepada klien termasuk bagian apa yang Anda terlibat (ruang kerja), jika tim lain sedang mengerjakannya, dan materi apa yang  mungkin sudah dimiliki dan disiapkan oleh klien. 

Penting bagi Anda untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini sehingga Anda dapat memahami ruang lingkup pekerjaan yang ditawarkan klien dan memutuskan apakah Anda cocok atau memenuhi syarat untuk menerima pekerjaan itu.   

Karena ini adalah langkah pertama yang Anda ambil, Anda harus 110% berhati-hati agar tidak salah langkah. Jangan mengambil pekerjaan yang “tidak mungkin” bagi Anda, bukan karena kemampuan Anda (keterampilan yang dinyatakan) dan bukan karena standar harga yang  Anda tetapkan.   

2. Konsep (membuat konsep desain logo keren)   

Setelah Anda mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang desain logo  yang akan datang untuk bisnis Anda, mari beralih ke fase konsep.   

Dengan menggunakan informasi yang telah Anda peroleh dan pelajari dari ringkasan desain klien, mulailah “merencanakan” bagaimana ringkasan tersebut akan diterjemahkan ke dalam bentuk nyata dalam pikiran Anda.   

Konsep dan informasi ini nantinya akan menjadi acuan Anda untuk membuat desain akhir atau gambar sebelum Anda mulai mengerjakan desain tersebut.   

Fase konseptual ini adalah salah satu yang terpenting saat membuat logo. Secara umum, metode ATM (Amati, Salin, dan Modifikasi) dapat diterapkan pada sampel logo lainnya.  

Namun, kami tidak merekomendasikan metode ini karena  metode ATM dapat “membunuh” kreativitas Anda sebagai seniman seiring waktu.   

3. Refleksi (merefleksikan hasil)   

Ini adalah langkah terakhir  dalam proses pembuatan desain logo yang menarik.   Setelah menyelesaikan pekerjaan desain, lihatlah desain secara objektif dan carilah kekurangan yang menurut Anda dapat diperbaiki dan buatlah pekerjaan menjadi lebih baik lagi.   

Hal ini tidak hanya akan melatih Anda menjadi seorang desainer yang lebih serba bisa, tetapi juga akan  mengasah otak Anda untuk selalu berpikir kreatif.  Selain “refleksi”, kami selalu menyarankan untuk mendapatkan opini eksternal sebelum memutuskan “selesai”.

Pertama, tentunya Anda dapat bertanya detailnya kepada klien. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengetahui apakah semuanya sudah ada di “jalurnya”. Dan memastikan jika langkah selanjutnya tidak akan berubah jadi kesalahan.

Selanjutnya, Anda juga bisa bertanya pada rekan-rekan satu tim, keluarga, atau bisa siapapun yang memang Anda percaya mampu memberikan nasihat secara konstruktif, serta membantu karya agar jadi lebih bagus.

Demikian lah 3 proses kreativitas yang pasti semua desainer lalui, selain metode unik masing-masing yang mereka lakukan, dalam membuat karya desain logo keren.

 

Previous

Ini Bisnis yang Tetap Cuan di 2023 di Tengah Bayang-bayang Resesi

Next

Tertarik dengan Bisnis Es Krim? Ini 7+ Tips Memulainya 

Tentang Kami

Pusat distribusi botol dan kemasan terpercaya di Bali. Mendukung pertumbuhan UMKM dengan kemasan berkualitas.

Tautan Penting

  • Kebijakan Privasi
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Pengembalian

Hubungi Kami

Alamat:
Jl. Imam Bonjol No.367, Kota Denpasar, Bali 80119
WhatsApp: 0877 0296 3380

Copyright © 2026 Gudang Kemasanku. All rights reserved.

WhatsApp us