Physical distancing membuat kebutuhan olahan siap saji meningkat, termasuk bawang goreng kemasan. Selain membeli produk jadi, banyak orang juga memilih mengolahnya sendiri di rumah.

Bisnis bawang goreng kemasan menawarkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Tak heran jika banyak orang mulai melirik usaha rumahan ini sebagai bisnis sampingan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut cara produksi bawang goreng rumahan yang ampuh untuk menjalankan bisnis ini.
Tips Bisnis Bawang Goreng Kemasan
1. Pilih Ukuran Bawang Merah yang Lebih Besar
Pilih bawang merah berukuran besar karena akan digoreng, supaya potongannya tidak terlalu kecil. Anda bisa bekerja sama dengan petani bawang merah agar lebih mudah mendapatkan ukuran dan kualitas bawang yang sesuai.

2. Pilih Minyak Nabati untuk Menggoreng
Gunakan minyak nabati agar kandungan nutrisi bawang goreng kemasan tetap terjaga. Minyak nabati umumnya mengandung omega 3 dan 6 yang cukup tinggi, bermanfaat membantu mengurangi risiko kolesterol dan jantung koroner.
3. Gunakan Alat Masak Berkualitas
Alat masak turut memengaruhi hasil akhir bawang goreng. Pastikan pisau yang Anda gunakan cukup tajam agar potongan lebih rapi, dan jaga kebersihan alat masak agar tetap higienis.
4. Gunakan Mesin Penyaring untuk Minyak Sisa

Minyak sisa yang menempel bisa membuat bawang goreng kurang renyah dan cepat tengik. Gunakan mesin penyaring agar bawang goreng benar-benar bebas minyak, sehingga lebih renyah, crispy, dan tahan lama.
5. Pilih Kemasan yang Simpel
Ada beberapa jenis kemasan yang bisa Anda gunakan untuk bawang goreng, mulai dari kemasan plastik, toples plastik, hingga toples kaca. Pilih kemasan yang sesuai dengan branding produk Anda. Kemasan yang makin eksklusif akan membuat konsumen semakin tertarik.
6. Promosikan lewat Media Sosial
Media sosial masih sangat efektif untuk mempromosikan produk. Anda bisa membuat akun Instagram atau Facebook, lalu mulai memposting produk dengan visual dan deskripsi yang menarik untuk mendongkrak penjualan.
Jika perlu, manfaatkan juga marketplace seperti Bukalapak atau Tokopedia untuk berjualan.
7. Berkolaborasi dan Berinovasi
Kolaborasi dan inovasi membantu meningkatkan potensi penjualan. Anda bisa menitipkan produk bawang goreng lewat sistem konsinyasi ke toko oleh-oleh atau toko kelontong di sekitar rumah.
Ikuti juga pameran atau festival kuliner agar makin banyak orang mengenal produk Anda.
Kemasan yang Tepat Agar Bawang Goreng Lebih Awet
Selain proses produksi, pemilihan kemasan sangat menentukan daya tahan bawang goreng. Kemasan yang kedap udara mencegah bawang goreng cepat melempem dan tengik akibat paparan udara dan kelembapan.
- Standing pouch dengan zipper — praktis dibuka tutup dan menjaga kerenyahan lebih lama dibanding kemasan plastik biasa.
- Toples plastik kedap udara — cocok untuk penjualan retail karena tampilan produk terlihat jelas.
- Toples kaca — memberi kesan premium, cocok untuk produk bawang goreng kelas atas atau hampers.
Pastikan juga kemasan yang dipakai food grade dan sesuai standar keamanan pangan, agar produk aman dikonsumsi dan tahan lama di rak penyimpanan. Anda bisa mempelajari lebih lanjut lewat standar kemasan food grade untuk industri kuliner sebelum menentukan kemasan akhir produk Anda.
Berapa Lama Bawang Goreng Kemasan Bisa Bertahan?
Bawang goreng yang digoreng hingga benar-benar kering dan disaring bersih dari minyak sisa umumnya lebih tahan lama dibanding bawang goreng yang masih lembap. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari sinar matahari langsung, agar kerenyahannya tetap terjaga.
Setelah kemasan dibuka, pastikan selalu ditutup rapat kembali setiap kali selesai digunakan, supaya udara luar tidak membuat bawang goreng cepat melempem.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Pelaku Usaha Pemula
Meski terlihat sepele, memulai bisnis bawang goreng kemasan tetap perlu keseriusan, mulai dari proses produksi, pemilihan kemasan, hingga promosi yang masif. Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
- Menggoreng bawang dalam jumlah besar sekaligus tanpa alat penyaring minyak yang memadai.
- Mengemas bawang goreng saat masih panas, sehingga uap air terperangkap dan mempercepat kelembapan.
- Memakai kemasan yang tidak kedap udara, padahal ini kunci utama menjaga kerenyahan produk.
- Tidak mencantumkan tanggal produksi dan cara penyimpanan pada label kemasan.
Bagi Anda yang baru memulai usaha kuliner rumahan, artikel ide usaha makanan untuk pemula dengan modal kecil bisa jadi referensi tambahan sebelum memperluas bisnis bawang goreng Anda.
Menghitung Modal Awal Usaha Bawang Goreng Rumahan
Sebelum memulai produksi dalam skala lebih besar, hitung dulu kebutuhan modal awal, mulai dari bahan baku bawang merah, minyak goreng, alat masak, hingga kemasan dan label. Memulai dari skala kecil membantu Anda menguji resep dan kemasan yang paling disukai pasar sebelum menambah volume produksi.
Legalitas Usaha Bawang Goreng Kemasan
Jika bawang goreng kemasan Anda mulai dijual di warung, minimarket, atau marketplace, sebaiknya urus izin PIRT dari dinas kesehatan setempat sebagai syarat dasar produk makanan olahan rumahan. Izin ini juga membantu meningkatkan kepercayaan konsumen dan mempermudah produk masuk ke toko modern atau supermarket di kemudian hari.
Menentukan Harga Jual yang Kompetitif
Perhitungkan seluruh biaya produksi, termasuk bahan baku, kemasan, tenaga kerja, dan biaya promosi, sebelum menentukan harga jual. Bandingkan juga dengan harga produk sejenis di pasaran agar harga Anda tetap kompetitif tanpa mengorbankan margin keuntungan yang wajar.
Menjaga Kualitas Bawang Goreng Selama Musim Hujan
Kelembapan udara yang tinggi saat musim hujan bisa mempercepat bawang goreng melempem meski kemasan sudah kedap udara. Simpan produk jadi di ruangan ber-AC atau tempat kering sebelum dikemas, dan pertimbangkan menambah silica gel food grade di dalam kemasan untuk menyerap kelembapan berlebih, terutama untuk pengiriman ke luar kota.
Jangan lupa pilih kemasan terbaik di GudangKemasanku. Tersedia berbagai macam dan ukuran kemasan lengkap dengan pilihan harga terbaik untuk produk kuliner Anda.