Baik air minum maupun anggur, makanan termasuk kategori barang konsumen yang bergerak cepat atau FMCG.
Produk FMCG dikonsumsi dengan cepat setelah dibeli dan biasanya diisi ulang tak lama kemudian. Pelanggan cenderung setia pada satu merek karena mereka membelinya secara rutin.
Lalu bagaimana Anda, sebagai pelaku usaha makanan, bisa memengaruhi pelanggan agar mencoba produk Anda dibanding produk favorit mereka yang biasa? Jawabannya ada pada desain kemasan makanan Anda.
Di minimarket atau supermarket, kemasan makanan Andalah yang pertama kali memengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Namun, membuat desain kemasan yang menarik perhatian butuh lebih dari sekadar warna yang mencolok, apalagi jika Anda menjual produk buatan sendiri.
Desain kemasan adalah media yang harus selaras dengan branding Anda, sekaligus menjelaskan identitas merek, keunikan produk, dan nilai yang ditawarkan. Media ini memang menantang, tapi juga sangat kreatif dan bisa membuat perbedaan besar.
Pada artikel ini, kita akan membahas:
- Tujuan desain kemasan makanan
- Pilihan kemasan yang aman untuk makanan
- Contoh desain kemasan makanan yang efektif
Memulai Desain Kemasan Makanan
Anda tentu punya jenis susu, pasta, atau es krim favorit yang selalu Anda beli tanpa berpikir panjang. Tapi apa yang membuat Anda mau mencoba produk baru? Bisa jadi rasa, kandungan nutrisi, atau bahannya.
Apa pun jawabannya, desain kemasan makanan perlu menyampaikan dengan jelas mengapa produk Anda berbeda dari favorit konsumen saat ini.
Ada beberapa pertanyaan dasar yang perlu Anda jawab saat merancang kemasan makanan, baik Anda perancangnya sendiri maupun bukan.
- Bagaimana konsumen akan memakan atau memakai makanan saya?
- Bagaimana konsumen akan menggunakan kemasannya?
- Di mana mereka pertama kali berinteraksi langsung dengan kemasan ini?
- Perlukah makanan itu sendiri terlihat dari kemasannya?
- Apa yang konsumen pelajari saat mengambil kemasannya?
- Bagaimana rasanya kemasan Anda saat dipegang?
Pertanyaan-pertanyaan ini memang belum menjawab bagaimana desain kemasan Anda seharusnya. Namun, ini adalah titik awal yang baik untuk memikirkan tugas yang harus dijalankan kemasan makanan Anda.
Desain Kemasan adalah Media Marketing Terbaik
Desain kemasan Anda selalu melakukan salah satu dari dua hal berikut:
- Memberi tahu konsumen mengapa mereka harus membeli produk ini.
- Meyakinkan pelanggan bahwa membeli produk ini adalah keputusan yang tepat.
Desain kemasan sering jadi media pemasaran yang terlupakan, padahal baik untuk kemasan eceran maupun kotak pengiriman e-commerce, desain kemasan Anda tetap menyampaikan nilai kepada konsumen.
Ingat hal ini saat menentukan warna, gambar, bahan, dan bentuk desain kemasan makanan Anda.
Desain Kemasan Makanan yang Efektif
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan saat mendesain kemasan makanan. Berikut beberapa tips desain kemasan makanan yang penting Anda pertimbangkan, terutama untuk kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Keamanan Produk Makanan
Menjaga lingkungan luar tidak masuk dan menjaga makanan tetap steril adalah tujuan utama semua desain kemasan makanan.
Standar keamanan pangan untuk produk yang dijual di toko cukup ketat, jadi pastikan kemasan Anda mematuhi aturan di wilayah tempat produk dijual.
Bahan Kemasan
Baik corrugated maupun cardstock, kardus adalah solusi standar untuk barang kering karena mudah dibentuk sesuai kebutuhan.
Sementara itu, cairan dan bumbu lebih aman disimpan dalam jar kaca, botol plastik, atau kemasan sejenis.
Opsi Desain Kemasan
Bahan kemasan yang Anda pilih akan membatasi cara mencetak desainnya, terutama jika Anda ingin membuat bentuk kemasan khusus. Meski begitu, hampir semua opsi pencetakan tetap tersedia untuk industri makanan.
Label jadi solusi yang cocok untuk jar kaca dan bisa dicetak dengan berbagai cara. Label untuk produk anggur bahkan bisa memakai hasil akhir ekstra seperti embossing atau debossing.
Keberlanjutan
Keberlanjutan kemasan Anda berperan penting dalam memengaruhi keputusan pelanggan.
Sebanyak 74% orang Amerika mengaku bersedia membayar lebih untuk kemasan ramah lingkungan. Karena itu, kemasan makanan Anda sebaiknya menjadi bagian dari siklus hidup yang berkelanjutan.
Sebisa mungkin, hindari produk berbahan plastik sekali pakai berbasis mineral. Bahan berbasis serat seperti bubur kertas biasanya jadi pilihan yang aman untuk kemasan yang baik. Kemasan biodegradable juga jadi pilihan lebih baik karena tidak meninggalkan jejak setelah terurai.
Bentuk dan Penyimpanan
Kemasan kopi hadir dalam berbagai bentuk, sama beragamnya dengan biji kopi itu sendiri. Kemasan yang tepat bisa sangat menentukan keberhasilan usaha roasting skala kecil.
Kopi adalah produk yang pertama kali kita nikmati lewat indra penciuman, jadi desain kemasan makanan untuk kopi perlu mampu menjaga aromanya tetap memikat.
Kantong kopi punya bentuk yang jauh berbeda dari botol kaca berisi minyak. Bentuk ini menentukan bagaimana produk disimpan di kulkas atau pantry, sekaligus memengaruhi kenyamanan penggunaan produk Anda.
Informasi Bahan dan Gizi
Aturan dan regulasi pasar tertentu biasanya mewajibkan produk makanan mencantumkan daftar bahan dan/atau informasi nutrisi pada kemasannya.
Pada sebagian besar kemasan makanan, informasi nutrisi ini biasanya diletakkan di bagian belakang atau sisi yang kurang terlihat.
Temukan informasi menarik lainnya di GudangKemasan.com.