Kemasan Kopi & Minuman Kekinian

6 Jenis Kemasan Kopi Terbaik agar Cita Rasa Terjaga

16 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 3 bagian
  1. 01 6 Jenis Kemasan Kopi yang Bisa Anda Pilih
  2. 02 Tips Memilih Kemasan Kopi Sesuai Skala Usaha
  3. 03 Menjaga Kualitas Kopi Setelah Kemasan Dibuka

Kopi yang nikmat tidak hanya berasal dari biji berkualitas. Kemasan kopi juga sangat berpengaruh pada cita rasa dan aroma kopi yang Anda nikmati.

Produsen kopi perlu memperhatikan proses roasting dan grinding dengan baik. Namun kemasan yang tepat juga sama pentingnya agar kualitas kopi tetap terjaga.

Pemilihan bahan kemasan dan metode pengemasan yang sesuai menentukan kualitas biji atau bubuk kopi. Setiap produk kopi punya standar kemasan yang berbeda, sehingga produsen perlu treatment khusus agar kualitas produk tetap baik.

Roaster bisa memilih kemasan yang tepat untuk membungkus kopi yang mereka jual. Pilihan ini biasanya didasari beberapa faktor, seperti lingkungan, biaya, dan tampilan.

Desain kemasan juga memengaruhi pilihan konsumen pada produk kopi. Karena itu, banyak pengusaha mulai memperhatikan tampilan kemasan selain kualitas kopi dan bahan yang digunakan. Berikut 6 jenis kemasan kopi yang bisa Anda pilih.

6 Jenis Kemasan Kopi yang Bisa Anda Pilih

# Kemasan Gusset

Kemasan gusset aman dipakai untuk membungkus biji atau bubuk kopi. Bahannya adalah aluminium foil dengan ketebalan 90 mikron, sehingga bisa meminimalkan paparan sinar matahari dan oksigen dari luar kemasan. Kemasan ini menjaga kopi tetap menghasilkan aroma khas sesuai jenis bijinya.

Kemasan gusset punya beberapa variasi sisi. Ada yang memiliki dua sisi tertutup, ada juga yang menyediakan satu sisi terbuka di bagian atas. Di bagian dalam biasanya terdapat zipper atau klip, sedangkan bagian atasnya disegel memakai mesin hand sealer atau continuous sealer.

# Kemasan Kopi Karung Goni

Karung goni kini banyak dipakai untuk mengemas berbagai produk, terutama untuk kebutuhan industri dan pertanian atau perkebunan. Produsen kopi juga memakainya untuk mengemas biji kopi.

Anda bisa memilih karung goni sebagai alternatif plastik. Bahan ini membantu produsen ikut mengurangi pemanasan global karena jauh lebih ramah lingkungan.

# Kemasan Standing Pouch One Way Valve

Kemasan ini terbuat dari aluminium foil dengan ketebalan 125 mikron yang tahan terhadap paparan sinar matahari. Bahan ini sangat cocok untuk mengemas bubuk kopi maupun biji kopi.

Kemasan ini juga dilengkapi filter one way valve, yaitu katup satu arah berbahan nylon. Katup ini berfungsi mengeluarkan gas CO2 yang tertahan di dalam kemasan, tetapi tidak membiarkan udara luar masuk. Berkat katup satu arah ini, kualitas dan aroma kopi tetap lebih terjaga.

# Kemasan Kantung Kertas Greaseproof

Greaseproof adalah kemasan kertas berlabel food grade yang khusus dipakai untuk kopi. Kemasan ini bisa menyekat atau menyerap minyak kopi, sehingga kualitas kopi tetap terjaga.

Anda tidak perlu merekatkan atau menyegel kemasan ini, cukup gulung bagian penutupnya. Namun kemasan ini hanya cocok untuk pemakaian sementara. Produsen kopi yang melayani pembelian langsung, bukan untuk didisplay, biasanya memakai kemasan jenis ini.

Setelah membeli kopi, sebaiknya konsumen langsung memindahkannya ke toples khusus kopi atau canister. Jika tidak ada toples, sebaiknya habiskan kopi dalam 7-10 hari, karena cita rasa dan aromanya akan cepat hilang.

# Glass Coffee Canister

Kemasan kaca ini banyak dipakai untuk menyimpan biji atau bubuk kopi agar tetap awet. Pelaku usaha kopi juga bisa memakai toples kaca khusus ini untuk kemasan produk mereka.

Selain menjaga kualitas kopi, toples kaca membuat produk terlihat lebih berkelas dan tampak mahal. Tampilan ini bisa meningkatkan rasa penasaran penikmat kopi.

# Kemasan Vakum

Kemasan kedap udara atau vakum juga bisa jadi pilihan Anda. Oksigen membuat kopi cepat basi, sehingga menghampakan udara di dalam kemasan bisa menjaga kualitas kopi lebih lama.

Namun cara ini kurang cocok untuk bubuk kopi. Mesin vakum berisiko ikut menyedot bubuk kopi bersama udara di dalamnya.

Tips Memilih Kemasan Kopi Sesuai Skala Usaha

Roaster rumahan dengan produksi kecil biasanya belum perlu berinvestasi pada kemasan standing pouch dengan one way valve dalam jumlah besar, karena biaya cetak minimum order-nya cukup tinggi. Untuk tahap awal, kemasan gusset polos atau kantung kertas greaseproof bisa jadi pilihan yang lebih hemat sambil menguji respons pasar terhadap produk kopi Anda.

Ketika volume penjualan mulai stabil dan Anda sudah punya pelanggan tetap, barulah pertimbangkan beralih ke kemasan dengan katup one way valve dan cetakan custom. Kemasan ini memang lebih mahal, tetapi memberikan perlindungan aroma yang jauh lebih baik untuk pengiriman jarak jauh dan penyimpanan di rak toko dalam waktu lama.

Untuk usaha kopi yang menyasar pasar kafe atau reseller, pertimbangkan juga menyediakan dua ukuran kemasan sekaligus, yaitu kemasan besar untuk stok dapur dan kemasan kecil untuk dijual eceran kepada konsumen akhir.

Menjaga Kualitas Kopi Setelah Kemasan Dibuka

Sebaik apa pun kemasan yang dipilih, kualitas kopi tetap bisa menurun begitu segel dibuka karena udara dan kelembapan mulai masuk. Konsumen perlu diedukasi untuk selalu menutup rapat zipper pada kemasan gusset atau standing pouch setelah digunakan, dan menyimpannya di tempat sejuk yang jauh dari sinar matahari langsung serta sumber panas seperti kompor.

Sebagai produsen, Anda juga bisa mencantumkan tips penyimpanan sederhana pada label kemasan, misalnya anjuran untuk memindahkan kopi ke wadah kedap udara begitu kemasan asli dibuka, terutama jika kemasan tersebut tidak dilengkapi zipper. Edukasi kecil semacam ini meningkatkan kepuasan konsumen karena mereka bisa menikmati cita rasa kopi yang lebih konsisten dari kemasan pertama hingga terakhir.

Perhatikan juga bahwa kemasan dengan aluminium foil lebih tebal umumnya mampu menahan kelembapan udara Bali yang cenderung tinggi dibanding daerah lain, sehingga cocok dipilih oleh produsen kopi lokal yang mendistribusikan produknya ke berbagai wilayah dengan iklim berbeda.

Itulah beberapa jenis kemasan kopi yang bisa diterapkan produsen biji maupun bubuk kopi. Selain memperhatikan bahan yang digunakan, perhatikan juga desain dan bentuk kemasan sesuai target pasar yang Anda tuju. Selamat mencoba!