Kemasan Makanan

Tips Memilih Kemasan Frozen Food agar Produk Tetap Awet

26 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 7 bagian
  1. 01 Tips Mengemas Bisnis Frozen Food Anda
  2. 02 Membandingkan Jenis Kemasan Frozen Food
  3. 03 Kesalahan yang Sering Terjadi
  4. 04 Cara Menyimpan Stok Frozen Food Sebelum Dikirim ke Konsumen
  5. 05 Suhu Ideal dan Rantai Dingin dalam Distribusi Frozen Food
  6. 06 Informasi Label yang Wajib Ada pada Kemasan Frozen Food
  7. 07 Memilih Ukuran Kemasan Sesuai Porsi Konsumen

Bisnis frozen food saat ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Di tengah kesibukan sehari-hari, banyak orang menginginkan makanan yang praktis dan cepat disajikan, termasuk frozen food.

Frozen food adalah jenis makanan siap saji yang mudah diolah. Namun, banyak pelaku usaha masih bingung menentukan kemasan frozen food yang baik agar makanan tetap tahan lama.

Nugget, daging, ikan, dan kue adalah beberapa contoh produk frozen food yang biasa dijual dalam bentuk beku agar lebih awet. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengemas makanan beku, plus panduan tips memilih kemasan frozen food yang tepat.

Tips Mengemas Bisnis Frozen Food Anda

1. Jaga Kebersihan Proses Pembuatan Makanan

Pastikan sejak awal bahwa proses pembuatannya bersih dan steril. Cuci bahan baku terlebih dahulu dan gunakan bahan berkualitas agar frozen food yang dihasilkan juga baik.

Jangan gunakan bahan baku yang meragukan. Selalu cek kondisi bahan di awal, dan jaga kebersihan semua peralatan sebelum maupun sesudah dipakai.

2. Pastikan Kemasan Tertutup Rapat dan Kedap Udara

Kemasan yang tertutup rapat dan kedap udara membuat produk lebih tahan lama. Kemasan seperti ini juga mencegah kerusakan makanan dan mencegah benda asing masuk ke dalam produk.

Gunakan plastik kedap udara yang aman untuk makanan, misalnya plastik PE (Poly Ethylene) untuk minuman atau cairan, dan HDPE (High Density Polyethylene) untuk makanan, botol, atau minyak karena sifatnya fleksibel dan kuat.

3. Gunakan Kemasan yang Mudah Dibawa

Pilih kemasan yang simpel dan mudah dibawa agar konsumen tidak kesulitan saat memakainya. Jangan sampai kemasan terlalu rumit dan membingungkan saat dibuka.

Sesuaikan juga ukuran kemasan dengan jumlah produk di dalamnya. Kemasan yang terlalu besar atau terlalu kecil bisa membuat konsumen merasa kurang puas dengan tampilan produk.

4. Hindari Freezer Burn

Perhatikan juga daya tahan makanan beku dengan mengikuti prosedur pembuatan yang benar agar terhindar dari freezer burn.

Freezer burn adalah perubahan warna, tekstur, cita rasa, dan kandungan gizi pada makanan beku. Jika bentuk dan nilai gizi makanan tetap terjaga, artinya makanan beku tersebut masih aman dan layak dikonsumsi.

Membandingkan Jenis Kemasan Frozen Food

Ada beberapa pilihan kemasan yang umum dipakai pelaku usaha frozen food, masing-masing dengan kelebihan berbeda.

  • Plastik vacuum sealer paling efektif mengeluarkan udara dari dalam kemasan, sehingga memperlambat pertumbuhan bakteri dan mencegah freezer burn.
  • Standing pouch praktis untuk penyimpanan di freezer karena bisa berdiri sendiri dan menghemat ruang, sekaligus memudahkan konsumen menyimpan sisa produk.
  • Plastik ziplock biasa ekonomis untuk skala rumahan, meski daya kedapnya tidak sebaik vacuum sealer.

Selain jenis kemasan, perhatikan juga ketebalan plastik. Plastik yang terlalu tipis mudah robek saat dibekukan atau dipindahkan, sehingga berisiko membuat udara masuk dan mempercepat kerusakan makanan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Mengemas makanan dalam kondisi masih hangat, sehingga muncul uap air di dalam kemasan yang mempercepat pembekuan kristal es.
  • Tidak mencantumkan tanggal produksi dan cara penyimpanan pada label kemasan.
  • Menggunakan kemasan yang tidak food grade, padahal produk langsung bersentuhan dengan makanan.

Pelajari lebih lanjut cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman serta cara membuat kemasan makanan lebih awet tanpa pengawet agar produk frozen food Anda semakin dipercaya konsumen.

Cara Menyimpan Stok Frozen Food Sebelum Dikirim ke Konsumen

Selain kemasan, suhu penyimpanan sebelum produk dikirim juga menentukan kualitas akhir frozen food Anda. Pastikan freezer penyimpanan stabil pada suhu beku dan tidak sering dibuka-tutup, karena perubahan suhu berulang bisa mempercepat kerusakan tekstur makanan.

Susun kemasan frozen food secara rapi agar sirkulasi udara dingin merata ke seluruh bagian freezer. Hindari menumpuk kemasan terlalu tinggi atau terlalu rapat, karena bisa memperlambat proses pembekuan produk yang baru masuk.

Suhu Ideal dan Rantai Dingin dalam Distribusi Frozen Food

Selain kemasan, konsistensi suhu selama proses distribusi sangat menentukan kualitas frozen food yang sampai ke tangan konsumen. Produk yang sempat mencair di tengah perjalanan lalu dibekukan kembali berisiko mengalami penurunan tekstur dan rasa, bahkan bisa menjadi lebih rentan terhadap pertumbuhan bakteri. Jika Anda mengirim frozen food ke luar kota atau menggunakan jasa ekspedisi, pastikan menggunakan kombinasi dry ice atau ice gel dengan kotak berinsulasi agar suhu tetap terjaga selama pengiriman.

Bagi usaha yang menjual langsung dari rumah, sediakan juga freezer khusus dengan suhu stabil untuk penyimpanan stok, terpisah dari freezer untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, agar suhu tidak sering berubah akibat pintu freezer terlalu sering dibuka tutup.

Informasi Label yang Wajib Ada pada Kemasan Frozen Food

Kemasan frozen food yang dijual secara komersial sebaiknya mencantumkan informasi lengkap seperti tanggal produksi, cara penyimpanan, suhu penyimpanan yang dianjurkan, serta cara memasak atau mengolah produk tersebut. Informasi ini penting karena konsumen frozen food umumnya membeli dalam jumlah banyak untuk stok, sehingga mereka perlu tahu persis berapa lama produk bisa disimpan dan bagaimana cara terbaik mengolahnya agar hasil akhirnya tetap enak.

Melengkapi label dengan jelas juga membantu membangun kepercayaan pelanggan, terutama untuk usaha frozen food rumahan yang baru mulai dikenal di pasaran.

Memilih Ukuran Kemasan Sesuai Porsi Konsumen

Ukuran kemasan frozen food yang tepat sangat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan porsi kecil cocok untuk konsumen yang tinggal sendiri atau ingin mencoba produk baru tanpa risiko besar, sementara kemasan porsi keluarga lebih diminati konsumen yang berbelanja untuk stok mingguan. Menyediakan beberapa pilihan ukuran sekaligus membantu Anda menjangkau segmen pasar yang lebih luas tanpa harus mengubah resep atau kualitas produk.

Pastikan juga label pada setiap ukuran kemasan mencantumkan estimasi jumlah porsi di dalamnya, karena informasi ini memudahkan konsumen memperkirakan kebutuhan mereka sebelum membeli.

Itulah beberapa tips bagi Anda yang ingin membuka usaha frozen food. Selain cara memasak, cara mengemas makanan juga penting agar produk Anda tetap terjaga kebersihan dan kualitasnya. GudangKemasan.com menyediakan pilihan standing pouch yang cocok untuk kebutuhan kemasan frozen food Anda.