Panduan Umum Kemasan

Tips Menentukan Kemasan yang Tepat untuk Produk Anda

01 Feb 2020 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 7 bagian
  1. 01 1. Sesuaikan Kemasan dengan Ukuran Produk
  2. 02 2. Pilih Kemasan Sesuai Jenis Produk
  3. 03 3. Perhatikan Material Kemasan
  4. 04 4. Perhatikan Fitur pada Kemasan
  5. 05 Perbandingan Jenis Material Kemasan
  6. 06 Langkah Praktis Menentukan Kemasan Sebelum Produksi Massal
  7. 07 Mempertimbangkan Regulasi dan Sertifikasi Kemasan

Menentukan kemasan produk yang tepat sering terasa rumit, terutama bagi para pebisnis. Padahal, kemasan produk adalah hal yang sangat penting dalam bisnis.

Bentuk dan desain kemasan sering jadi sumber kebingungan. Berikut beberapa tips menentukan kemasan produk agar sesuai dengan yang Anda pasarkan.

1. Sesuaikan Kemasan dengan Ukuran Produk

Tips utama saat menentukan kemasan produk adalah menyesuaikan ukurannya. Pilih kemasan yang tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.

Usahakan tetap ada sedikit ruang kosong dalam kemasan untuk meminimalkan kerusakan akibat volume ruang yang terlalu sempit. Sebagian besar penyedia kemasan menawarkan berbagai ukuran sesuai kebutuhan Anda.

2. Pilih Kemasan Sesuai Jenis Produk

Kemasan memiliki beragam jenis, mulai dari plastik, kertas, hingga kaca. Setiap jenis punya kelebihan masing-masing, jadi pilih sesuai produk yang Anda pasarkan.

Jika produk Anda mengandung cairan, pilih kemasan dengan penutup rapat dan tahan bocor. Misalnya, untuk produk minuman, kemasan botol PET lebih praktis sekaligus meningkatkan nilai jual produk.

3. Perhatikan Material Kemasan

Agar produk tidak cepat rusak, berubah warna, atau basi, pilih material kemasan yang tepat. Untuk produk makanan, kemasan kedap udara membantu menjaga rasa dan aroma.

Beberapa pilihan kemasan yang bisa digunakan antara lain botol kaca, botol plastik, standing pouch, dan kemasan berbahan kertas.

4. Perhatikan Fitur pada Kemasan

Fitur kemasan juga memengaruhi kesesuaiannya dengan produk. Ada tiga jenis fitur utama, yaitu zipper, vacuum, dan valve.

Kemasan vacuum membuat produk lebih tahan lama. Kemasan zipper berbahan aluminium foil cocok melindungi produk dari sinar matahari dan oksigen. Sementara kemasan valve cocok untuk produk yang menghasilkan gas, karena mampu mengeluarkan gas tanpa membuat udara luar masuk.

Perbandingan Jenis Material Kemasan

  • Plastik ringan, murah, dan fleksibel dibentuk, cocok untuk produk konsumsi sehari-hari. Contohnya standing pouch untuk camilan atau kopi.
  • Kaca memberi kesan premium dan tidak menyerap aroma atau bahan kimia, cocok untuk produk seperti selai, sambal, atau kosmetik seperti jar kosmetik.
  • Kertas lebih ramah lingkungan dan cocok untuk produk kering yang tidak butuh perlindungan kelembapan tinggi, seperti kemasan sekunder atau paper sleeve.

Checklist Sebelum Memesan Kemasan

  • Apakah kemasan sudah sesuai sifat produk, baik cair, padat, kering, maupun beku?
  • Apakah bahan kemasan food grade jika digunakan untuk produk konsumsi?
  • Apakah ukuran kemasan proporsional dengan volume produk?
  • Apakah fitur tambahan seperti zipper, vacuum, atau valve dibutuhkan produk Anda?

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak pelaku usaha memilih kemasan hanya berdasarkan harga termurah tanpa mempertimbangkan kesesuaian dengan produk, sehingga produk lebih cepat rusak atau kurang menarik di mata konsumen. Kesalahan lain adalah tidak mempertimbangkan fitur tambahan yang sebenarnya dibutuhkan, misalnya produk kopi yang butuh valve tapi dikemas tanpa fitur tersebut.

Langkah Praktis Menentukan Kemasan Sebelum Produksi Massal

Sebelum memesan kemasan dalam jumlah besar, ada baiknya melalui beberapa tahap uji coba agar tidak salah pilih dan merugi.

  • Pesan sampel kemasan dalam jumlah kecil terlebih dahulu untuk menguji kecocokan dengan produk Anda.
  • Simpan produk yang sudah dikemas dalam beberapa kondisi berbeda, misalnya suhu ruang dan lemari es, untuk melihat daya tahannya.
  • Minta pendapat calon konsumen atau rekan bisnis mengenai tampilan dan kemudahan penggunaan kemasan.
  • Setelah yakin, baru lakukan pemesanan dalam jumlah besar sesuai kebutuhan produksi.

Menyesuaikan Kemasan dengan Skala Bisnis

Kebutuhan kemasan usaha rumahan tentu berbeda dengan bisnis yang sudah memiliki jaringan distribusi luas. Usaha kecil bisa memulai dengan kemasan stok yang lebih fleksibel, sementara bisnis dengan skala besar biasanya lebih diuntungkan dengan kemasan custom yang mencerminkan identitas merek secara konsisten di semua titik penjualan.

Meninjau Ulang Pilihan Kemasan Secara Berkala

Kebutuhan kemasan bisa berubah seiring perkembangan bisnis, misalnya saat Anda menambah varian produk baru atau memasuki pasar dengan preferensi konsumen berbeda. Luangkan waktu setiap beberapa bulan untuk meninjau ulang apakah kemasan yang dipakai masih relevan dengan kondisi produk dan target pasar terkini.

Peninjauan berkala ini membantu Anda menghindari kemasan yang sudah ketinggalan tren atau tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pelindungan produk yang berkembang.

Itulah tips mudah menentukan kemasan produk yang sesuai dengan yang Anda tawarkan. Jika masih bingung mencari kemasan yang tepat, kunjungi gudangkemasan.com.

Tersedia berbagai pilihan kemasan dengan ukuran dan bentuk menarik serta harga bersaing. Pesan kemasan produk yang tepat sekarang juga di gudangkemasan.com.

Mempertimbangkan Regulasi dan Sertifikasi Kemasan

Selain aspek fungsional, kemasan produk konsumsi seperti makanan, minuman, dan kosmetik sebaiknya memenuhi standar food grade atau cosmetic grade yang berlaku. Untuk usaha yang berencana naik kelas ke skala menengah, sertifikasi seperti PIRT untuk makanan olahan rumahan atau notifikasi BPOM untuk kosmetik menjadi syarat penting agar produk bisa masuk ke minimarket maupun apotek. Pastikan supplier kemasan Anda bisa menyediakan dokumen pendukung seperti sertifikat food grade, karena dokumen ini sering diminta saat proses pengurusan izin edar produk.

Menyesuaikan Kemasan dengan Jalur Distribusi Produk

Kemasan yang cocok untuk penjualan langsung di toko fisik belum tentu ideal untuk pengiriman jarak jauh lewat ekspedisi. Jika produk Anda akan dikirim ke luar kota atau luar pulau, pertimbangkan kemasan tambahan yang lebih kokoh, seperti sekat dalam kardus atau bubble wrap, agar kemasan utama tidak rusak selama perjalanan. Sebaliknya, untuk produk yang dijual langsung di pasar atau toko lokal, Anda bisa memilih kemasan yang lebih sederhana karena risiko kerusakan selama distribusi jauh lebih rendah.