Panduan Umum Kemasan

Apakah Mengubah Kemasan Produk Berpengaruh ke Penjualan?

19 Mar 2019 Oleh Gudang Kemasan
Daftar Isi 6 bagian
  1. 01 Keuntungan Mengubah Kemasan Produk
  2. 02 Tanda-Tanda Bisnis Anda Perlu Mengubah Kemasan
  3. 03 Perbandingan: Mengubah Kemasan Total vs Menyegarkan Tampilan
  4. 04 Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Mengubah Kemasan
  5. 05 Elemen Kemasan yang Biasanya Berubah saat Rebranding
  6. 06 Cara Menguji Respons Pasar Sebelum Meluncurkan Kemasan Baru

Banyak pelaku usaha UKM beranggapan bahwa mengubah kemasan produk bisa menurunkan nilai jual. Padahal, anggapan ini belum tentu benar.

Selama Anda tidak mengubah kapasitas kemasan dan tidak mengurangi fungsi utamanya, Anda boleh saja mengganti tampilan kemasan.

Apalagi jika desain kemasan baru Anda terlihat lebih menarik dibanding kemasan sebelumnya. Ini bisa menjadi cara pemasaran yang efektif untuk meningkatkan penjualan produk Anda.

Konsumen biasanya menilai kemasan terlebih dahulu sebelum mencoba produknya. Jadi, jika tampilan kemasan baru Anda membuat mereka terkesan, mereka akan tetap membeli meski harganya sedikit lebih mahal.

Meski begitu, Anda tetap perlu mencocokkan desain baru dengan target pasar Anda. Jangan sampai konsumen yang sudah percaya dengan kualitas Anda malah beralih ke produk kompetitor karena perubahan kemasan tidak sesuai dengan selera mereka.

Lalu, bagaimana solusinya? Anda tetap harus mempertahankan fungsi dan kapasitas kemasan, sekaligus menjaga keinginan pelanggan. Konsumen biasanya kecewa jika harga produk ikut naik setelah kemasan berubah.

Solusinya, buat kemasan baru dengan anggaran yang sama, namun tampilannya dibuat lebih bagus. Anda tetap boleh menaikkan harga, tapi sebaiknya kenaikannya tidak terlalu besar dari harga sebelumnya.

Keuntungan Mengubah Kemasan Produk

Setiap perubahan kemasan membuka peluang baru. Saat Anda mengubah kemasan, Anda bisa meraih konsumen baru tanpa kehilangan pelanggan lama yang sudah setia.

Harga yang tetap bersaing akan menambah nilai plus untuk produk Anda. Anda juga bisa meng-upgrade tampilan produk supaya lebih mudah diingat konsumen.

Beberapa produsen ragu mengubah kemasan karena mereka pikir kemasan lama lebih mudah dikenali. Padahal, tanpa promosi yang tepat, konsumen tidak akan mengenal produk baru Anda sama sekali.

Karena itu, lakukan promosi untuk memperkenalkan kemasan baru Anda. Kombinasi tampilan kemasan yang menarik dan promosi yang tepat akan membuat produk Anda kembali diingat konsumen.

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mencoba? Jika pesanan produk Anda sudah cukup banyak dan Anda ingin mengubah kemasan, silakan lakukan. Perubahan kemasan justru bisa membantu memperluas target pasar Anda.

Namun, tetap pertahankan kapasitas, kenyamanan, ketahanan, dan harga kemasan. Jangan sampai perubahan kemasan malah mengganggu kelancaran usaha Anda.

Tanda-Tanda Bisnis Anda Perlu Mengubah Kemasan

Tidak semua bisnis perlu buru-buru mengubah kemasan. Beberapa tanda berikut bisa jadi acuan sebelum Anda memutuskan.

  • Desain kemasan sudah terlihat ketinggalan zaman dibanding kompetitor.
  • Konsumen mulai kesulitan mengenali produk Anda di rak yang penuh sesak.
  • Anda ingin memperluas lini produk atau menyasar segmen pasar baru.
  • Material kemasan lama sudah tidak lagi memenuhi kebutuhan perlindungan produk.

Perbandingan: Mengubah Kemasan Total vs Menyegarkan Tampilan

Ada dua pendekatan yang bisa dipilih saat berencana mengubah kemasan produk.

  • Perubahan total: mengganti bentuk, material, dan desain sekaligus. Cocok untuk rebranding besar, tapi butuh anggaran dan waktu adaptasi konsumen lebih besar.
  • Penyegaran tampilan: hanya memperbarui warna, logo, atau label tanpa mengubah bentuk kemasan. Risikonya lebih kecil dan konsumen lama tidak terlalu kaget.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Mengubah Kemasan

  • Mengubah kemasan tanpa riset terlebih dahulu terhadap preferensi pelanggan.
  • Menaikkan harga terlalu tinggi bersamaan dengan perubahan tampilan.
  • Mengabaikan konsistensi identitas merek pada desain baru, seperti dibahas dalam strategi memaksimalkan branding lewat kemasan.

Jika Anda sedang mempertimbangkan material kemasan yang lebih pas untuk perubahan ini, panduan memilih bahan kemasan yang tepat bisa membantu Anda menimbang pilihan yang tersedia.

Untuk inspirasi tampilan yang lebih menarik tanpa menambah beban biaya produksi, Anda juga bisa membaca tips memilih kemasan produk agar tampil menarik. Selamat mencoba!

Elemen Kemasan yang Biasanya Berubah saat Rebranding

Tidak semua bagian kemasan perlu diganti sekaligus. Berikut elemen yang paling sering disesuaikan saat sebuah bisnis memutuskan mengubah kemasan produk.

  • Logo dan tipografi: biasanya jadi elemen pertama yang diperbarui karena paling mudah dikenali konsumen.
  • Palet warna: penyesuaian warna bisa memberi kesan segar tanpa mengubah bentuk fisik kemasan.
  • Material kemasan: diganti jika ada kebutuhan perlindungan produk yang lebih baik atau pertimbangan biaya.
  • Informasi pada label: diperbarui mengikuti regulasi atau kebutuhan komunikasi produk terbaru.

Dengan memahami elemen mana yang benar-benar perlu diubah, Anda bisa menghemat biaya produksi sekaligus menjaga agar pelanggan lama tetap mengenali produk Anda di rak.

Cara Menguji Respons Pasar Sebelum Meluncurkan Kemasan Baru

Sebelum mengganti seluruh kemasan produk secara permanen, ada baiknya melakukan uji coba dalam skala kecil terlebih dahulu. Cetak kemasan baru dalam jumlah terbatas, lalu jual berdampingan dengan kemasan lama untuk melihat mana yang lebih diminati konsumen.

Anda juga bisa meminta pendapat langsung dari pelanggan setia melalui media sosial atau saat mereka membeli produk, sebelum memutuskan mengganti kemasan sepenuhnya. Masukan ini membantu mengurangi risiko kerugian akibat kemasan baru yang ternyata kurang diterima pasar.

Menghitung Sisa Stok Kemasan Lama agar Tidak Rugi

Saat berencana mengganti kemasan, jangan lupa menghitung sisa stok kemasan lama yang masih ada di gudang. Habiskan dulu stok tersebut, atau manfaatkan untuk produk versi lama yang dijual dengan harga promosi, agar tidak ada bahan kemasan yang terbuang percuma.

Perencanaan transisi yang matang antara kemasan lama dan baru membuat proses pergantian kemasan berjalan lebih efisien, tanpa mengganggu ketersediaan produk di pasaran maupun membebani biaya produksi secara mendadak.

Perhatikan pula waktu peluncuran kemasan baru. Hindari mengubah kemasan bersamaan dengan momen penting seperti musim ramai penjualan, karena masa transisi biasanya membutuhkan penyesuaian dari konsumen. Momen yang lebih tenang memberi ruang evaluasi lebih leluasa sebelum kemasan baru diproduksi secara penuh.