Selain rasa dan harga, kemasan makanan laut ternyata ikut menentukan minat pembeli. Kemasan bukan sekadar pelindung produk dari kerusakan. Kemasan kini menjadi bagian penting yang mempercantik tampilan produk, apalagi untuk produk ikan dan hasil laut lainnya.
Kemasan makanan laut terus berkembang dari waktu ke waktu, baik untuk usaha skala besar maupun usaha kecil. Permintaan pasar yang tinggi membuat pelaku usaha harus berinovasi agar produknya tidak kalah bersaing. Salah satu cara paling mudah adalah lewat desain kemasan.
Jika Anda ingin memulai usaha makanan laut namun masih bingung menentukan desain kemasan yang menarik, berikut beberapa ide kemasan makanan laut yang bisa Anda jadikan inspirasi.
Ide Kemasan Makanan Laut yang Bisa Anda Coba
1. Kemasan Ikan dengan Dua Kantung
Perusahaan desain asal London, Pstler Ferguson, membuat kemasan ikan dengan konsep dua kantung dalam satu kemasan. Kantung pertama berisi ikan, kantung kedua berisi es agar ikan tetap segar selama proses distribusi.
Mereka menggunakan plastik standing pouch, yaitu jenis plastik yang bisa berdiri sendiri, supaya kemasan mudah diletakkan di rak atau meja.
2. Kemasan Seafood Berbentuk Kotak
Produk seafood bernama Square Fish dari Swiss punya pendekatan berbeda. Mereka mengemas ikan dalam kardus berbentuk kotak, bukan kemasan plastik biasa seperti kebanyakan produk ikan lain.
Menurut desainernya, kemasan kotak ini mudah diingat dan disukai banyak kalangan, baik anak muda maupun orang dewasa.
3. Kemasan dengan Jendela Transparan
Anda juga bisa menampilkan produk secara langsung lewat kemasan. Caranya, cetak gambar produk di bagian depan kemasan, lalu tambahkan jendela plastik bening berukuran kecil.
Dengan begitu, konsumen bisa melihat langsung isi kemasan sebelum memutuskan membeli.
4. Kemasan dengan Karakter Ikan Lucu
Desain karakter yang menggemaskan juga bisa jadi pilihan menarik. Gambar ikan lucu pada kemasan tidak hanya menarik perhatian orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Pilih warna kemasan yang sesuai dengan jenis produk di dalamnya agar kesan yang ditampilkan semakin kuat.
Hal Penting Selain Desain: Menjaga Kesegaran Produk
Selain tampilan yang menarik, kemasan makanan laut punya tantangan tersendiri karena produknya mudah rusak. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
- Ketahanan terhadap suhu dingin: pastikan bahan kemasan tidak getas atau mudah bocor saat dibekukan, terutama untuk pengiriman produk beku.
- Kekedapan udara: kemasan yang rapat membantu mengurangi bau amis menyebar dan menjaga kesegaran lebih lama.
- Ketahanan terhadap cairan: hasil laut sering mengandung air atau es yang mencair, sehingga kemasan harus tahan rembes.
Perbandingan Jenis Kemasan untuk Produk Laut
- Standing pouch: praktis, hemat tempat, dan mudah ditumpuk di lemari pendingin.
- Kemasan vacuum: cocok untuk produk beku karena memperlambat proses oksidasi.
- Kemasan kotak dengan jendela: unggul dari sisi tampilan di rak, tapi perlu lapisan tambahan agar tetap kedap udara.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Memilih kemasan hanya berdasarkan desain tanpa mengecek ketahanannya terhadap suhu beku.
- Mengabaikan label informasi produk, seperti tanggal produksi dan cara penyimpanan.
- Menggunakan kemasan yang terlalu tipis sehingga mudah bocor saat proses distribusi.
Itulah beberapa ide kemasan makanan laut yang bisa Anda terapkan pada bisnis Anda. Kemasan yang menarik akan membantu produk Anda lebih mudah diingat dan dilirik konsumen.
Jika produk Anda perlu dikirim dalam kondisi beku, pelajari juga panduan kemasan frozen food anti bocor dan tahan beku agar hasil laut tetap segar sampai ke tangan konsumen.
Untuk memastikan kemasan yang Anda pilih benar-benar aman bagi produk pangan, simak juga alasan kemasan berkualitas penting bagi produk kuliner dan cara memilih kemasan makanan dan minuman yang aman.
Label dan Informasi yang Wajib Ada pada Kemasan Makanan Laut
Selain tampilan yang menarik, kemasan produk hasil laut sebaiknya juga mencantumkan informasi yang membantu konsumen menyimpan dan mengolah produk dengan benar.
- Tanggal penangkapan atau produksi, serta rekomendasi tanggal konsumsi terbaik.
- Petunjuk penyimpanan, misalnya harus tetap berada di suhu beku hingga siap diolah.
- Informasi jenis produk secara jelas, termasuk apakah sudah diproses atau masih mentah.
Legalitas dan Sertifikasi untuk Produk Olahan Laut
Produk hasil laut yang dijual secara komersial, terutama untuk hasil tangkapan segar atau olahan sederhana, sebaiknya dilengkapi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari dinas kelautan dan perikanan setempat. Untuk produk olahan seperti abon ikan atau kerupuk ikan, izin PIRT dari Dinas Kesehatan juga wajib disiapkan sebelum dijual luas.
Sertifikasi ini penting terutama jika Anda berencana memasarkan produk ke luar daerah atau menitipkannya di toko oleh-oleh, karena pembeli besar biasanya meminta bukti legalitas sebelum bekerja sama secara rutin.
Menghitung Biaya Kemasan dalam Harga Jual Produk Laut
Kemasan tahan beku dan kedap udara untuk produk laut biasanya lebih mahal dibanding kemasan makanan kering biasa. Masukkan biaya ini ke dalam perhitungan harga pokok produksi agar margin keuntungan Anda tetap sehat.
Jangan lupa memperhitungkan juga biaya tambahan seperti es kering atau ice gel untuk pengiriman produk beku, karena komponen ini turut memengaruhi harga jual akhir produk hasil laut Anda.
Menyesuaikan Kemasan dengan Jalur Distribusi Produk Laut
Produk laut yang dijual langsung ke konsumen lokal bisa memakai kemasan lebih sederhana dibanding produk yang dikirim ke luar kota atau luar pulau. Untuk pengiriman jarak jauh, tambahkan lapisan pelindung ekstra dan pastikan kemasan tetap kedap udara meski melalui proses bongkar muat berkali-kali.
Pertimbangkan juga bekerja sama dengan jasa ekspedisi yang berpengalaman menangani produk beku, agar kualitas hasil laut tetap terjaga sejak dari Denpasar hingga ke tangan pembeli di kota tujuan.
Label yang lengkap tidak hanya memenuhi aspek keamanan pangan, tapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap merek Anda dalam jangka panjang.