Kemasan Kosmetik & Skincare

Kemasan Kosmetik Plastik: Bahaya dan Solusi Amannya

12 Mei 2021 Oleh Heni Nurhayati
Daftar Isi 8 bagian
  1. 01 Alasan Menghindari Kemasan Kosmetik Plastik
  2. 02 Kandungan BPA dan Phthalates dalam Plastik
  3. 03 Cara Mengatasi Kemasan Kosmetik Plastik
  4. 04 Jika Tetap Harus Memakai Plastik, Perhatikan Hal Ini
  5. 05 Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
  6. 06 Checklist Singkat Memilih Kemasan Kosmetik yang Lebih Aman
  7. 07 Peran Produsen Kemasan dalam Menjamin Keamanan
  8. 08 Mengenal Kode Daur Ulang Plastik pada Kemasan Kosmetik

Plastik sering menjadi masalah lingkungan karena sulit terurai, termasuk saat dipakai sebagai kemasan kosmetik plastik. Sampah plastik ikut memicu pencemaran dan pemanasan global. Pemerintah pun mulai membatasi penggunaannya, dari sedotan hingga kantong belanja.

Lalu, apakah kemasan kosmetik plastik juga perlu kita hindari? Artikel ini membahas alasan dan solusinya.

Alasan Menghindari Kemasan Kosmetik Plastik

Kosmetik dengan kemasan plastik sebaiknya kita hindari. Kemasan plastik pada kosmetik menyimpan risiko bagi kesehatan kita. Selain itu, memilih kemasan lain juga membantu menjaga bumi dari sampah plastik.

Kandungan BPA dan Phthalates dalam Plastik

Produsen sering memilih plastik karena harganya relatif murah dan bobotnya ringan. Sayangnya, plastik bisa melepaskan bahan kimia yang lalu terserap oleh produk di dalam kemasannya. Plastik jenis PVC yang dipakai untuk produk kecantikan biasanya mengandung phthalates dan BPA (Bisphenol-A).

Kedua bahan ini mudah mengubah keseimbangan hormon begitu masuk ke aliran darah, terutama hormon estrogen. Risikonya cukup besar: gangguan hormon, gangguan tiroid, hingga infertilitas.

Skin care dalam kemasan plastik punya risiko cukup besar. Kandungan phthalates dan BPA pada plastik bisa berpindah ke dalam produk, apalagi jika disimpan lama. Minyak, alkohol, dan pelarut dalam skin care justru mempercepat proses peluruhan zat kimia dari plastik tersebut.

Saat memakai skin care berkemasan plastik, kulit memang menerima formula yang bermanfaat. Namun, zat kimia berbahaya dari kemasannya juga ikut masuk tanpa kita sadari.

Cara Mengatasi Kemasan Kosmetik Plastik

Mengingat risiko tersebut, sebaiknya gunakan kemasan kaca untuk produk kecantikan. Kaca berfungsi sebagai pengawet alami yang menyegel produk dari suhu dan kondisi udara luar. Botol kaca berwarna buram juga bisa melindungi skin care dari cahaya sekaligus memperpanjang usia simpannya.

Jika Tetap Harus Memakai Plastik, Perhatikan Hal Ini

Tidak semua produk bisa langsung berpindah ke kemasan kaca, misalnya karena alasan berat kirim atau risiko pecah. Jika Anda tetap memakai plastik, ada beberapa cara mengurangi risikonya.

  • Pilih plastik food grade seperti PP (polypropylene) atau PET yang lebih stabil dibanding PVC dan lebih jarang melepaskan zat kimia berbahaya.
  • Hindari plastik daur ulang untuk kemasan produk yang bersentuhan langsung dengan kulit, karena kualitas dan kandungannya sulit dipastikan.
  • Simpan produk jauh dari suhu panas, misalnya di dalam mobil yang terparkir di bawah matahari, karena panas mempercepat pelepasan zat kimia dari plastik.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

  • Menggunakan ulang kemasan plastik sekali pakai untuk isi ulang produk kosmetik dalam waktu lama.
  • Tidak memperhatikan simbol daur ulang pada kemasan plastik, padahal simbol ini menunjukkan jenis plastik dan tingkat keamanannya.
  • Memilih kemasan hanya berdasarkan harga tanpa mempertimbangkan keamanan bahan bagi produk yang dikemas.

Jika Anda ingin melihat alternatif kemasan modern untuk produk kecantikan, simak juga kemasan kosmetik modern: botol airless dan pot akrilik. Untuk kebutuhan kemasan produk perawatan tubuh lainnya, Anda bisa cek botol body lotion berkualitas untuk produk skincare.

Checklist Singkat Memilih Kemasan Kosmetik yang Lebih Aman

  • Cek kode daur ulang di dasar kemasan plastik, hindari kode 3 (PVC) untuk produk yang bersentuhan langsung dengan kulit.
  • Pilih kemasan kaca atau plastik food grade seperti PP untuk produk berbahan aktif tinggi seperti serum dan essential oil.
  • Perhatikan warna kemasan, botol gelap atau buram membantu melindungi bahan aktif dari paparan cahaya berlebih.
  • Simpan produk sesuai anjuran pada label, jangan biarkan kemasan terkena panas berlebih dalam waktu lama.

Dengan memperhatikan detail kecil ini, risiko zat kimia berbahaya berpindah ke produk bisa ditekan, sekaligus menjaga kualitas skincare tetap optimal sampai habis dipakai.

Peran Produsen Kemasan dalam Menjamin Keamanan

Selain memilih material yang tepat, penting juga memastikan kemasan berasal dari produsen yang memakai bahan food grade atau cosmetic grade bersertifikat. Kemasan bersertifikat umumnya sudah melalui pengujian keamanan sebelum dipasarkan ke pelaku bisnis kosmetik.

Jangan ragu menanyakan spesifikasi material kepada pemasok kemasan Anda, termasuk jenis plastik dan hasil uji ketahanannya terhadap bahan aktif kosmetik yang Anda gunakan.

Mengenal Kode Daur Ulang Plastik pada Kemasan Kosmetik

Di dasar kemasan plastik biasanya tercetak simbol segitiga berisi angka 1 sampai 7. Kode ini menunjukkan jenis resin plastik yang dipakai. Kode 1 (PET) dan kode 5 (PP) umumnya dianggap paling aman untuk kosmetik karena stabil dan jarang melepaskan zat kimia berbahaya. Kode 3 (PVC) dan kode 7 (other, termasuk polycarbonate) justru perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung phthalates atau BPA. Sebagai pelaku usaha kosmetik atau skincare rumahan, membiasakan diri membaca kode ini sebelum memilih kemasan bisa membantu menghindari risiko kontaminasi sejak awal produksi.

Tanda-Tanda Kemasan Plastik Sudah Tidak Layak Dipakai

Kemasan plastik yang sudah lama dipakai berulang, terutama untuk isi ulang produk kosmetik, bisa menunjukkan tanda kerusakan seperti permukaan yang mulai buram, muncul goresan halus, atau perubahan bau pada produk di dalamnya. Goresan pada permukaan plastik mempercepat proses peluruhan zat kimia karena memperluas area kontak antara plastik dan produk. Jika Anda menemukan salah satu tanda ini, sebaiknya segera ganti kemasan meski bentuknya masih terlihat utuh dari luar.

Langkah Migrasi Bertahap ke Kemasan yang Lebih Aman

Bagi UMKM skincare yang belum sanggup langsung beralih seluruhnya ke kemasan kaca karena pertimbangan biaya dan berat kirim, migrasi bertahap bisa jadi solusi. Mulailah dari lini produk dengan bahan aktif tinggi seperti serum atau essential oil, karena produk ini paling rentan bereaksi dengan plastik. Sementara produk dengan formula lebih stabil seperti sabun batang atau lulur bisa tetap memakai kemasan plastik food grade untuk sementara waktu, sambil bertahap menyesuaikan anggaran produksi ke arah kemasan yang lebih aman.

Mari mulai menjaga produk kecantikan kita dengan lebih cermat. Pemilihan kemasan kosmetik plastik yang tepat, atau beralih ke pilihan pot kosmetik yang lebih aman, sangat penting agar perawatan kulit tidak justru merugikan diri sendiri.

#Botol kaca #botol kosmetik #kemasan botol kaca #Kemasan kosmetik